
Bab 63
KE ESOKKAN HARINYA DI PARKIRAN KAMPUS...
Zhea, Rere dan Rio bertemu dengan Leon.
"Sekarang, ulah apa lagi yang kau lakukan?" Ucap Leon
"CK, kalian tidak bilang dia juga di panggil" ucap zhea
"Apa maksudmu, aku ini orangtuamu. Jelas aku akan di panggil jika kau bermasalah. Jika kau tidak ingin aku di panggil maka berhentilah membuat masalah" ucap leon
Malas mendengarkan celotehan Leon, zhea beranjak pergi tanpa menghiraukan ucapan Leon, diikuti oleh Rere dan Rio.
Rio dan Rere berniat ingin menemani zhea di dalam ruangan dekan. Namun, keduanya di usir.
"Kalian berdua pergilah ke kelas. Jam pelajaran sudah di mulai. Dan satu lagi, panggil dosen Pengganti yang mengajari kalian kemarin" ucap Wahid
Rere dan Rio hanya mengangguk .
"Zhe, sorry nggak bisa nemanin lho" ucap Rere sebelum keluar dari ruangan itu.
"Sebenarnya, zhea membuat masalah apa lagi prof" ucap Leon yang duduk di samping zhea. Sementara zhea melipatkan kakinya dan menyilangkan tangan di dada.
"Kita tunggu sebentar" ucap prof. Wahid
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, exsel datang bersama seorang ibu-ibu.
"Karena semuanya sudah ada di sini. Saya akan mulai. Jadi begini, tuan Leon. Zhea ini sudah satu bulan lebih tidak masuk ke universitas. Baru kemarin dia menginjakkan kaki disini, tapi bukannya belajar dia malah membuat masalah dengan Deby"
"CK, jadi saya di panggil ke sini hanya karena Deby? Hee buang-buang waktu" ucap zhea
"Anak saya itu masuk rumah sakit gara-gara kamu" ucap mama Deby
"Gue cuma nginjak tangannya doang, tapi dia sudah masuk rumah sakit. Bagaimana jika kemarin aku memukulnya. Mungkin saat ini dia berada di ruang UGD kali ya" ucap zhea
"Zhea, diam kamu. Udah salah bukannya minta maaf malah mau nambah masalah lagi" ucap Leon
"Yang salah itu Deby. Dia duluan yang menjambak rambut Rere"
"Itu urusan Deby dan Rere, kenapa kamu ikut-ikutan"
"Tapi Rere nggak kenapa-kenapa. Deby yang masuk rumah sakit" ucap mama Deby
"Di sini tuh yang salah Deby. Dia itu cowok, tapi mulut dan perilakunya sangat cocok jadi cewek"
"Kauu" ucap mama Deby ingin menampar zhea
"Apa?" Ucap zhea membalikkan tangan mamanya Deby
"Zhea, sudah lepaskan" bentak Leon.
__ADS_1
"Dan kamu, exsel. kenapa terjadi keributan di saat pelajaran tidak kau leraikan. Sampai-sampai Deby masuk rumah sakit, Seperti ini" ucap prof.wahid
"Maaf, prof. Ini semua salah saya karena kelalaian saya. Saya juga belum ada pengalaman perihal mengajar apalagi tanggung jawabnya sebagai dosen. Jika profesor ingin mengantikan saya, saya bisa mengerti. Terlebih lagi saya hanya dosen sementara di sini"
"Nggak perlu minta maaf, itu bukan salah lho. Jika lho keluar dari sini. Gue juga akan keluar" ucap zhea
"Zheaaa" bentak Leon
"Apa lagi"
"Minta maaf sama mamanya Deby"
"Saya tidak perlu kata maaf dari kalian. Yang saya perlu uang untuk pengobatan Deby"
"Alah Tante. Kalo mau minta uang bilang aja. Nggak usah merepetin masalah sana sini. Berapa yang Tante inginkan"
"25 juta"
"What! Gue nggak salah dengar. Cuma tangannya doang yang gue injak"
"Kalian kan orang kaya, masa yang segitu saja keberatan. Anak saya itu banyak ruginya udah nggak masuk kelas hari ini, mana di rawat di rumah sakit lagi"
"Bawa Deby ke rumah sakit blue hospital. Gue yang akan bayarin semua pengobatan Deby, kalo memang iya Deby itu masuk rumah sakit."
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️
__ADS_1
Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻