BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 131


__ADS_3

Bab 131


Ijab kabul di ucapkan dengan lancar. Pernikahan sudah selesai, para tamu undangan, dan wartawan pun sudah pergi.


Sementara itu, kedua orang tua Rere baru sampai di mansion zhea.


"Mama, acaranya udah selesai, kok baru datang" ucap Rere


"Kita kejebak macet sayang"


"Zhea selamat ya, atas pertunangannya"


"Zhea udah nikah ma. Acara pertunangannya di ubah jadi acara pernikahan"


"Bagus dong kalo begitu. Kamu juga harus cepat-cepat nikah re. Dan Niko, jagain zhea baik-baik ya. Sebagai suami kamu harus memperhatikan semua tentang istrimu"ucap papa Rere


"Suami zhea bukan saya om. Tapi, dokter exsel" ucap Niko. Exsel hanya tersenyum ramah kepada orang tua Rere.


"Lah, kok gitu" ucap mama Rere kebingungan.


"Nanti aku ceritain ma." Ucap Rere yang mengerti akan kebingungan kedua orangtuanya itu.


Mama Rere menganguk mengerti.


"Maaf, kami salah menduga, soalnya mereka bilang zhea dan Niko akan bertunangan, namun jodoh tidak ada yang tahu, sekarang kamu sudah menjadi suaminya zhea. Siapa nama kamu?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, exsel Tante"


"Kamu sudah menjadi suami zhea, baik buruknya zhea harus kamu pahami dan mengerti. Begitupun dengan zhea. Harus nurut dan patuh sama suami" ucap mama Rere


"Saya akan menjaga dan melindungi zhea semampu saya tante. Ini bukan tentang janji saya pada tante, atupun pada kalian yang menyaksikan pernikahan kami. Ini tentang janjiku pada yang di atas"


"Baguslah kalau begitu. Kita pergi dulu"


"Zhe, gue pulang dulu ya. Mobil lho ada di kos-kosan Niko"


Zhea hanya mengangguk.


○"Kalian kan baru datang, sebaiknya masuk dulu ke dalam" ucap cathlin. Karena hanya cathlin yang menemani zhea dan exsel menyalami para tamu undangan. Leon pergi begitu saja, saat ijab kabul selesai. Dia bahkan menyuruh penghulu untuk mewakilinya menjadi wali zhea. Lain halnya dengan lira, mama kandunganya zhea, dia juga pergi karena Tiffany tidak ingin berlama-lama di sana.


"Lain waktu saja kami mampir lagi ke sini" ucap mama Rere ramah.


"Ayo kita masuk" ucap cathlin


Merekapun masuk ke dala mansion. Yang mana, Leon sudah menunggu mereka sedari tadi di ruangan utama.


"Sudah selesai, drama pernikahannya?" Ucap leon


"Mas, apa yang kamu bicarakan" sahut cathlin


"Aku tidak berbicara denganmu cathlin"

__ADS_1


"Anda lah yang membuat semua drama ini" ucap zhea


"Dan kau masih ingin melanjutkan drama ini dengan menjadi seorang istri dari dokter ini"


"Kenapa tidak"


"Tinggalkan dia"


"Saya akan meninggalkan exsel jika anda juga meninggalkan nyonya cathlin ini"


"Jangan kurang ajar kamu zheaa"


"Tidak bisa kan? Maka saya juga akan melakukan hal yang serupa"


"Apa yang kamu harapkan dari menikah dengan dokter Seperti dia. Hidupmu belum tentu terjamin. Lagi pula, kalian juga tidak saling cinta, lebih baik akhiri pernikahan ini lebih awal dari pada menyesal nantinya"


"Maaf om, tapi saya tidak akan pernah menceraikan zhea. Walaupun zhea yang menginginkan perceraian, saya akan tetap mempertahankannya. Karena saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup saya"


"Bilang saja, kamu mau numpang hidup sama zhea. Kamu mengincar harta keluarga kami kan? Maka jangan harap kamu akan mendapatkannya"


"Stop! Berhenti menghina suami saya seperti itu. Dia sama sekali tidak seperti yang di pikirkan mu, tuan marga!"


"Jika tidak, mana mungkin dia ingin menikah denganmu secara tiba-tiba"


"Saya yang mengincarnya dari awal, karena tujuan tertentu. Saya juga membeli rumah sakit tempatnya bekerja untuk mendekatinya"

__ADS_1


"Lihat, bahkan dia bekerja di tempat milikmu. Apa yang kau harapkan dari dia zhea. Dia hanya numpang menikah tanpa mengeluarkan sepeser pun uangnya. Gaun, dekorasi, makanan, dan cincin pernikahan kalian semuanya pakai uang papa zhea"


__ADS_2