
Bab 110
"Gue udah minta exsel buat cerain gue waktu itu, jika memang dia mau hidup sama lho. Tapi, buktinya sekarang dia tetap milih hidup sama gue walaupun tanpa cinta. Itu udah cukup jelaskan? Bahwa dia nggak punya cinta lagi buat lho!"ucap zhea penuh penekanan
"Alex cuma merasa kasihan sama hidup lho! Makanya dia nggak tega ninggalin lho, yang hidupnya sedari kecil nggak ngerasa bahagia. Nggak ngerasa punya keluarga, malah di campakkan orang tua, bahkan lebih parahnya lagi, lho itu nggak mempercayai hubungan dan cinta. Tapi lho malah ngejebak Alex di dalam hubungan pernikahan yang lho sendiri nggak tahu arti pernikahan itu apa!"
Zhea tersalur emosi, dia sangat sensitif jika sudah mengenai masa lalunya. Dia mengcengkram rahang Celline dmegan sangat kuat
"Dengar ini baik-baik! Lho nggak ada hak buat menilai kehidupan gue di masa lalu, sekarang apapun nanti!"
"Kenapa? Lho marah? Tapi itu memang kenyataannya zhea! Lho di campakkan oleh ke dua orang tua lho, dan Alex menikahi lho karena kasihan"
"Gue udak kasih lho peringatan! Tapi lho malah menjadi-jadi" ucap zhea beralih mengcekik leher Celline, denga sangat kuat.
Zhea bisa saja membunuh orang, jika sudah menyinggung urusan pribadinya. Apalagi kisah di masa lalunya
Wajah Celline memerah, air mata mengalir di pipinya, dia bahkan beberapa kali meminta zhea melepaskan cekikan di lehernya.
"Le-lepaskan! Kau bisa membunuhku!"
"Mati saja! Kau menang pantas mati! Seseorang yang hanya mendalkan mulut saja untuk hidup
Tidak berhak berada di dunia ini lebih lama. Karena hanya akan menjadi sampah masyarakat" ucap zhea menambah erat cekikan-nya.
"Zhea apa yang mau lakukan!" Ucap exsel menjauhkan zhea dari Celline.
Celline menghirup udara banyak-banyak. Jika saja exsel tak datang mungkin sekarang dia sudah pingsan atau bahkan mati di tangan zhea.
Zhea tak menjawab apapun, dia menatap tajam ke arah Celline tanpa kedip. Celline yang merasa takutpun mengambil kesempatan untuk memeluk exsel
"Lex, aku takut zhea ingin membunuhku!"
Shea berjalan mendekati exsel dan Celline, dia dengan kasar menarik Celline mejauh dari exsel dan menggenggam erat tangan Celline.
"Zhea lepas! Tangan aku sakit!" Celline memberontak
Zhea menyeret Celline sampai ke depan pagar, dan menghempaskan tangannya sehingga Celline terjatuh.
__ADS_1
"Zhea, apa-apaan kau ini!" Bentak exsel dia memeluk Celline yang terlihat ketakutan.
Zhea berjongkok di depan exsel dan Celline yang sedang berpelukan.
"Zhea sudah! Kamu sudah berlebihan" ucap exsel, Sementara Celline menyembunyikan wajahnya di dada exsel, dia tidak benar-benar takut dia sengaja untuk memanas-manasi zhea
"Lho dengar baik-baik! Sekali lagi mulut kotor lho itu ngomong tentang keluarga gue. Habis lho!"
"Zhea, kamu itu perempuan tidak seharusnya kasar seperti ini. Lihat Celline jadi ketakutan, gara-gara kamu, dan kamu hampir membunuhya, jika saja aku tidak datang tepat waktu"
"Dia memang lebih pantas untuk mati!" Ucap zhea beranjak menaiki motornya dan meninggalkan perkarangan rumah
"Zhea! Kembali"
"Zheaaaaa" teriak exsel, namun percuma, sekejap mata zhea sudah menghilang dari pandangannya.
Exsel ingin bangkit mengejar zhea, namun Celline menggenggam kerah bajunya, dan berekspresi ketakutan.
"Kita masuk ke rumah dulu. Aku obati lukanya" ucap exsel langsung menggendong Celline masuk ke rumah
Sedangkan Celline dia merasa sangat senang. Kedatangan ke rumah ini, tidak sia-sia. Exsel bahkan lebih membelanya, bearti laki-laki itu masih mencintainya bukan? Itulah yang di pikirkan Celline.
"Aku juga nggak tahu Lex, aku ke sini tadinya cuma mau ngomong sama kamu. Terus zhea pulang aku tanya ke dia kapan kamu pulang? Dia marah dan tiba-tiba aja dia ngerasa ke singgung. Apa mungkin itu karena dia merasa bersalah karena ngerebut kamu dari aku Lex?" Bohong Celline
"Nggak ada yang merebut Celline, karena hubungan kita memang sudah kama berakhir" ucap exsel
"Lho kak, kok mantan kakak yang udah tega ninggalin kakak ini ada di sini sih?"ucap Tiffany yang datang untuk Les
"Kebetulan kamu ada di sini tif. Kamu antarin Celline pulang ya, saya harus cari zhea dulu" ucap exsel langsung beranjak pergi tanpa menunggu jawaban dari Tiffany
"Lho kak sel, kak, tunggu!" Ucap Tiffany mengikuti langkah exsel, namun kalah cepat karena exsel sudah pergi meninggalkan rumah menggunakan mobil.
"Sial!" Umpat Tiffany kembali masuk ke rumah
"Lho ngapain ke sini hah!" Ucap Tiffany ketus
"Nggak ada salahnya, ke rumah calon suami kan?" Ucap Celine tanpa dosa
__ADS_1
"Calon suami? Hello, lho itu udah ninggalin kak exsel jadi jangan harap Jak exsel bakal mau balik sama lho. Dokter exsel juga udah nikah sama zhea, jadi nggak mungkin dia mau sama lho!"
"Alex itu nikahin zhea karena kasihan doang. Yang dia cinta itu gue, dan cuma gue. Lagi pula, bentar lagi Alex dan zhea juga bakalan cerai" ucap celline tersenyum smirk
"Kalaupun kak exsel cerai sama zhea, dia nggak bakalan mau balik sama lho. Yang ada dia bakal nikahin gue, karena apa? Karena yang selama ini selalu ada buat dia itu gue"
"Kita lihat aja nanti"ucap Celine
"Sial, kayaknya cewek ini juga bakalan jadi penghambat buat gue dapetin Alex kembali" batin Celine
Exsel menyusul zhea ke kos-kosan Niko. Benar saja, motor zhea ada di sana.
"Lho dokter?" Ucap Niko yang terlihat kaget melihat exsel. Yang mana, kurang dari 5 menit yang lalu zhea kembali dan bilang ingin menginap di sana, tentunya sudah mendapatkan izin dari exsel. Sebelum dia memasuki kamar.
"Zhea Dimana?"
"Baru aja masuk kamar?" Ucap Niko menunjuk kamar yang di tempati zhea dan Rere
"Boleh saya ke sana?"
"Nggak apa-apa dok, zhea kan istri dokter. Rere juga udah tidur tadi" ucap Niko
"Terimakasih" ucap exsel kemudian beranjak masuk ke kamar.
Di lihatnya zhea sedang duduk bersandar di headboard, bersidekap dadadan memejamkan matanya.
"Zhea kita perlu bicara" ucap exsel di ambang pintu
Zhea membuka matanya, menatap malas ke arah exsel. Karena tidak ingin menganggu tidur Rere dan sahabat-sahabatnya tau kalau dia lagi ada masalah, zhea memilih keluar dari kamar itu melewati exsel begitu saja.
"Lho zhe? Mau kemana? Nggak jadi nginap" ucap Rio yang melihat zhea sudah berada di depan pintu
"Nggak deh Yo kayaknya, lain kali deh. Soalnya ada tugas yang belum gue selesaiin dan harus di kumpul besok. Untuk exsek ngingetin. Jadi gue balik dulu ya" bohong zhea
"Oh ya udah kalo gitu, hati-hati Zhe, dok" ucap Rio, yang hanya di angguki oleh ke duanya.
Zhea menaiki motor dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, dia malas bertemu Dnegan Exsel saat ini. Tidak ingin kehilangan jejak zhea, pun mengikutinya.
__ADS_1
Saat exsek berhasil memblokir jalan zhea, zhea malah memutar balik arahnya sehingga mereka terus kejar mengejar di jalanan.
Dari arah persimpangan, ada sebuah truk yang lewat, zhea yang hanya fokus Melihat jalannya depan akhirnya tertabrak truk itu. Yang mana motornya terpental jauh, begitupun dengan dirinya, terpental keras mengenai salah satu Pohon di sana. Untungnya, motor yang juga ikut terpental itu tidak jatuh mengenai tubuhnya.