
Bab 226
Zhea melihat exsel, dia melepaskan kaca matanya. Dalam beberapa detik pandangan mereka bertemu.
Exsel mencopot infus ditangannya "sel, jangan kayak gini. Lho masih lemah" ucap Adnan mengahalangi exsel
"Zhe... Syukurlah kamu nggak apa-apa" ucap exsel berjalan tertatih-tatih.
Beberapa orang pengawal langsung menghadang jalan exsel.
"Minggir! Zhea itu istri saya. Kalian nggak ada hak ngelarang saya ketemu saya dia" ucap exsel
"Gue senang liat lho udah sadar sel. Pengen. Banget rasanya lari dan peluk lho. Tapi gue nggak bisa sel" batin zhea
"Masuk nona" perintah salah satu orang-orang itu.
"Zhe, nggak kamu nggak boleh ninggalin aku zhe.aku butuh kamu di samping aku" ucap exsel ingin mendekat namun di tahan oleh pengawal
"Pergilah yang jauh dari nona kami. Atau kami akan menggunakan ke kasaran yang akan kau sesali nanti" ucap pengawal
"Aku nggak peduli!" Ucap exsep bersikeras ingin mendekati zhea, salah satu pengawal itu langsung mendorong exsel. Karena exsel masih lemah akhirnya exsel tersungkur ke tanah.
"Sel" ucap Adnan menbantu exsel berdiri. Rere, Niko dan Rio pun menghampiri exsel.
"Dokter nggak apa-apa?" Ucap Niko
"Tolong bawa zhea kembali, saya butuh dia" ucap exsel memohon kepada ketiga sahabat zhea itu
"Kalian tuh bisa nggak sih nggak pake ke kekerasan. Dokter exsel baru sadar, kalian main dorong-dorong aja. Iblis emang!" Kesal Rere
"Jangan ikut campur gadis kecil. Atau..."
"Atau apa?" tantang rere
Pengawal itu mengangkat tangannya ingin menampar Rere. Namun, tangannya lebih dulu di pelintir oleh zhea.
"Kalian nggak ada hak main kekerasan sama mereka!" Ucap zhea makin menekan tangan pengawal itu.
"Ampun, ampun nona" ucap pengawal itu kesakitan
"Kalian semua tunggu di mobil. Gue ingin bicara sama mereka sebentar"
"Tapi nona...."
__ADS_1
"Cepat,!"
Melihat semua orang yang mengawalnya sudah masuk ke mobil, zhea melepaskan pengawal yang dia kalahkan itu.
"Zhe..." Ucap exsel ingin mendekat
"Gue nggak punya banyak waktu sel. Temuin gue di mansion ketika keadaan lho membaik"
"Kenapa? Kamu menuruti ucapan mereka dan akan berpisah dengan ku. begitu? Maaf Zhe, itu nggak bakalan terjadi. Dan jika kamu meminta aku datang kesana hanya untuk itu, maka aku nggak bakalan datang" ucap exsel dan tanpa menunggu jawaban dari zhea lagi dia langsung berjalan tertatih-tatih masuk kembali ke rumah sakit diikuti oleh Adnan di belakangnya.
Zhea menatap sedih kepergian exsel.
"Zhe, lho jangan gila ya! Lho nggak mungkin kan mau cerai sama dokter exsel" ucap Rere
"Kita bicara di mansion. Gue bakal ceritain semuanya"
"Tapi, kita pasti di usir nantinya"
"Tenang aja. Itu nggak bakalan terjadi.
Exsel kembali ke ruangannya.
"Kak exsel....Alex" ucap Tiffany dan celline bersamaan
"Tolong kalian keluar dulu. Exsel sedang tidak mau di ganggu dan keadaannya juga masih lemah. Biarkan dia beristirahat dulu" ucap Adnan
"Ini demi kesehatan exsel. Kalian bisa bertemu dengannya besok, jika kondisinya sudah lebih baik"
____________
Zhea kembali ke mansion, fiiku oleh ketiga sahab itu. Saat memasuki pagar Rere, Niko dan Rio di hadnag oleh penjagaan di sana.
Melihat ketiga sahabatnya di cegah da. Tidak di perbolehkan masuk, zhea langsung turun dari mobil. Dan menutup kasar pintu mobil
"Nona mau kemana?" Ucap salah satu pengawal
Zhea tidak mempedulikan ucapan pengawal itu, dia lalu berdiri di dekat ketiga sahabatnya.
"Biarkan mereka masuk" ucap zhea
"Tapi nona..."
Zhea langsung menyeret tangan Rere untuk ikut dengannya masuk ke mansion, sedangkan Niko dan Rio mengikuti mereka dari belakang.
"Nona mereka tidak boleh masuk"
__ADS_1
"Ini tempat tinggal gue, jadi terserah gue mau bawah siapa aja masuk ke dalam" ucap penjaga penunggu pintu masuk.
"Tapi nona....tuan tidak mengizinkan mengizinkan mereka masuk"
"Kalo mereka nggak boleh masuk, gue juga nggak bakalan mau masuk. Dan gue bakal kabur sama mereka" ancam zhea
"Baiklah nona silahkan masuk" ucap penjaga itu
Mereka pun masuk ke dalam Mansion. Saat melewati ruang utama, ada Leon, Zein dan raka yang sedang berbicara.
"Zhea, kenapa kamu di sini bukannya di rumah sakit" ucap Zein
"Seharusnya kamu masih di rawat di rumah sakit zhea. Cathlin juga masih di sana menunggu kam. Dan siapa yang mengizinkan mereka masuk?" Ucap leon
"Nggak ada yang nyuruh dia buat nungguin gue. Dan jika kalian mau gue ngikutin kemauan kalian, mereka bisa kapan saja datang ke sini"
"Zhea...!" Bentak Leon
"Bagaimana? Setuju?" Ucap zhea membuat penawaran
"Oke, mereka boleh ke sini kapan pun mereka mau. Asalkan kamu mau menikah dengan Zein setelah bercerai dengan dokter itu. Dan kamu juga harus belajar mengurus perusahaan, karena kamulah penerus papa nantinya"
"Sepertinya kalian tidak mau rugi sedikitpun" ucap zhea duduk dengan sombongnya di sofa, dia juga menarik Rere agar duduk. Sementara, Niko, Rio, Leon, Zein dan raka masih berdiri
"Ini tergantung padamu zhea"
"Saya terima penawaran anda tuan. Tapi saya juga ingin menambahkan satu syarat lagi, saya ingin balapan dengan bebas"
"Tidak bisa!" Ucap Leon tegas karena tidka ingin lagi menuruti keinginan zhea yang aneh-aneh menurutnya
"Kalau begitu, penawaran kita sampai di sini saja. Saya akan belajar bisnis dan mereka bisa datang kemari kapan saja. Perihal menikah dnegan Zein, lupakan saja dan jangan mengungkitnya kembali. Saya hanya membuat satu penawaran kali, dan jika itu tertolak, jangan coba-coba melakukan penawaran lagi, karena sampai kapanpun saya tidak ingin menerima penawaran apapun lagi dari kalian. Cukup adil bukan?
Zein menatap Leon dnegan tatapan memohon. Agar Leon mau menerima syarat dari zhea dan dia bisa menikah dengannya.
"Baiklah, syarat dari kamu di terima"
Nikoz Rio dan Rere menatap zhea tak percaya. Namun, untuk mengeluarkan suara ketiganya takut akan di larang bertemu dengan zhea lagi
"Pilihan yang tepat. Seandainya dari dulu anda tidak mengekang apa yang saya sukai, mungkin hubungan kita tidak akan seburuk ini. Baiklah, penawaran kita sampai di sini" ucapan zhea melangkah menaiki tangga
"Ingatlah, di hari perceraian kamu dan exsel satu Minggu setelahnya kamu harus menikah dengan Zein" ucap Leon
"1 tahun setelahnya. Karena jika saya dan Zein menikah terlalu cepat, apa kata orang-ornag nanti. Bukankah partner bisnis kalian banyak yang mengetahui tentang pernikahan ku dan exsel? Bukankah nanti Zein akan di cap sebagai perebut istri orang kalau menikah terlalu cepat. Tidka mungkinkan? Saya dan Zein mengadakan pernikahan secara sederhana. Pernikahan ku dengan exsel bahkan di lakukan secara mewah, lho nggak mungkin kalah dari exsel kan Zein?" ucap zhea mantap, karena ini semua sudah masuk dalam rencananya. Menikah dnegan Zein, tentu hanya alibi bagi zhea. Yang dia butuhkan sekarang adalah keleluasaan bertemu ketiga sahabatnya dan balapan, saat berada di mansion
"Tidka perlu menunggu waktu sampai 1 tahun. 6 bulan kedepan kita akan menikah. Waktu 6 bulan, sudah di katakan wajar jika kita menikah setelah perceraianmu. Orang-orang juga tidak akan menyangkut pautkan pernikahan kita dengan masa lalumu nanti. Dan jika kamu menginginkan pernikahan secara mewah, maka akan aku wujudkan. " ucap Zein
__ADS_1
"Oke" ucap zhea tanpa menoleh sedikitpun ke arah Zein dan melangkah menuju kamarnya