
Bab 65
PLAKKK
Satu tamparan keras, mendarat di wajah zhea.
Zhea memegang pipinya dengan senyum sinisnya.
"Kau ini mau papa didik bagaimana lagi. Di kerasin melawan di lembutin malah menjadi-jadi. Sepertinya keputusan ku untuk menikah kan mu dengan Zein adalah hal yang tepat"
"Jangan mimpi! Sampai mati pun aku tidak akan pernah menikah Dengannya"
"Bukankah kau sendiri yang setuju untuk di nikahkan"
"Aku memang mau menikah, tapi bukan dengan Zein. Aku benci orang-orang kantoran Seperti kalian. Dan jika Zein tetap ingin menikah denganku, dia harus jadi pembalap hebat dulu, dan meninggalkan dunia perkantorannya itu" ucap zhea penuh penekanan lalu beranjak pergi.
"Zhea"
"Zheaa"
__ADS_1
"Zheaaa" teriak Leon.
Tapi zhea tidak menghiraukannya.exsel yang mendengar percakapan mereka dari jarak jauh mengenggam tangan zhea yang berjalan melewatinya "tunggu" ucapnya.
"Lepas" ucap zhea menghempaskan tangannya. Lalu beranjak pergi. Exsel terus mengikutinya.
Zhea berjalan sampai di atap salah satu gedung yang ada di universitasnya.
Zhea melempar tasnya ke sembarang arah.dia menendang kursi dan meja yang ada di dekatnya, Untuk melampiaskan amarahnya.
Exsel yang melihat itupun mencoba menghentikan zhea.
"Apa pedulimu. Kau pergi dari sini, sebelum akau memukulmu. Kau sama saj seperti mereka. kenapa kau kesini, ingin menertawakan ku. Tertawa sekeras mungkin, karena hidupku memang seperti lelucon"
"Tidak. Aku tidak bermaksud Seperti itu."
"Oh, jadi kau mengasihani ku, sekarang? Pergilah, kemarin-kemarin kau sangat membenciku kan. Dan aku akan menempati janjiku untuk menjauhimu. PERGIII" teriak zhea
"Jangan mencampuri urusan pribadi dengan pendidikan. Saya dosen kamu sekarang"
__ADS_1
"Gue nggak peduli! Yang gue mau lho pergi dari sini. SEKARANG!!!"
"apa luka di tanganmu sudah di periksa" ucap exsel mengalihkan pembicaraan
"Lho tuli ya! atau bagaimana? Gue nggak mau lihat lho di sini, jadi sebaiknya lho pergi dari sini. Sekarang! Dan berhentilah mengasihani gue. Gue nggak perlu belas kasihan dari lho"
"Saya dosen kamu sekarang. Dan profesor meminta saya untuk membimbing mu belajar. Jadi saya tidak bisa menjauh dari anda, untuk saat ini"
"Oh ya. Sayangnya gue nggak perlu bimbingan apapun dari lho. Jadi gue minta lho pergi dari sini"
"Baiklah, Jika itu keinginanmu. Saya akan keluar dari universitas ini. Dan meminta profesor untuk mencari dosen lain saja membimbingmu. Dengan begitu kita tidak akan bertemu lagi, sesuai dengan keinginanmu" ucap exsel menatap lekat zhea
"Jika lho ingin keluar ya keluar saja. Jangan jadikan gue sebagai alasan untuk lho keluar. Karena gue tidak ingin mempunyai rasa bersalah sama lho"
"Baiklah, terserah kau saja. Orang tuamu saja tidak kau dengarkan, mana mungkin saya bisa mengubahmu. Sepertinya profesor terlalu mempercayai ini padaku, Tapi kau tenang saja ini adalah hari terakhir kau melihatku di sini. masuklah ke kelas ku untuk yang pertama dan terakhir kali nya, anggap saja hadiah dari perkenalan kita kemarin. Setelah itu, kita hapus di memori kita bahwa kita pernah saling mengenal sebelumnya. Dan terima kasih telah menolong mamaku" ucap exsel lalu beranjak pergi.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️
Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻
__ADS_1