
Bab 187
Rere membangunkan Adnan untuk menemaninya ke toilet.
"Adnan, dokter Adnan!" ucap Rere menggoyang-goyangkan badan Adnan
"Heum" ucap Adnan tanpa membuka matanya
"Ishh bangun dong"
"Kenapa sih?" Kesal Adnan
"Temanin gue ke toilet bentar"
"Lho nggak salah? Gue ini cowok lho"
"Yang bilang lho cewek siapa"
"Lagian lho aneh-aneh aja, minta di temanin ke toilet sama cowok. Gimana kalo cowoknya mesum kelar hidup lho"
"Sekarang gue tanya lho mesum apa nggak"
"Ya nggak lah, gila ya pertanyaan lho!"
"Yaudah kalo gitu temanin gue ke toilet"
"Ajak zhea aja. Kan enak Sama-sama cewek"
"Lihat tuh" ucap Rere mengalihkan pandangannya ke zhea dan Adnan
"Ya tinggal di bangunin aja"
"Lho tu gimana sih, bukannya lho sendiri yang bilang harus peka sama sahabat"
"CK, bisa aja lho ngelesnya"
"Biar zhea sama dokter exsel menikmati waktu mereka.lho Nggak lihat, mereka romantis banget kayak gitu"
"Heum"
"Nggak kayak lho"
__ADS_1
"Gue kenapa lagi coba"
"Jomblo ngenes, nggak perhatian lagi. Minta di temanin ke toilet aja nggak mau"
"Lho juga jomblo kali. Udah ah males gue debat sama lho, kalo mau ke toilet ayo gue temanin, kalo nggak mau ya bagus, gue mau lanjut tidur dan lho jangan berisik dan gangguin gue"
"Idihh, yang mau ke toilet tuh gue. Kok jadi lho yang ngegas"
"Jadi nggak nih ke toiletnya"
"Iya-iya. Nggak sabaran banget sih jadi orang"
Mereka berdua pun ke toilet.
"Lho tunggu ke sini dan jangan ngintip" ucap Rere masuk ke dalam toilet
"Yang mau ngintip siapa coba. Dasar, cewek aneh!"
Tak lama kemudian, Rere keluar dari toilet.
"Udah" ucapnya.
Merekapun berjalan ke tempat semula. Rere yang berjalan dan pandangan terus melihat kamera pun hampir jatuh di senggol orang. Untung Adnan yang berjalan di belakangnya, sigap memeganginya.
"Ishhh gue tuh lagi liat foto-foto zhea sama dokter exsel"
"Ntar juga bisa liatnya"
"Ini coba deh lho lihat dulu"
Adnan merebut kamera dari Rere "nanti gue bilang!"
"Ishh iya-iya. Kembalikan kameranya dulu"
"Ntar kalo udah duduk"
Merekapun kembali duduk di tempat semula.
"Sini kameranya". Adnan pun mengembalikan kamera Rere
"Lihat nih, mereka cocok banget kan" ucap Rere memperlihatkan foto-foto zhea dan exsel.
__ADS_1
"Lho itu ngecek foto mereka, udah kayak lihat foto lho sendiri. Ecited banget"
"Iya dong. Zhea kan adek gue"
"Tua-an lho ya dari zhea. Gue kira seumuran aja"
"Beda 1 bulan. Kita berempat itu lahir di tahun yang sama semua"
Adnan hanya mengangguk, kemudian melanjutkan tidurnya.
kejadian yang membuat zhea trauma di masa kecil hadir di mimpinya. Zhea merasa ketakutan, dahinya berkeringat, dia bahkan mengenggam erat tangan exsel.
Exsel yang merasa tangganya di remas pun terbangun dari tidurnya. Terlihat wajah zhea ketakutan.
"Zhe, zheaa kamu kenapa?"
Zhea terbangun dari mimpinya, dengan nafas terengah-engah seperti di kejar-kejar orang.
"Kenapa? Apa kamu bermimpi buruk?"
Tanpa menjawab pertanyaan exsel, zhea berlalu pergi menuju toilet.
Zhea mencuci wajahnya "Sadar zhea sadar. Itu hanya mimpi, lho harus tenang" gumamnya.
Sementara exsel menunggu zhea di depan pintu.
"Kenapa mimpi itu menghantuiku lagi, ini sudah lama sekali"
Tiba-tiba darah segar mengalir dari hidung zhea. Dia segera membersihkan hidungnya dan berkali-kaki mencuci wajahnya.
Setelah darah tidak lagi keluar, barulah dia keluar dari toilet.
"Kamu nggak apa-apa kan?" Ucap exsel
"Ngapain lho di sini?"
"Gue khawatir sama lho"
"Kayak yang lho bilang tadi, gue hanya mimpi buruk"
"Tapi kamu kayak ketakutan gitu"
__ADS_1
"Ya kalo senang namanya mimpi bahagia dong"