BAD GIRL

BAD GIRL
Suasana yang beda


__ADS_3

Bab 72


Exsel tersenyum senang "tunggu apa lagi, turun dan masuk ke kelas" ucapnya


"Kau gila! Aku bahkan masih memakai seragam bela diri dan belum mandi juga. Bagaimana mungkin, masuk ke kampus dengan pakaian seperti ini"


"Suruh temanmu membawakan baju ganti untukmu. Dan sebelum mereka datang, sebaiknya kau ke perpustakaan, aku akan membantumu mencarikan buku yang kau butuhkan"


Merekapun pergi ke perpustakaan. Zhea. Mengikuti exsel yang memilih-milih buku.


"Kau tahu! Aku ini orang yang sibuk. Aku harus latihan hari ini karena besok aku ada balapan"


"Latihan balapan?"


"Emm, balapan motor. Gue kasih tahu sama lho gue nggak punya banyak waktu luang buat belajar. Gue membagi hari dengan empat kegiatan"


"Maksudnya?"


"Ya. Sebelum berangkat kuliah gue harus latihan balapan motor dulu di sirkuit. Siangnya ke kampus, sepulang dari kampus gue juga masih harus masuk kelas bela diri habis dari sana gue harus latihan balapan mobil. Jadi, gue nggak punya banyak waktu untuk belajar jika di luar kampus"


"Jika siangmu penuh dengan kegiatan, maka aku akan mengajarimu di malam hari"


"Kegiatan ku sampai jam delapan malam. Lagi pula, kau juga harus bekerja di rumah sakit kan"


"Kau ingin ingar janji?"

__ADS_1


"Aku tidak berjanji apa pun"


"Tapi, kau sudah kalah taruhan"


"Lagi pula, aku juga tidak berniat untuk kuliah. Jika bukan karena Niko, aku juga nggak mau buang-buang waktu dengan berkuliah. Jadi pembalap, juga nggak harus kuliah"


"Apa kau tidak ingin seperti Niko, kuliah di luar negeri dan di kampus yang banyak di minati orang lain"


"Jika aku mau, sudah dari awal aku lakukan. Lagi pula, otak ku juga tidak sebodoh itu untuk gagal memasuki universitas Harvard"


"Kau yakin? Berkuliah di sana membutuhkan nilai yang tinggi lho"


"Kau bisa mengecek nilai ku di semester belakang jika ku tidak percaya"


"Bacalah. Jika ada yang tidak kau pahami, kau bisa bertanya padaku"


Zhea melihat jam di ponselnya.


"Ini baru jam delapan pagi. Dan kelas di mulai nanti siang. Aku rasa kita kepagian sampai ke sini. Rere juga akan datang pada pukul 11:30"


"Bukankah itu bagus. Kau jadi banyak waktu untuk belajar"


"Gue akan memperlajarinya nanti. Tapi, untuk hari ini, gue nggak bisa. Gue harus ke sirkuit sekarang" ucap zhea mengambil semua buku di hadapannya dan beranjak berlari menuju parkiran.


Karena buru-buru zhea meninggalkan ponselnya di atas meja.

__ADS_1


Exsel mengambil ponsel zhea dia lalu menghidupkan ponsel itu dan ternyata tidak di kunci.


"Aneh! Biasanya semua orang akan menggunakan password pada ponselnya. Tapi dia malah tidak menggunakan password"


Exsel lalu menyalin nomor telpon zhea ke ponselnya.


Zhea sampai di kos-kosan Niko. Dia bergegas masuk untuk mandi. Terlihat dua orang sahabatnya sedang menikmati sarapan mereka.


"Zhe, lho dari mana aja di telpon nggak di angkat" ucap Rio


"Gue kira lho ketangkap lagi sama bokap lho"


"Kalian lanjutkan saja makannya. Gue mau mandi, gue harus buru-buru ke sirkuit. Besok ada balapan" ucap zhea yang berjalan memasuki kamar.


"Lho nggak ikut balapan juga re" ucap Rio


"Nggak akh. Biar sih zhea aja"


"Lah kenapa? Justru bagus dong kalo kalian berdua ikut. Gue bisa nemanin kalian latihan dan support kalian. Biasanya kan kalian yang nyuportin gue sama Niko. Nah sekarang giliran gue yang support kalian"


"Lho ngomong kayak gitu, kayak lho itu nggak pernah nontonin gue balapan aja"


"Suasananya kan berbeda sekarang. Apa lagi nggak ada Niko"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️

__ADS_1


__ADS_2