
Bab 170
"Cantik banget kalo lagi senyum" ucap exsel jujur.
Jika gadis lain yang di puji maka dia akan sangat senang. Tapi tidak dengan zhea, yang menganggap itu sebagai lelucon.
"CK, simpan kata-kata manis lho. Karena gue nggak butuh itu" ucap zhea tersenyum miring
"Aku mengantarkan sesuai dengan apa yang aku lihat. Kalo kamu nggak suka, ya sorry"
"Tiap kali gue dengar lho bilang 'aku kamu' rasanya tuh aneh banget tahu nggak"
"Aneh? Maksud kamu?"
"Ya nggak nyaman aja dengarnya"
"Itu karena kamu nggak biasa manggil orang dengan sebutan seperti itu. Kita udah nikah, sebaiknya menggunakan panggilan yang baik dan enak di dengar. 'lho gue" itu terlalu kasar buat pasangan suami-istri"
"Kata siapa?"
"Ya kata aku lah. Lagian aku nggak pernah dengar tuh orang yang udah nikah tapi panggilan 'lho gue' "
"Terserah lho deh"
"Apa kamu nggak bisa ngeganti kata 'lho gue' jadi 'aku kamu' "
"Kayaknya nggak bisa deh"
Exsel terdiam, dan memilih untuk meneruskan makannya.
"Gue boleh minta izin nggak buat nggak masuk kuliah selama seminggu? "
"Seminggu?"
__ADS_1
"Ya, soalnya Minggu depan Niko dan Rio tanding balapan. Ini tuh sangat penting bagi mereka, jadi gue nggak mungkin nggak datang"
"Balapannya itu satu hari, kenapa minta izinnya satu Minggu"
"Paling lamanya sih satu Minggu"
"Kalo satu Minggu, mungkin pihak kampus nggak bakal menyetujuinya"
"Gue cuma mau minta izin sama lho aja, karena lho dosen gue. Di izinin atau nggak di izinin gue juga bakalan pergi. Tapi seenggaknya kan, gue udah berusaha minta izin"
"Kamu cuma minta izin libur ke kampus aja? Dan nggak minta izin sama aku sebagai suami kamu untuk pergi ke AS"
"Gue ngomongin ini sama lho, karena lho dosen dan suami gue. Masalah di izinin atau nggak, gue juga tetap akan pergi. Jadi, apa gunanya minta izin. Gue juga ngomongin ini karena gue kan numpang tinggal sama lho, jadi gue rasa gue harus kasih tahu lho kemana gue pergi"
"Rumah ini juga rumah kamu Zhe, kamu nggak numpang disini, kamu tinggal sama aku, suami kamu. Seharusnya kamu minta izin buat pergi sebagai seorang istri, bukan seperti anak kos kayak gini"
----------
Zhea memasukkan beberapa bajunya ke dalam tas, dia dan Rere akan berangkat Ke AS.
Zhea keluar kamarnya, style pakaian bandaranya serba hitam.
"Mau kemana?" Tanya exsel yang melihat penampilan zhea berbeda seperti biasanya.
"Kebandara, penerbangan gue hari ini sama Rere. Kita harus nemanin Rio dan Niko latihan besok, jadinya penerbangan kita di percepat"
Exsel hanya mengangguk sebagai respond.
"Gue pergi dulu" ucap zhea melangkah pergi
"Aku akan antar kamu ke bandara"
"Nggak usah, abis ini gue mau ke apartemen Rere dulu. Kita naik taksi aja ke sana. Lho juga kalo ngantar gue dulu, bakalan telat sampai di universitas"
__ADS_1
"Aku nggak ngajar hari ini, katanya rumah sakit mengadakan rapat dan semua orang harus hadir. Rapatnya juga satu jam lagi, aku bisa antar kamu dulu ke bandara"
"Terserah lho aja"
Exsel dan zhea masuk ke dalam mobil, menuju apartemen Rere.
"Apartemen Rere arahnya kemana?"
"Jalan aja ntar gue kasih tahu"
Exsel hanya mengangguk
"Oh iya sel. Mobil lho dimana?"
"Emangnya kenapa?"
"Ya nggap apa-apa sih. Lama nggak keliatan aja"
"Soalnya aku lebih suka jadi sopir kamu"
"CK, orang serius juga"
"Mobil aku ada kok, sama Adnan"
"Di dokter Adnan?"
"Heum"
"Kenapa?"
"Aku punya hutang sama Dia, jadi karena belum ada uangnya aku sandera dulu mobilku ke dia"
"Hutang apa? Apa yang lho kasih ke tuan marga"
__ADS_1