
BAB 266
Hari ini adalah hari pertunangan Rio dan rere. Zhea dan exsel datang ke mansion di pagi hari untuk mengambil baju zhea yang di berikan mama Rere untuknya khusus di hari pertunangan Rere dan rio.
"Selamat datang nona muda" ucap para pelayang saat zhea memasuki mansion. Namun, zhea hanya membalas Dengan anggukan kecil.
"Zhea, kamu pulang nak?" Ucap Leon ingin memeluk zhea, namun lagi-lagi zhea menghindar.
Zhea mengenggam tangan exsel dan tanpa sepatah katapun menarik exsel menuju kamarnya.
"Ini kamarku" ucap zhea membuka pintu kamarnya.
"Kamarmu sangat luas. Bahkan 2 kali lipat lebih luas dari kamar yang di rumah"
"Kamu tahu, aku sangat benci kamar ini. Dulu, aku sering di kurung di sini. Ingat saat pertama kali kita bertemu?" ucap zhea menarik nafas kasar
"Waktu aku hampir menabrakmu?"
Zhea mengangguk kemudian berucap "waktu itu gue kabur dari mansion dan di kejar-kejar orang-orang suruhan tuan marga"
"Kabur dari sini? Gimana caranya"
Zhea menarik tangan exsel dan membawanya ke balkon.
"Dulu aku sering sembunyiin tangga di sini, tapi ketahuan. Aku pernah mengikat sprei jadi satu dan turun dengan itu. Kadang juga iseng-iseng melompat dari sini"
"Melompat dari sini? Apa nggak terluka?"
"Patah kaki sih palingan"
"Gila, nekad banget ya kamu" ucap exsel terkekeh
"Itu belum seberapa. Kamu lihat pagar di sana? Aku manjat dan lompat dari sana agar bisa kabur"
"Nggak heran jika kamu dengan mudah bisa manjat pagar di rumah, walau dalam keadaan mabuk"
"Heum, aku rasa itu keahlian terpendamku" ucap zhea. Exsel hanya terkekeh mendengar ucapan zhea.
_______________
Hari beranjak sore, exsel, Niko dan Rio sibuk baru selesai mendekorasi.
Exsel menatap ruangan itu sangat indah dan megah.
"Dulu, saya dan zhea tidak pernah tunangan dan langsung menikah. Pestanya memang megah tapi tidak ada kebahagiaan dan kami pun tidak mempunyai foto pernikahan. Kamu Beruntung Rio, bisa menikah dengan orang yang tepat dan merasakan semua kebahagiaannya"
"Dokter juga beruntung, karena bisa memiliki adik kami" ucap Rio
"Soal foto pernikahan, kalian bisa berfoto kapan saja kan? Dan masalah kebahagiaan di hari pernikahan, kalian bisa menikah ulang. Dan jadikan hari itu hari penuh kebahagiaan. Anggaplah semua kebahagiaan itu sebagai penyembuh luka dan derita selama ini" sahut Niko
"Saya juga sudah memikirkan pernikahan. Mengingat kami sudah menandatangani surat perceraian walaupun tidak bercerai dan berpisah lama. Tapi, apakah zhea mau? Saya takut menanyakannya dan kecewa dengan harapan"
__ADS_1
"Zhea pasti mau dok. Bukankah sudah kelihatan bahwa zhea juga mencintai dokter? Jadi nggak ada alasan dong buat zhea nolak dokter nantinya" ucap Rio
Rere baru selesai di make up. "Wah, cantiknya anak mama" ucap mama Rere membelai wajah Rere
"Iya dong. Putri siapa dulu?" Sombong Rere
"Udah pasti putri kesayangan papa dan mama. Rio pasti nggak akan berpaling saat lihat kamu nanti"
"Pastinya. Rere kan QUEEN CANTIKNYA RIO"
"kamu tuh ya, pdnya nggak ketulungan"
"Bukan PD mah. Rio sendiri yang suka bilang kayak gitu"
"Terserah kamu deh. Oh iya zhea, sekarang giliran kamu ya di make up" ucap mama rere
"nggak usah Tante. Zhea....."
"Nggak ada penolakan" ucap mama Rere memaksa zhea duduk di kursi.
"Kalian, make up in pitri saya ini secantik mungkin" sambung Maman Rere berbicara dengan MUA
akhirnya dengan terpaksa zhea mau di make up. Walaupun bekerja di kantor, zhea jarang memakai make up. Sering kali Rere yang mendandani zhea saat mereka akan meeting.
"Rere, kamu jangan keluar dan tungguin zhea di sini. Mama mau ngasih baju ke Rio dulu"
"Baik mah"
"Kebetulan, kalian bertiga ada di sini. Ikut mama" ucap mama Rere melangkah menuju suatau ruangan. Rio, Niko dan exsel pun mengikuti dari belakang.
"Rio, ini stelan jas buat kamu" ucap mama Rere memberikan stelan jas warna hitam
"Ini buat Niko" ucap mama Rere memberikan jas warna navy ke Niko
"Dan jas hitam ini buat exsel, jasnya samaan Dengan Rio. Karena zhea juga Makai dress warna hitam. Jadi mama pilihin jas warna hitam juga agar kalian pakaian kalian senada "
"Terimakasih Tante. Tapi Tante nggak usah repot-repot nyiapin pakaian buat saya" ucap exsel
"Repot apanya? Zhea itu putri mama dan kanu suaminya. Sudah seharusnya mama memperhatikan kalian. Lagi pula, kalian pasti tidak menyiapkan pakaian yang cocok untuk pertunangan Rere mengingat apa yang telah terjadi"
"Sekali lagi terimakasih Tante"
"Nggak usah sungkan. Mulai sekarang jangan panggil tente lagi, tapi mama kamu mengerti?"
Exsel hanya mengangguk.
"Baguslah, kalian gantilah pakaian mama tinggal dulu" ucap mama Rere beranjak pergi
"Nggak usah sungkan dok. Mama orangnya emang kayak gitu" ucap Rio
__ADS_1
"Tente dan om itu orang baik, bahkan berlaku adil ke kita semua. Tidak membedakan antara Rere dan kami. Walau kami hanya anak angkatnya, tapi dia menyayangi kami seperti anak kandungnya sendiri" jelas niko
"Lho dan zheanya aja yang nggak mau manggil mereka papa mama. Padahal mereka sayang banget sama kalian" ucap Rio
"Bukan nggak mau Yo, cuma ngerasa nggak pantas aja"
"Mulai sekarang lho harus panggil mereka papa mama nik. Karena setelah gue sama Rere nikah nanti, mereka pasti lebih perhatian ke lho"
Niko hanya mengangguk
"Dokter juga harus biasain manggil mereka papa mama. Biar mereka nggak sedih"
"Akan saya usahain"
Para tamu undangan satu persatu berdatangan. Begitupun dengan para wartawan yang tidak ingin kehilangan berita di ahri pertunangan dua pembalap hebat yang bersatu ini.
______________
"Lho nggak datang ke pertunangannya Rere?" Ucap Zein, yang sudah rapih dan siap pergi
"Ngapain? Bikin jati nyesek aja liatnya" ketus Raka
"Ya bagaimana pun Rere itu pernah bekerjasama dengan perusahaan kita. Lagi pula, lho nggak pernah ungkapin perasaan lho ke dia kan?"
"Ya nggak sih"
. "Ya udah, apalagi permasalahannya? Lho nggak mungkin malu ketemu sama dia karena nggak punya pasangan kan?"
"Itu salah satunya. Emangnya lho ke sana nggak bawa pasangan"
"Sama Tiffany gue"
"Dih, mau balikan lho sama dia?"
"Nggak ada pilihan lain, gue malu ketemu sama zhea dan exsel kalo nggak ada pasangan, keliatan banget gamonnya entar. Kalo bawa Tiffany kan, kita pernah bersama dulu. Orang-orang akan ngira kalo gue benaran kembali sama dia nantinya"
"Ceritanya lho manfaatin Tiffany gitu?"
"Dulu dia manfaatin gue kan? Sekarang apa salahnya manfaatin dia sekali-kali"
"Pas banget kalo kalian jadi pasangan. Sama-sama punya niat licik"
"Udahlah lho mau berangkat nggak? Ntar gue suruh Tiffany bawa temannya buat jadi pasangan lho"
"Gue bisa pergi sendiri!"
__ADS_1
"berani taruhan? Gue nggak yakin lho bakal pergi"
"CK, lho suka banget ya buat mood gue hancur" ucap Raka