
Bab 255
1 Bulan berlalu......
Zhea baru selesai rapat. Kali ini Rere tidak ikut karena menjemput Rio, Niko dan kedua orangtuanya di bandara.
"Baiklah meetingnya cukup sampai di sini. Terimakasih atas kerja samanya" ucap zhea
" kami yang berterimakasih karena RZ COMPANY mau menerima tawaran kerja sama dari kami" ucap salah satu klien
"Memang seharusnya kami berterimakasih, karena masih mau bekerja sama dengan kami, di saat scandal-scandal zhea yang beredar" ucap Leon
"Scandal-scandal itu urusan pribadi, jadi tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Bodoh sekali jika kami melewatkan kerja sama ini, hanya karena scandal yang terlihat ingin menjatuhkan itu. Nina zhea hebat masih bisa profesional di saat keadaan seperti ini"
"Biarkan saja orang mau menilai kita seperti apa. Lagi pula, kita tidak meminta makan dari mereka kan?"
"Nona benar. melihat nona yang sikapnya Tenang dan profesional seperti ini, sangat mencerminkan seorang pemimpin yang hebat. Aplagi usia nona masih sangat muda" sahut salah satu klien.
Zhea hanya menanggapi dengan senyuman
Semua orang pergi meninggalkan ruang rapat. Kecuali zhea dan Leon.
"Sudah saya Katakan bukan? Bahwa yang terjadi tidak akan mempengaruhi perusahaan" ucap zhea
"Tetap saja kamu harus waspada zhea, jika perusahaan ini bangkrut, bagaimana dengan masa depan kamu dan el-razka nantinya. Bereskan semua scandal, jangan buat nama kamu rusak karena ini" ucap Leon beranjak pergi.
"Lho sibuk?" Ucap zhea menelpon zein
"Kenapa? Apa ada masalah" Sahut Zein di seberang sana
"Nggak ada. Gue cuma mau lho Temanin gue balapan. Rere ada urusan"
"Oke, sharelok aja tempatnya"
Di lain tempat, exsel di kerumuni wartawan, Celline yang baru kembali dari AS langsung memeluknya.
"Lex gue kangen. Lho pasti juga kangen kan sama gue?" ucap celline tanpa malu memeluk erat exsel
"Cel, lho apa-apaan sih? Lepasin nggak!" Ucap exsel melepaskan pelukan Celline padanya
"Prof. Exsel, wanita cantik ini siapa?". Wartawan1
"Apa kekasih dia kekasih prof? Atau istri baru prof?" Wartawan2
"Bagaimana dengan nona zhea? Apakah benar kalian sudah bercerai?" Wartawan3
"Apakah perceraian kalian karena perselingkuhan prof?. Karena nona zhea juga dekat dengan tuan Zein saat ini " Wartawan4
Celline ingin menjawab pertanyaan dari para wartawan Dengan mengatakan bahwa di adalah tunangan exsel dan zhea yang merebut exsel darinya. namun, sebelum itu terjadi, exsel langsung menariknya pergi.
______________
Mansion keluarga Tiffany.
"KAMU PUAS SEKARANG LARA! GARA-GARA ULAH KAMU PERUSAHAAN TERANCAM BANGKRUT DAN MASA DEPAN TIFFANY IKUT TERANCAM. BANYAJ YANG MEMBATALKAN KONTRAK KERJA DENGAN PERUSAHAAN BEGITUPUN DENGAN TIFFANY. ORANG-ORANG MEMBENCINYA, DNA TIDAK MAU LAGI MEMAKAI TIFFANY SEBAGAI MODEL, INI YANG KAMU INGINKAN BUKAN? OH ATAU KAMU SENGAJA MELAKUKAN ITU AGAR KAMI BISA MERASAKAN PA YANG ZHEA DAN LEIN RASAKAN WAKTU ITU IYA? " BENTAK LEON. KELUARGA ITU TAK LAGI HARMONIS SEKARANG.
"NGGAK MAS, AKU MGGAK ADA NIATAN KAYAK GITU"
"AKU MAU MASALAH INI CEPAT SELESAI. KALAU NGGAK, LEBIH BAIK KITA BERCERAI"
__ADS_1
"Nggak mas aku nggak mau" tanggis lara
"CEPAT ATAU LAMBAT JIKA KAMI JATUH MISKIN KAMU JUGA AKAN MENINGGALKAN KAMI KAN? MAKA, LEBIH BAIK PERGILAH DARI SEKARANG. KAMU NIKAH SAMA AKU KARENA AKU KAYA KAN? DAN KAMU JUGA NGGAK MAU PUNYA ANAK DARI AKU KARENA JIKA AKU JATUH MISKIN KAMU BISA MENINGGALKAN KU KAPAN SAJA!"
"NGGAK MAS, AKU BUKAN ORANG KAYAK GITU. AKU SAYANG SAMA KAMU DAN TIFFANY. WAKTU ITU AKU NGGAK MAU HAMIL KARENA PROFESI AKU SEBAGAI MODEL, KAMU TAHU SENDIRI KAN MAS?"
"DIAMLAH! SETIAP UCAPAN DAN AIR MATAMU ITU MEMBUATKU MUAK!" UCAL LEON BERANJAK PERGI
"MAS, KAMU MAU KEMANA MAS..." UCAP LARA MENGEJAR LEON NAMUN LEON SUDAH PERGI MENINGGALKAN MANSION
LARA MENGHAMPIRI TIFFANY YANG SEDARI TADI HANYA MENONTON PERTEKARAN MEREKA. "Tiffany tolong bantu mama ngebujuk papa kamu, sayang"
"Asal mama tahu, aku juga kecewa banget sama mama. Demi ngelindungi mama, aku membuat postingan yang malah menghancurkan karier aku sendiri. Nggak hanya itu, kak exsel dan Zein bahkan marah dan benci banget sama aku. Aku kehilangan semuanya ma, masa depan, harta, kepopuleran dan cinta. Aku bahkan nggak bisa keluar dari mansion ini sekarang. Mama puas liat aku menderita sekarang? Zhea benar, dia yang notabene anak kandung aja di buang apalagi aku yang hanya anak tiri"
"Tiffany mama....."
"STOP MA! AKU NGGAK MAU DENGAR APAPUN DARI MULUT MAMA"
_____________________
"Ngapain kamu main peluk-peluk di depan wartawan. Kamu mu kita jadi pembicaraan media iya" ucap exsel setelah mereka berhasil melarikan diri dari wartawan
"Aku cuma kangen sama kamu Lex. Makanya ketika liat kamu aku langsung meluk kamu"
"Kita nggak ada hubungan apapun lagi Celline. Please, jangan buat Masalah lagi"
"Kamu kan sudah bercerai Dengan zhea Lex, nggak apa-apa dong jika aku dekatin kamu lagi"
"Siapa bilang kami sudah bercerai? Bagiku zhea satu-satunya wanita dan satu-satunya istri gue celline. Sampai kapanpun gue bakalan mencintai dia, walau nanti terbukti kita sudah bercerai. lho, atau wanita manapun nggak akan bisa gantiin posisi dia"
"Apasih kelebihan zhea lex? Sehingga lho bisa dengan mudahnya gantiin gue dari hati lho"
"Yang jelas dia beda dari lho Celline. Dan jangan berharap apapun ke gue, karena itu hanya akan menyakiti perasaan lho sendiri" ucap exsel beranjak pergi
Sementara itu di lain tempat,, zhea baru selesai latihan balapan. Zein menyondorkan minuman untuknya
"Gue salut banget sama lho Zhe. Di saat orang-orang ngehujat dan ngomongin lho sana sini lho masih bisa santai dan bersenang-senang kayak gini"ucap Zein
"Lho masih mikirin dia setelah apa yang dia perbuat ke lho"
"Gue hanya prihatin ke dia. Sebaiknya lho temuin dia, ajak jalan-jalan dia pasti stres. Jangan sampai mentalnya rusak karena masalah ini"
"Nggak mau gue. Yang ada ke GR-AN dia nantinya"
"Gue nggak mau dia ngerasain apa yang gue rasain dulu. Untungnya gue punya Rere, Niko dan Rio. Tapi Tiffany, dia hanya punya silya sebagai sahabatnya. Gue nggak yakin silya mau bantuin dia di saat-saat seperti sekarang. Kalo lho emang nggak ada perasaan lagi sama Tiffany, setidaknya lho masih mau berteman dengannya. Kecuali kalo lho masih punya perasaan ke dia..."
"Oke, oke. Gue bakalan temuin dia. Bisa banget ngomongnya bikin orang nggak berkutik"
"Gitu dong" ucap zhea menyenggol bahu Zein.
Sementara itu, Rere, kedua orangtuanya, Rio dan Niko baru sampai di kos-kosan.
Niko menyalakan tv, di sana ada pemberitaan exsel dan Celline.
"Gila ya tuh sih Celline. Baru nyampe di Jakarta udah buat masalah aja" umpat Rere
"Sejak scandalnya Zhea Beberapa waktu lalu, gue dan Rio pengen banget bisa balik. Tapi urusan balapan dan kampus nggak bisa di tinggal. Atau, sertifikat kelulusan akan di tahan pihak kampus" ucap Niko
"Ya benar. Apalagi saat melihat foto-foto zhea terluka saat itu" sahut Rio
"Mama dan papa selalu memantau kalian. Mama ingin berbicara dengan Zhea sebelum menyusun rencana pertunangan kalian" ucap mama Rere
"Mama sama papa pulang ke apartemen aja dulu. Ada yang mau aku omongin sama Rio dan Niko tentang balapan. Tasya udah nungguin kalian di sana" ucap Rere
"Baiklah, mama papa pergi dulu. Nanti biar Rio yang antar ke apartemen" ucap pap Rere
"Sebenarnya apa yang terjadi re? Baik lho ataupun zhea nggak mau ngasih tahu ke kita. Kalian masih nganggap kita berdua nggak sih?" Ucap Niko setelah kedua orangtua Rere pergi
"Kita nggak bisa ngomong sembarangan nik, Yo. Ini demi melindungi zhea. Gue bakal ceritain semuanya, kalian jangan potong omongan gue sebelum gue selesai cerita" ucap Rere
Rio dan Niko hanya mengangguk. Rere lalu menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
__ADS_1
"Gue sakit hati banget ngeliat perjuangan zhea untuk perusahaan itu. Kalian tahu kan zhea itu keras kepala dan susah di omongin. Gue lihat Dengan mata kepala gue sendiri bagaimana pengorbanannya. Satu yang pasti, dia sengaja nyibukkin diri demi melupakan dokter exsel. Dia kurang tidur, kurang makan hanya untuk berdiri di posisi sekarang. Gue bahkan sering melihat dia menangis diam-diam dan sesekali menahan rasa sakit. Zhea nggak sebaik yang Kita lihat. Dia dan Zein sering pergi tanpa sepengetahuan gue dan Raka. Gue yakin, ada yang zhea sembunyiin dari kita. Gue sering lihat zhea kesakitan, dia sering minum obta untuk meredakan rasa sakitnya. Gue nggak berani bertanya, dia pasti akan mengelak atau memberikan alasan. Gue udah nyoba nyari tahu apa yang terjadi sama zhea, tapi Sampai sekarang tetap mggak ada hasilnya. Yo, nik gue takut zhea sakit parah. Gue sering lihat Zein bantuin zhea saat zhea merintih ke sakitan. Bagiamana jika zhea menyembunyikan rasa sakitnya dari kita. Bagiamana...."
"Udah re tenang ya. Semoga yang lho pikirin itu nggak benar" ucap Rio memeluk Rere
"Iya re. Yang terpenting sekarang, lho harus temanin zhea kemanapun dia pergi. Jika dia sakit, sangat mustahil bagi dia memberitahu kita. Gue dan Rio akan selidiki inii nanti" ucap niko
Pukul tujuh malam. Zhea datang ke kos-kosan Niko.
"I'm coming...." Ucap zhea menenteng beberapa plastik makanan dan minuman
Rere dengan cepat menutup pintu.
"Lho kok bisa ke sini? Jangan keluar tanpa pengawasan Zhe, lho bisa aja ketangkap wartawan nanti" ucapnya
Zhea hanya mengendikkan bahunya, Rio dan Niko mengambil alih plastik makanan dari zhea dan meletakkan di atas meja.
Zhea langsung memeluk kedua sahabatnya itu. "Kangen banget. Maaf ya, gue nggak bisa jemput kalian di bandara"
"Iya kita tahu kok kalo adek kita yang satu ini super duper sibuk" ucap Niko
"Gue bawain kalian makanan. Kalian pasti belum sarapan kan?"
Sahabat zhea itu mengangguk, mereka kemudian menyatap makanan yang zhea bawakan.
"Lho selama ini baik-baik aja kan Zhe?" Ucap Rio
"Kalian bisa lihat sendiri kan gue baik-baik aja. Scandal-scandal yang beredar itu nggak bisa nurunin mental gue. Kalian lupa, kalo gue sering dapat masalah lebih dari ini. Jika samudera bisa di Selami kenapa harus takut dengan air kolam" ucap zhea
"Maksud kita itu, lho selama ini nggak sakit kan? Demam mungkin?" Ucap niko
"Kalian nggak usah khawatir, gue sehat-sehat aja kok. Ya kali kan gue sakit Rere nggak ngabarin kalian. Lagi pula, gue itu bukan tipe orang yang mudah sakit jika kalian lupa"
Ketiganya saling tatap kemudian hanya mengangguk.
"Zhe, mama mau ngomong sama lho nanti. Nanti ke apartemen gue dulu ya" ucap Rere
"Habis makan kita langsung ke sana. Tante pasti mau minta gue jadi pendamping lho di hari pertunangan dan pernikahan kalian nanti"
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Saat sampai di loby apartemen, zhea,Rere,Niko dan Rio papasan dengan Tasya.
"Mau kemana?" Tanya Rere
"Jenggukin kak celline. Aku baru liat beritanya" jawab Tasya melirik zhea
"Nggak usah. Balik ke apartemen sekarang" cegah Rere
"Re,. Kok lho nggak ngebolehin Tasya ketemu kakaknya sih" ucap Niko
"Celline itu licik. Gue nggak mau nih anak satu ketularan dia"
"Rere sayang. Bagaimana pun Celline kamu nggak bisa larang dia ketemu sama tasya. Mereka itu sepupuan" ucap Rio lembut
"Yaudah deh. Jangan lama-lama, hubungi gue kalo dia jahatin lho"
Tasya menganguk "makasih ya kak udah khawatirin aku. Aku pergi dulu, dan akan segera kembali"
__ADS_1