
Setelah dua hari libur Celina dan Rian kembali dengan aktifitas mereka masuk sekolah begitupun dengan Putri dan yang lain, Mereka kembali dengan buku buku dan materi yang guru berikan.
Seperti pagi ini Celina dan Putri tengah serius mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru killer di sekolah mereka, satu jam setengah Celina tengah sangat serius dengan apa yang dikerjakan bukan hanya mereka tapi semua murid yang ada di kelas Celina dan Putri.
Karena guru satu ini juga sangat pelit dengan Nilai, sudah terkenal dengan keganasan dan juga pelit Nilai dia juga dibilang sangat malas untuk menjelaskan materi yang belum di mengerti.
Dua jam berlalu kini semua murid sudah mengumpulkan tugas mereka di atas meja dan tentu saja buku buku itu bukan Bu Vivi yang akan membawa tapi salah satu murid yang Bu Vivi suru untuk membawa ke ruangan nya.
Seperti saat ini Celina yang disuruh membawa buku buku itu ke ruangan Bu Vivi dengan langkah santai dia menyusuri lorong sekolah dan saat ingin sampai ruangan Bu Vivi dia melihat Rian dengan seorang perempuan yang tenga bergelayut di lengan kekar suami nya.
Celina masuk ke dalam ruang Bu Vivi setelah menaruh semua buku yang dia bawah di meja Bu Vivi Celina keluar dari ruangan nya. Celina masih melihat suami nya tengah marah marah tapi perempuan itu tidak mau melepas lengan kekar suami nya.
Celina mendekat dan semakin mendekat. "Brukkk"
"Ahhh, Sialan"
Dian perempuan itu Dian perempuan ke dua setelah Laily yang menyukai Rian, selama ini Dian tidak mendekati Rian karena takut akan berhadapan dengan Laily. Dia sekarang berani mendekati Rian karena Laily sudah pindah sekolah sejak ke jadian memalukan waktu itu.
"Elo berani dorong kakak kelas???"
"Berani kenapa???"
Dian bangun dari duduk nya mendekat ke arah Celina dan ingin menjambak Celina sebelum itu terjadi Celina sudah dulu menarik rambut Dian. Tidak sampai sana Celina melepaskan tarikan rambut nya dengan sangat kasar.
Membuat rambut Dian mengembang dan ada juga yang rontok karena ula Celina. "Elo denger baik baik sialan, gue enggak suka milik gue di sentuh orang lain"
"Siapa elo yang berani ngelarang gue sialan???"
"Jelas gue tunangan Rian dan elo enggak usah dekat dekat punya gue"
"Hems cewek kayak elo paling paling memberikan tubuh elo buat dapatin Rian dan saat Rian bosen elo bakal dihempas sama Rian"
"Iyah gue berikan dia apa yang dia minta kenapa iri yah??? Elo coba aja kasih badan elo ke Rian mau enggak dia??? Orang sudah bekas banyak laki"
"Sialan elo yah"
Sebelum mereka melanjutkan bertengkar Rian sudah membawa Celina untuk pergi dari sana agar enggak terjadi keributan yang akan membawa guru Bk datang.
Rian mengajak Celina taman belakang sekolah dimana tempat nya sangat indah dan terawat banyak murid murid yang sering menghabiskan waktu nya di sana. "Sayang kamu enggak papa???"
__ADS_1
"Aku enggak papa!! Kenapa???"
"Aku khawatir tangan kamu sakit"
"Jangan khawatir kak aku baik baik saja"
Celina duduk di kursi kayu yang ada di taman dia duduk bersandar di sana dia melihat Rian yang tengah berdiri didepan nya. Celina saat menatap manik Rian selalu saja teringat malam dimana dia dan Rian bersatu.
"Kenapa sayang pipi wajah kamu memerah???"
"Tidak aku tidak apa apa kak"
Rian memegang dahi Celina dan tidak panas dia memegang tangan Celina juga tidak panas, tapi wajah Celina memerah, Rian bingung dengan wajah Celina yang memerah.
"Kamu tidak panas sayang!!"
"Aku memang tidak sakit kak, aku sagat baik kak"
"Yah sudah kalau begitu sayang!! Kamu tidak kembali ke kelas???"
"Tidak sudah tanggung sebentar lagi jam berbunyi kak"
"Masih ada satu jam lagi sayang"
Rian dengan patu duduk disamping Celina, Rian duduk menghadap Celina yang juga menatap nya. "Kenapa???"
"Apa kemarin aku sudah tidak suci kak???"
"Kamu masih suci sayang!! Aku yang pertama membobol nya"
"Apa kakak tidak membohongi ku???"
"Tidak buat apa kakak membohongi kamu"
Celina tidak lagi berbicara dia menyandarkan kepala nya di lengan Rian, sedangkan Rian mengucap kepala Celina dengan lembut.
"Oh kalian uwa uwa disini yah!!!"
Teriak murid perempuan yang ada dibelakang mereka, Ketos waktu nya berkeliling dan dia penasaran dimana Celina kenapa tidak kembali ke kelas dan tepat sekali Ketos waktu nya buat keliling mengecek siswa siswi yang bolos di jam pelajaran.
__ADS_1
Celina dan Rian menoleh kebelakang menatap siapa yang mengganggu mereka. Celina dan Rian menggaruk kepala mereka yang tidak gatal dan cengengesan setelah melihat siapa yang ada di belakang mereka.
"Hay ketos"
"Hay adik ku yang cantik"
"Licin bener tuh mulut kak"
"Kalia berdua harus aku hukum biar tau rasa!!"
"Dek jangan main hukum hukum dong ini tadi gara gara panci bocor"
"Panci bocor??? Maksud kakak Sih Dian???"
"Iyah"
Rian menceritakan semua yang terjadi di samping ruang Bu Vivi, setelah menceritakan semua kejadian Rian berharap sang adik mengurungkan Niat nya menjadi ketos yang baik.
"Lalu apa hubungan nya kalian pacaran di sini kejadiannya juga sudah lewat satu jam yang lalu"
"Sudah lah dek aku telpon Irwan dulu biar kamu ada temen"
"Jangan ganggu di-"
Perkataan Putri berhenti saat melihat Irwan ada di sini dengan menenteng makanan ditangan nya yang jelas Irwan sempat dari kantin sebelum ke sini.
"Eh sayang kamu juga ada di sini???"
"Gem sayang, kenapa kamu ada di sini???"
"Mau bolos lah apa lagi!! Guru nya jahat banget sayang"
"Kalian bertiga ke lapangan!!!!!!!!!!"
Mereka bertiga terkejut mendengar apa putri katakan mereka dengan spontan lari dari taman keluar dari sana kembali ke lorong sekolah.
Putri mengejar mereka semua dan menyuruh mereka lari lapangan sepuluh kali. Setelah itu Putri duduk di tepi lapangan dibawa pohon yang teduh melihat kakak dan kekasih nya dihukum di lapangan.
Jika Rian dan Irwan Sepuluh kali beda lagi dengan Celina yang hanya lima kali, terkesan sangat mencolok bawa Celina diistimewakan. Setelah Lima putaran Celina mendekat ke arah Putri yang ada disampingnya. Tempat nya sejuk sekali.
__ADS_1
Berbeda dengan Rian dan Irwan Setelah sepuluh putaran mereka berduduk di tepi lapangan dengan membuka baju yang basa karena keringat dan tentu saja semua siswi yang melintas lapangan menjerit melihat makhluk tampan selain itu siwa siswi mengetahui tidak ada yang dekat siapa pun selain teman lama atau orang istimewa di hidup mereka.
Contoh nya seperti Celina dan Rian yang akhir akhir ini menjadi perbincangan hangat para siswa siswi kedekatan Celina dan Rian. Begitupun dengan ketos yang juga akhir akhir ini dekat dengan Irwan. Murid sama sama most wanted dekat, juga berita new yang selalu menjadi toping.