BAD GIRL

BAD GIRL
DI RUMAH PART 2


__ADS_3

Waktu sangat cepat kini Rian sudah ada di rumah nya dia baru pulang dari sekolah pukul 4 sore, Rian menaiki tangga menuju lantai dua rumah nya, saat sudah sampai di lantai dua dia berjalan ke arah kamar nya.


Saat ingin membuka pintu kamar nya pintu kamar sudah terbuka memperlihatkan Celina yang akan keluar dari kamar. "Sayang kamu di mana???"


Celina tidak menjawab apa yang Rian tanyakan dia memilih melewati Rian begitu saja, Rian sangat bingung dengan tingkah Celina. "Kenapa yah dengan Celina"


"Sayang"


Celina tidak menolah dan tidak juga berhenti dia terus saja berjalan tanpa menghiraukan Rian yang ada di belakang nya bertanya kenapa dengan nya, tapi Celina tidak menjawab dan tidak menggubris apa yang Rian katakan.


Sampai di lantai bawah Celina berhenti di anak tangga terakhir dan Rian tidak menyadari Celina berhenti di anak tangga terakhir, Rian sendiri terus berjalan tanpa melihat Celina.


"Brukk"


"Ahh"


Rian sangat terkejut saat menabrak sesuatu saat dia lihat ternyata Celina hampir tersungkur ke depan karena di tabrak Rian dari belakang. Rian mendekat ke arah Celina, sedangkan Celina menatap nyalang Rian yang sudah ada didekat nya.


"Sayang kamu enggak papa kan???"


"Jangan sok peduli"


"Jelas aku perduli sayang karena aku suami kamu"


"Hemmz" Celina melengos dan pergi dari sana tanpa memperdulikan Rian, sedangkan Rian ternganga di tempat melihat Celina yang meninggalkan diri nya.


Rian kembali mengejar Celina yang ingin masuk ke dapur. "Sayang kenapa lagi sama aku???"


"Kamu pikir aja sendiri"


"Hah!!!"


"Kakak kenapa selingkuh dari aku???"


"Enggak sayang"

__ADS_1


"Tadi Dian kesini kak!!!"


"Ngapain dia sini sayang???"


"Dia minta pertanggung jawaban kakak!!"


Celina menceritakan semua apa yang dia dengar saat dia turun untuk mencari putri yang enggak ada disamping nya, setelah mendengar nya Celina kembali ke kamar nya dan pura pura tidur takut kalau Putri kembali ke kamar nya.


Rian sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Istrinya barusan, diri nya saja dekat dengan nya tidak apa lagi menyentuh nya dan melecehkan nya. Sungguh sangat diluar dugaan apa yang di perbuat dengan sangat berani dia datang ke sini menemui Melati.


"Kenapa kakak Diam??? Apa itu benar??? Kakak melecehkan nya???"


"Sayang aku tidak melakukan apa apa!!"


Melati yang ingin masuk ke dapur di urungkan karena mendengar suara dan menantu nya yang ada di dapur, Melati ingin tau apa yang membuat Celina suara nya sangat serak seperti ingin menangis.


"Jangan bohong kakak!!! Apa tidak ada aku jadi kakak sesuka hati dengan nya???"


"Sayang jangan percaya dengan Dian yang gila itu, kamu tidak ingat dengan Laily sayang!!! Dia sama gila nya dengan Laily"


"Kak Laily hanya membuat keributan saja dengan ku tidak dengan Dian dia datang kemari menemui Mama!!! Apa salah aku mencurigai kakak melakukan itu???"


Deg...


Melati terkejut bawa menantu nya tau kalau Dian datang kemari untuk meminta dia pertanggung jawaban, Melati mengira bawa Celina tidak mengetahui karena Putri bilang Celina sedang tidur.


Melati yang juga penasaran apa benar putra nya melakukan itu dengan wanita lain. Selain istri nya sendiri, Melati tidak akan membiarkan Celina dan Rian terjebak dalam kesulitan, karena di usia mereka sangat rawan akan egois yang ada di dalam diri mereka.


"Kamu tidak percaya sayang??? Kamu boleh bertanya dengan Irwan atau Bastian sekarang juga"


"Hemmm kakak pasti sudah menyuruh mereka buat tidak mengaku dan berbohong"


"Kita lihat apa yang terjadi besok sayang!! Apa setelah aku tau dia masih berani menemui ku??? Dan saat itu kamu bisa bertanya dengan nya"


Saat Rian selesai mengatakan apa yang ada di pikiran nya, Melati masuk ke dapur dia menatap kedua anak dan menantu muda nya. Melati tidak melarang menikah di usia muda karena itu tidak akan membuat dosa.

__ADS_1


Tapi seperti saat ini egois yang ada didalam diri mereka belum hilang, jangankan diusia mereka diusia autor juga masih labil dan egois wkwkwk. Melati semakin mendekat ke arah mereka dan menatap ke dua nya dari dekat.


"Nak kalian masih dini sekali untuk memulai pernikahan yang suci!! Di dalam diri kalian masih ada sifat egois dan labil. Rian yang berusia delapan belas tahun dan kamu nak beru akan tujuh belas tahun sangat sangat muda. Kalian harus nya saling mendukung satu sama lain dan harus saling mengerti dan menghargai. Terutama kamu Rian kamu harus menjaga perasaan istri kamu"


"Iyah Maa" Dengan menatap Celina yang ada didepan nya yang berkaca kaca


"Apa perna kamu melihat papa marah, berteriak kepada Mama selama ini sayang???"


"Tidak Ma!!! Maafkan aku Sayang"


Melati menapa Celina yang sudah berkaca kaca ingin menangis, air mata nya sangat berarti bagi Melati. Melati sudah menganggap Celina putrinya dia tidak akan membiarkan putra nya menyakiti menantu nya.


"Jangan bersedih nak!! Percaya dengan Rian dan hati kecil kamu makan akan terselesaikan. Cari tau apa gadis yang datang kemari itu memang pernah disentuh Rian atau tidak" Melati mengusap pucuk kepala Celina dengan sayang.


"Kalian pergi ke kamar saling mengintropeksi diri masing masing dan berbaikan Mama akan memasak untuk makan malam"


"Iyah Ma" mereka menyahut dengan sangat kompak.


Setelah itu kedua nya melangka meninggalkan dapur bersama dengan Rian yang menggandeng tangan Celina dengan sangat erat takut Celina akan pergi meninggalkan diri nya. Rian sangat mencintai Celina begitu dalam apa lagi setelah malam itu Rian berjanji akan selalu menjaga Celina dan Celina akan menjadi napas terakhir nya.


Mereka menaiki anak tangga untuk kelantai dua dimana kamar mereka berada, Rian membuka pintu kamar mereka dan masuk ke dalam. Rian tidak melepaskan tangan Celina dia menatap Celina yang masih diam dengan pikiran nya.


Rian berjalan ke depan Celina dia menatap mata indah Celina dengan sangat dalam. "Sayang aku akan menjelaskan semua dengan kamu setelah aku mandi"


"Iyah kakak dan Maafkan aku"


"Ini bukan salah kamu"


Rian mencium tangan Celina yang ada digenggaman nya dengan sangat sayang, Rian menyalurkan semua rasa Cinta nya kepada Celina istri nya. Istri yang akan menemani nya sampai maut memisahkan.


Setelah mencium tangan Celina Rian beralih ke kening Celina lalu terakhir bibir pink Celina. Rian masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Celina dia duduk di sofa yang ada dikamar mereka berdua. Celina kembali teringat kata kata Dian yang mengatakan kalau Rian suami nya melecehkan nya.


Celina membuang napas lelah sangat sulit untuk memiliki hubungan dengan Rian yang banyak yang menyukai nya apalagi Rian dan kedua temannya most wanted di sekolah mereka.


Celina berdiri dari duduk nya mengambil ponsel yang ada dimeja belajar Rian dan Celina lalu melangka ke arah Ranjang king size nya. Celina duduk dengan mengotak atik ponsel nya setelah itu Celina mendekatkan ponsel nya ke telinga nya.

__ADS_1


Celina menghubungi Ibu nya dan menceritakan semua yang terjadi hari ini setelah Celina mendapat pencerahan dari Siska Ibu nya dia menutup sambungan telpon dan tepat saat Celina menaruh ponsel nya di atas meja kecil yang ada disamping ranjang nya Rian keluar dari kamar mandi dan menatap Celina dengan Senyum yang sangat manis lalu masuk ke dalam walk in closet.


__ADS_2