
"Hai sayang" ucap cowok tersebut.
"Ngapain lo kesini" jawab Naura.
"Mau ketemu pacar" ucap cowok tadi yang bernama Dewa.
"Pacar, dasar nggak tau diri udah jadi mantan juga" ucap Naura.
"Mantan aja bangga" ucap Lolly.
"Urusan gue bukan sama kalian, tapi sama dia" ucap Dewa sambil menunjuk Lisa yang berada di samping Evelyn.
"Tapi urusan dia juga urusan kita" ucap Cinta.
"Mending lo pergi deh, lo disini cuma ngerusak pemandangan doang" ucap Naura.
"Apa hak lo buat ngusir gue" ucap Dewa.
"Ini cafe punya kakak gue, dan lagi lo tuh kaya nggak tau diri udah nyakitin tapi segampang itu minta balikkan, urat malu udah putus" ucap Naura.
"Udah Ra, nggak udah dilanjutin" ucap Cinta, karena ia yakin bahwa Naura aka terus menghina Dewa dan takutnya Dewa akan menyakiti Naura.
"Hust, lo diem aja" ucap Naura sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibit Cinta.
"Mending lo pergi deh" ucap Naura.
"Gue nggak akan pergi sebelum gue bicara sama Lisa"
"Yaudah bicara aja, tinggal ngomong juga apa susahnya" ucap Naura.
"Gue maunya berdua sama Lisa"
"Tapi gue nggak ngijinin" ucap Naura.
"Kenapa sih lo ikut campur urusan gue" ucap Dewa kesal.
" Tahan mereka, kecuali dia" ucap Dewa sambil menunjuk Lisa.
"Dia biar gue aja yang urusin" lanjut Dewa. Semua anak buahnya menhampiri Naura, Lolly, Cinta, dan Evelyn.
Naura yang baru menyadari kehadiran para antek² Dewa pun mencoba melarikan diri, namun gagal karena dia kalah cepat dengan mereka. Dan Naura beserta teman temannya dibawa keluar dari area cafe.
"Lepas" ucap Cinta karena kedua tangannya di cengkram erat oleh anak buah Dewa.
"Coba aja lo diem dari tadi Ra, gue pastiin lo nggak akan begini" ucap Dewa sambil berjalan menarik tangan Lisa dengan kasar.
Sedangkan Naura masih diam menunggu saat yang tepat untuk menyerang.
"Lo ikut gue" ucap Dewa sambil menarik Lisa menuju mobilnya.
"Lepasin" ucap Lisa sambil meronta-ronta.
"Diem atau gue nggak segan segan nyakitin lo" bentak Dewa.
"Gimana dia mau nurut kalau lo kaya gitu" ucap Naura lantang.
Bugh
Darah keluar dari sudut bibir Naura.
"Beraninya sama cewek doang" ucap Cinta.
"Bawa mereka pergi jangan sampe mereka ganggu gue" ucap Dewa sambil menarik Lisa untuk masuk ke dalam mobil.
Saat semua antek² Dewa sedang mengikat tali di tangan mereka, dan membawa mereka pergi entah kemana. Yang ia lakukan hanya bisa diam. Karena mereka masih didalam mobil dan kesempatan untuk melarikan diri sangat sedikit.
"Keluar" ucap salah satu antek² Dewa.
"Bawa mereka kedalam" lanjutnya.
Mereka pun digiring masuk ke sebuah bangunan, yang sepertinya itu adalah markas merek namun keadaannya sepi.
"Kotor banget ihh" ucap Cinta, dia paling tidak suka tempat kotor.
"Banyak komen lo"
"Iyalah kan gue punya mulut" ucap Cinta.
"Ngomong lagi gue jahit tu mulut"
"Yaudah sini jahit, lagian gue juga tau kalau lo nggak bisa jahit, mana ada cowok brandal bisa jahit" ucap Cinta.
Naura pun memanfaatkan kesempatan untuk melepaskan tali yang ada di tangannya.
Bugh
Naura menendang perut salah satu cowok yang membuatnya jatuh tersungkur. Semua orang pun kaget, apalagi para antek² Dewa.
Naura pun mulai menyerang mereka satu persatu.
Bugh
Bugh
Dua orang sudah ia kalahkan, kini tinggal satu orang lagi. Sedangkan teman temannya sedang berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangan mereka. Saat Naura ingin memukul lawannya tiba-tiba
Brak
Kepala Naura dipukul menggunakan kayu dari belakang, membuat jatuh dan kepalanya mengeluarkan banyak darah.
"NAURA" ucap Lolly, Cinta dan Evelyn.
"Lo itu cewek jangan ngelawan cowok" ucap cowok yang tidak ia ketahui namanya.
__ADS_1
"Kalau lo masih nekat gue nggak segan segan bunuh lo" ucap cowok tersebut.
Bugh
Kepala cowok tersebut dipukul oleh Lolly.
"Sebelum lo bunuh dia gue dulu yang bunuh lo" smirk terpampang di wajah Lolly.
Bugh
Bugh
Bugh
Lolly membabi buta lawannya. Evelyn yang melihat itu pun menganga karena ia jarang melihat Lolly seperti itu. Ia hanya akan begitu jika ia benar-benar emosi dengan lawannya.
"Lyn lo urusin Naura, gue sama Lolly aja yang urusin" ucap Cinta.
"Okey" ucap Evelyn lalu beranjak ke tempat Naura. Penampilan gadis didepannya sudah acak-acakan. Baju sekolah yang terkena darah, rambut yang berantakan, dan almamater sekolah yang sudah tidak bersih lagi.
"Yuk pergi kita obatin kepala lo" ucap Evelyn.
"Nggak gue harus cari Lisa, kalian tanggung jawab gue, seharusnya gue bisa jaga kalian" ucap Naura.
"Dan lo juga tanggung jawab gue karena lo sahabat gue. Nanti gue suruh bodyguard gue buat cari dia, dan sekarang kita obatin dulu luka lo sebelum semakin parah" ucap Evelyn.
"Tapi-" ucapan Naura dipotong oleh Lolly.
"Udah nggak usah tapi tapian sekarang obatin dulu, habis diobatin lo boleh cari Lisa" ucap Lolly yang baru datang bersama dengan Cinta.
"Iya betul kata Lolly" ucap Cinta.
"Oke" ucap Naura dengan nada pasrahnya.
Naura dan Evelyn pun pergi ke rumah sakit, sebelumnya Evelyn sudah menyuruh supir nya untuk datang menjemput. Sedangkan Lolly dan Cinta pulang untuk mengganti baju dan juga untuk mengambil baju ganti untuk Naura dan Lolly.
ⓃⒺⓍⓉ
Author POV
"Lo ikut gue" ucap Dewa sambil menarik Lisa menuju mobilnya.
"Lepasin"
"Diem atau gue nggak segan segan nyakitin lo" bentak Dewa.
Deg
Jantung Lisa berdetak 2 kali lebih cepat. Ia tidak ingin trauma masa lalunya kembali.
"Gimana dia mau nurut kalau lo kaya gitu" ucap Naura lantang.
Bugh
Darah keluar dari sudut bibir Naura.
"Beraninya sama cewek doang" ucap Cinta.
"Bawa mereka pergi jangan sampe mereka ganggu gue" ucap Dewa sambil menarik Lisa untuk masuk ke dalam mobil.
"Diem atau gue nggak segan segan buat macem macem sama lo" ancam Dewa lalu menancap gas dan menjalankan mobil.
Deg
Jika sudah seperti ini Lisa sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Mau melawan tapi ia sedang berada di dalam mobil, ia harus menunggu kesempatan yang tepat terlebih dulu.
Mobil berhenti di depan sebuah rumah yang lumayan megah. Lisa ditarik paksa untuk masuk kedalam rumah tersebut.
Saat dewa sedang ingin membuka pintu Lisa memukul Dewa hingga dia jatuh tersungkur.
Dewa yang melihat Lisa lari pun tidak tinggal diam. Dia melempar vas bunga ke arah Lisa.
Prangg
Vas bunga yang Dewa lempar mengenai kepala Lisa, dia pun jatuh. Cairan merah pun keluar dari kepalanya. Pusing itulah yang dirasakannya.
"Udah disuruh nurut masih aja ngelawan" ucap Dewa sambil menghadap Lisa yang sudah tidak berdaya.
"Sekarang udah nggak bisa apa apa lagi kan" ucap Dewa sambil menyeringai.
Ting
Suara notifikasi dari handphone milik Dewa. Dia pun mengambil handphonenya dari saku celananya.
Baron
Naura sama temen temennya kabur
Rahang dewa mengeras. Dia tak habis pikir, bagaimana bisa 6 laki² kalah dengan perempuan yang jumlahnya lebih sedikit.
Brak
Pintu dibuka dengan kasar dari luar. Dewa pun dibuat kaget karenanya. Ternyata mereka adalah Naura, Lolly, Cinta dan Evelyn.
"Bangs*t lo beraninya sama cewek doang" ucap Naura dengan lantang.
"Katanya sayang, tapi disakiti. Situ waras" ucap Cinta.
Naura memberi kode pada Cinta dan Evelyn untuk menolong Lisa. Dan dia yang akan menangani nya, walau sebenarnya kepalanya masih terasanya nyeri tapi dia tidak peduli.
Naura langsung berlari ke arah Dewa dan menendang perutnya, Dewa yang diserang tiba-tiba pun kaget. Naura langsung memukulnya lagi hingga Dewasa jatuh. Naura menarik kerah baju si laki-laki itu dan melayangkan pukulan di wajahnya berkali-kali.
"Itu balasan yang udah nyakitin sahabat gue" ucap Naura, lalu dia langsung mengajak teman-temannya untuk pergi.
__ADS_1
"Lo gak papa kan?" tanya Naura kepada Lisa.
"Ga papa kok, cuma luka di kepala aja" ucap Lisa.
"Eh ga papa gimana, itu ada luka berarti lo kenapa kenapa" ucap Naura
"Udah woy, mending kerumahnya sakit aja dari pada ribut" ucap Lolly menengahi.
"Iya iya" ucap Naura.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergu ke rumah sakit.
♢♦♢
"Gila lo Ra nyetir kek orang balapan" protes Cinta.
"Biar cepet sampe" ucap Naura dengan santai seperti tidak melakukan kesalahan apa-apa.
"Cepet sih cepet tapi nggak gini juga" ucap Evelyn kesal.
"Tadi yang nyuruh cepet siapa?lo kan, jadi jangan protes lagian juga udah nyampe" ucap Naura dengan watados nya.
Flashback on
"Ra bisa cepet dikit nggak" ucap Evelyn. Sekarang mereka sedang perjalanan menuju rumah sakit menggunakan mobil Naura. Sedangkan Lolly dan Lisa menggunakan mobil yang berbeda.
"Okey" ucap Naura langsung menancap gas.
"NAURAAAA" teriak Cinta. Karena Naura mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata untungnya jalanan sedang sepi.
"Diem nyet, berisik lo" ucap Naura.
"Gue ga mau mati anjirr" ucap Cinta.
"Dua in" ucap Evelyn.
"Gue juga ga mau" ucap Naura.
"Kalau ga mau ya jangan ngebut" ucap Cinta dengan kesal.
"Tapi gimana dong udah terlanjur nyaman dengan kecepatannya" ucap Naura dengan watados.
"Anjirr" ucap Evelyn. Dia tidak protes karena dia yang meminta Naura untuk menambah kecepatannya, kalau sudah terlanjur begini ya mau bagaimana lagi.
Flashback off
"Udah lah mending kita cus ke kantin laper gue" ucap Naura lalu berjalan menuju kantin rumah sakit diikuti dua sahabatnya yang mengekor di belakangnya.
"Lisa dibeliin makanan sekalian nggak?" tanya Cinta.
"Serah" jawab Naura.
"Kalau dibeliin tapi gamau makan gimana" ucap Cinta.
"Ya tinggal lo makan aja" ucap Naura.
"Ya kali gue makan dua porsi" ucap Cinta.
"Tinggal di chat orangnya apa susahnya" sahut Evelyn yang sedari tadi hanya diam.
"Ngomong kek dari tadi" ucap Cinta.
"Gitu doang pake nanya" ucap Naura.
"Menurut gue ga udah dibeliin aja deh" ucap Evelyn.
"Kenapa?" tanya Cinta.
"Itu orangnya udah makan duluan" ucap Evelyn sambil menunjuk ke arah tempat Lisa dan Lolly makan.
"Samperin kuy" ucap Naura. Mereka pun menuju tempat Lolly dan Lisa.
"Gini ya kita nungguin yang di tunggu makan" ucap Cinta.
"Maaf beb dah laper" ucap Lisa.
"Cepet habisin kita pulang", ucap Naura.
"Lah katanya mau makan", ucap Evelyn.
"Singa jantan dirumah gue entar ngamuk kalau gue pulang lama" ucap Naura.
"Singa Jantan?" tanya Lisa.
"Bang Leo" ucap Naura.
"Oohhh"
"Yuk pulang gue udah **** nih"" ucap Lolly.
"Kuy"
❃❃❃❃
*Hello guys i'am comeback.
Sorry nih lama ga update. Mohon maaf bila banyak yang typo, ni keyboard emang ngajak ribut.
Okey jangan lupa vote ya, biar author makin semangat.
Oke see you
Bay bay*
__ADS_1