BAD GIRL

BAD GIRL
Curang!


__ADS_3

Bab 71


Exsel terbangun dari tidurnya, dia melihat jam di ponselnya pukul 04;30 shubuh.


Exsel melihat zhea yang tidur bersandar di bahunya pun tersenyum "cantik dan tenang" batinnya.


Beberapa saat kemudian, baterai ponsel exsel pun habis. Keadaan mereka di sana gelap gulita. Exsel kembali memejamkan matanya menunggu zhea terbangun.


Matahari mulai menampakkan dirinya, zhea pun terbangun dari tidurnya. Dia kaget, ketika melihat exsel di sampingnya.


"Kauuu" teriak zhea


Exsel membukakan matanya, karena dia sudah terbangun dari tadi. Dan memang sengaja membiarkan zhea terbangun lebih dulu.


"Lho ngapain di sini?"


Exsel hanya diam. Dia memeluk ke dua kakinya, sedangkan pandangannya menatap ke arah danau.


"Eh, jawab pertanyaan gue. Sejak kapan lho ada di sini"


"So, saya harus jawab yang mana dulu?" Ucap exsel


"Kedua-duanya"


"Aku ingin menantangmu balapan"


"What? Gue nggak salah dengar"


"Ya. Persyaratannya, jika gue kalah gue nggak bakalan muncul lagi di kampus, di rumah sakit, bahkan di kehidupan lho seumur hidup. Tapi, jika gue menang gue mau lho belajar dengan baik kejar semua ketertinggalan pelajaran lho dan gue bakal bimbing lho sampai lho lulus. Bagaimana?"


"CK, jika ingin menjauh. Ya menjauh saja. Tidak perlu menggunakan taktik Seperti ini"

__ADS_1


"Kenapa? Kau tidak berani balapan denganku"


"Gue bukannya nggak berani. Tapi gue nggak yakin lho bisa menang"


"Jika belum mencoba. Maka kita tidak akan pernah tau hasilnya"


"Gue nggak ingin balapan jika itu syaratnya"


"Oke. Jika begitu selamat tinggal" ucap exsel beranjak pergi.


"Tunggu"


Exsel pun berhenti berjalan.


"Gue bersedia balapan, tapi syaratnya jika gue menang lho harus mau jadi pacar pura-pura gue di depan Tiffany"


"Oke. Siapa yang lebih dulu sampai di kampus, dialah pemenangnya. Tidak ada peraturan apapun dalam balapan ini. Anggap saja, seperti pepatah siapa cepat dia dapat"


Mereka berdua lalu masuk ke mobil masing-masing.


" Hitungan ke tiga mulai" ucap zhea. Exsel hanya mengangguk


"One"


"Two"


"Three"


Balapan pun di mulai, zhea mengeluarkan ke ahlinya dalam balapan. Sementara exsel, hanya menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


"Dengan kecepatan seperti itu, kau tidak akan pernah menang. Dokter yang hanya bekerja di rumah sakit, menantang seorang pembalap. Ini benar-benar lucu" ucap zhea tersenyum semirk

__ADS_1


Jarak mereka berdua pun semakin jauh, sehingga mobil exsel pun tidak terlihat lagi di belakang mobil Zhea.


"Jangan harap bisa menang"


Sementara itu, exsel tersenyum dan membalikkan arah mobil. Dia memilih jalan pintas untuk sampai ke kampus. Kemudian, baru menambahkan kecepatan mobilnya.


Selama exsel memperhatikan zhea melempari batu ke danau, exsel sudah mencari di internet tentang jalan lintas di sana. Maka dari itu, dia menantang zhea.


30 menit kemudian, exselpun sampai di parkiran mobil. Dia keluar dari mobil dan melihat-lihat sekitarnya dia tersenyum karena mobil Shea tidak ada di sana.


"Sepertinya, rencanaku berjalan dengan lancar" ucap exsel tersenyum senang.


Beberapa saat kemudian, zhea pun sampai di parkiran kampus. Dia terkejut melihat exsel ada di hadapannya.


"Kau, harus menempati janjimu. Untuk kuliah dengan benar"


"Kau curang!"


"Bukankah sudah aku katakan, tidak ada aturan apa pun di antara balapan kita"


"Kau menjembakku"


"Jika pembalap harus jujur dan cepat, maka seorang dokter harus menggunakan cara lain agar bisa menang"


"Menang dengan cara kotor! Apa gunanya terlalu sombong"


"Apapun itu, yang terpenting sekarang kau harus menempati janjimu"


"Okee" ucap zhea kesal


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️

__ADS_1


__ADS_2