BAD GIRL

BAD GIRL
Terlihat Menyedihkan!


__ADS_3

Bab 67


zhea menunggu exsel di parkiran.


"Dia kemana sih. Udah satu jam gue nunggu disini tapi orangnya nggak nonggol-nonggol. Nggak mungkin juga kan dia udah pulang. Orang mobilnya masih di sini. Lebih baik gue cek di ruangannya deh" ucap zhea beranjak pergi ke ruangan exsel.


Di saat zhea ingin masuk ke ruangan itu, zhea mendengar percakapan exsel dan profesor Wahid.


"Jadi kau mengundurkan diri"


"Saya merasa tidak pantas menjadi dosen di perguruan terbaik seperti universitas ini"


"Apa karena aku menyuruhmu membimbing zhea, maka dari itu kau ingin meninggalkan universitas ini"


"Tidak. Bukan itu, saya tidak mempunyai pengalaman dalam mengajar dan saya lihat banyak murid yang tidak fokus seperti tidur dan meminkan ponsel di saat kelas di mulai. Jadi saya rasa, cara saya mengajar mungkin tidak menarik sehingga mereka tidak suka. Saya tidak ingin mereka tidak dapat pelajaran yang sebanding dengan uang yang mereka keluarkan dari universitas ini"


"Baiklah jika itu mau kamu. Padahal saya sangat, sangat, sangat berharap kamu bisa membimbing zhea. Tapi, ya sudahlah saya hargai semua yang kamu lakukan"

__ADS_1


"Maafkan saya. Tapi mereka berhak mendapatkan dosen yang jauh lebih baik dari saya"


Dosen Wahid mengangguk lalu berucap "saya mengerti"


"Saya pergi dulu" ucap exsel beranjak berdiri


"Pikirkan lagi baik-baik. Jika kau masih ingin mengajar datanglah besok. Jika tidak, aku akan mencarikan orang penggantimu"


Exsel hanya mengaguk lalu beranjak keluar dari ruangan itu.


"Kau benar-benar mengundurkan diri" ucap zhea mengikuti langkah kaki exsel


"Kenapa"


"Saya tidak suka, urusan saya diikuti campuri oleh orang lain"


"Gue tanya kenapa lho keluar dari universitas"

__ADS_1


"Bukan apa-apa"


"Karena lho nggak mau kan dekat-dekat sama gue. Karena lho di suruh buat ngebimbing gue jadinya lho milih untuk keluar ya kan"


"Lho, bukannya kamu ya, yang nggak mau untuk di bimbing. Saya hanya mengikuti keinginanmu saja"


"CK, ternyata sebegitu besarnya ya, rasa benci lho sama gue"


"Saya tidak pernah bilang, bahwa saya membenci anda"


"Lho nyuruh gue buat jauhin lho! Apa itu bukan benci? Ohh, atau lho jijik sama orang kayak gue"


"Saya tidak pernah mengatakan hal-hal seperti itu"


Zhea terkekeh lalu berucap "gue salah! Gue benar-benar salah menilai lho. Gue pikir masih ada orang lain yang tulus sama gue selain sahabat-sahabat gue, ternyata gue salah. Gue pikir baiknya lho itu, karena lho tulus. Nyatanya hanya karena kasihan. Kau mengasihani ku karena nyonya lira lebih menyanyangi Tiffani dan memilih bersamanya di bandingkan aku. Kau mengasihani ku karena tuan marga lebih memilih istri barunya di bandingkan aku. Bukankah kau berpikir bahwa aku ini anak buangan makanya kau mengasihaniku. Biar ku perjelaskan padamu! Simpan rasa kasihanmu itu aku tidak membutuhkannya. Ya, memang benar aku tidak di besarkan oleh kedua orang tua, aku tidak memiliki keluarga yang harmonis seperti keluargamu dan aku juga tidak memiliki kasih sayang dari orang tua. Kau mengasihani ku karena itu kan? Apa aku terlihat begitu menyedihkan, hah. Aku sudah berusaha keras menjadi seorang pembalap, berlatih bela diri agar tidak terlihat menyedihkan dan lemah. Apa itu tidak cukup menutupi banyaknya kekurangan dari dalam hidupku. Apa itu tidak cukup? Apa aku terlihat sangat menyedihkan! Bicaralah kau adalah orang asing, jadi apa yang kau lihat tentangku orang lain semestinya berpendapat yang sama bukan. Katakan, apa aku terlihat begitu menyedihkan"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️

__ADS_1


Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻


__ADS_2