BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 124


__ADS_3

Bab 124


"Omongan lho ada benarnya juga sih nik, terlebih lagi, selama ini jika terjadi sesuatu pada zhea, selalu kita yang di salahin bokapnya. Terus gimana? Kita nggak mungkin dong ngebiarin zhea nikah sama Zein"


"Gue bakalan pikir jalan keluarnya. Sekarang kita transfer dulu uangnya ke rekening zhea".


Sebenarnya, Niko ini sangat mencintai zhea. Di minta menikahi zhea, sesuatu yang tak pernah dia pikirkan. Tapi, dia lebih mementingkan persahabatan mereka di Bandingkan perasaannya. Karena, jika dia menyatakan perasaannya pada zhea, mereka akan canggung nantinya. Dari pada di jauhi oleh zhea lebih baik dia memendam perasaannya dengan terus berada di samping zhea dan menjaganya. Terlebih lagi, zhea juga mengagapnya sebagai kakak yang menjaga dan melindunginya. Dan juga zhea yang tumbuh tanpa rasa cinta, bahkan tidak mempercayai cinta, membuat Niko makin mengubur perasaannya pada zhea.


Sekarang, dia kalut dalam pemikirannya. Haruskah dia egois dengan tetap menikahi zhea tanpa cinta? Bagaimana jika nanti pernikahan itu malah memperburuk hubungan mereka dan membuat mereka menjauh satu sama lain. Apakah dia mampu memenuhi kebutuhan zhea nantinya, dengan status dia yang masih mahasiswa. Atau dia harus melihat zhea menikah dengan lelaki lain, yang juga sangat mencintai zhea, pria yang mempunyai jabatan tinggi, tapi zhea juga tidak mencintai pria itu.


Pikiran Niko benar-benar kacau, dia binggung harus melakukan apa.


Zhea menikah dengan Zein, itu malah akan membuat zhea menderita nantinya. Karena yang Niko inginkan adalah kebahagiaan dan kebaikan zhea, walaupun tidak bersamanya. Niko, tidak pernah berpikir atau pun berharap bisa menikahi zhea, walaupun dia sangat mencintainya. Karena dia sadar bahwa dia tidak bisa mendapatkan cinta zhea.


-----------


Zhea dan Rere di perjalanan menuju kampus.

__ADS_1


"Uangnya udah nyokap gue kirim ke rekening lho Zhe"


"Makasih ya. Bilang sama tente aku akan balikin secepatnya"


",Udah nggak usah sungkan kayak gitu. Mama bilang nggak di balikin juga nggak apa-apa. Anggap aja itu hadiah pertunangan lho sama Niko. Oh, iya mama juga bilang, kali dia Kana datang ke pertunangan lho nanti"


"Tapi, belum tentu Niko yang bakal jadi tunangan gue nanti" ucap zhea tetap fokus menyetir


"Niko pasti mau Zhe. Percaya deh sama gue. Dia nggak mungkin, ngebiarin lho nikah sama laki-laki kayak Zein"


Merekapun sampai di parkiran kampus, yang mana Zein sudah menunggu zhea sedari tadi.


"Oke, kalau gitu sampai jumpa di hari pertunangan kita. Dan ya, pertunangan kita, di Adain di halaman masion tuan Leon."


"Cihh! Janah terlalu percaya diri. Karena yang akan menjadi tunangan gue itu bukan lho"


"Kita lihat saja nanti" ucap Zein kemudian beranjak pergi.

__ADS_1


---------


2 hari kemudian... Leon membawa orang-orangnya untuk menangkap zhea, di kampus.


Leon dan Zein menyebarkan berita pertunangan zhea dan Zein di berita.


"Zhea, ikut papa pulang sekarang. Kamu harus mempersiapkan diri untuk peetunanganmu"


"Kalo saya tida mau"


"Maka saya akan paksa kamu buat ikut"


"Oke gue ikut.dengan satu syarat, Rere juga harus ikut tunggal di mansion sampai hari pertunangan"


"Tidak bisa"


"Jika begitu jangan harap saya ingin ikut dnegna anda"

__ADS_1


"Oke Baiklah"


"Kalo begitu pergilah, saya juga harus kuliah dulu"


__ADS_2