BAD GIRL

BAD GIRL
Biaya pengobatan


__ADS_3

Bab 91


"Besok lusa hari pertama balapan Niko di AS kalian nggak lupa kan?" Ucap zhea


"Bagaimana mungkin bisa lupa" ucap Rio


"Sebaiknya kita beli tiket pesawatnya sekarang, dari pada kehabisan tiket"


"Gue sudah ngurusin semuanya. Besok lusa kita tinggal berangkat aja" ucap Rio


"Benarkah? Tumben banget lho bisa di andalin" ucap Rere


"Re, jangan mancing-mancing keributan ini masih pagi" ucap zhea


"Siapa juga yang cari keributan, orang gue ngomong faktanya juga"


"Terserah lho deh ya. Gue mau berangkat ke kampus Sekarang" ucap Rio beranjak pergi.


"Dia nggak nawarin kita buat berangkat bareng gitu" ucap Rere kesal


"Lho sih re, udah buat dia badmood aja pagi-pagi. Di tinggalkan"


"CK, yaudahlah. Ayo kita berangkat juga blentar telat lagi" ucap rere


"Kayaknya gue nggak ke kampus dulu deh hari ini"


"Masa gue pergi ke kampus sendirian sih. Ah yaudahlah, gue pergi dulu" ucap Rere beranjak pergi ke kampus.


"Sebaiknya gue ke rumah sakit sekarang" ucap zhea beranjak pergi ke rumah sakit.


---------

__ADS_1


Sesampainya di parkiran rumah sakit, zhea memegang perutnya, tepatnya memegang rapat di bagian ginjal kiri yang dia donorkan untuk Sarah.


"Naik motor doang, kok terasa sakit yah"


Zhea lalu beranjak berjalan masuk ke rumah sakit. Dia bertemu dengan Leon di lobby rumah sakit.


Zhea hanya melihat sekilas ke arah Leon, cathlin el-Razka, Zein dan raka. Namun, langkahnya terhenti ketika Leon memanggilnya.


"Zheaaa, tunggu dulu"


Zhea mengehentikan langkahnya, menatap Leon tanpa sepatah kata pun.


" kamu membeli rumah sakit ini? Kenapa, apa alasannya?"


"Bukan urusan anda"


"Tentu itu jadi urusan saya, saya ini orangtua kamu"


"Zheaa, kau" teriak Leon yang menatap zhea sudah menjauh


"Tenang om, om baru sembuh. Jangan marah-marah dulu" ucap Zein


"Apa yang dia lakukan di rumah sakit. Om, minta tolong sama kamu, kamu ikutin zhea dan apa yang dia lakukan. Kamu bisakan?"


"Bisa om. Nanti biar Raka yang mengantarkan kalian pulang"


"Apa ini tidak menganggu pekerjaanmu"


"Tenang om, urusan Perusahaan saya yang akan membantu Zein mengurusnya. Jadi, Zein bisa mengikuti zhea tanpa kendala. Ayo, saya antarkan pulang" ucap Raka yang seakan tahu keinginan boss sekaligus sahabatnya itu.


"Baiklah jika begitu. Terimakasih Zein kamu, siapa nama kamu?"

__ADS_1


"Raka om"


Raka pergi mengantar Leon pulang, sementara Zein mengikuti zhea, yang memasuki ruangan Adnan. Zein hanya menunggu di kursi tunggu dekat ruangan adnan tanpa sepengetahuan zhea.


"Kenapa kau pergi dari rumah sakit kemarin.kau tahu apa akibatnya jika sesuatu terjadi padamu" ucap Adnan


"Gue baik-baik aja. Lho lihat sendirikan"


Exsel hanya menghela nafas kasar kemudian berucap "kau ingin di periksa?"


"Tidak"


"Terus kenapa kau ke sini"


"Bagaimana keadaan Tante Sarah"


"Jika kau ingin tahu, kau bisa melihatnya langsung di ruangannya dan bertanya langsung tentang keadaannya dengan exsel"


"Jawab saja. Bagaimana keadaannya"


"Sejauh ini baik, jika penyakit kankernya tidak kumat"


"Apa Tante bisa sembuh"


"Kemungkinannya hanya 10% untuk sembuh"


"Apa tidak ada dokter yang bisa menanganinya"


"Penyakit kanker ini memang sangat sulit untuk di sembuhkan. Apalagi Tante Sarah sudah berada di kanker stadium akhir. Satu-satunya cara untuk melakukan yang terbaik adalah dengan membawanya ke Singapura. Apa mempunyai sahabat di bidang kanker. walaupun kecil kemungkinan untuk Tante Sarah sembuhz aku akan ngomong permasalahan ini dengan exsel. Jika dia setuju untuk pergi ke Singapura, aku yang akan menemaninya ke sana"


"Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2