BAD GIRL

BAD GIRL
Egois


__ADS_3

Bab 103


Zhea dan Rere berteriak-teriak kesenangan di boncengi mereka. Tidak ada kata takut sedikitpun di diri mereka, karena mereka sudah terbiasa.


Setelah selesai menunjukkan kemampuan mereka, mereka pun berhenti di dekat wartawan tadi.


"Wow that's very cool. Are you also a female racer"


"Way itu sangat keren. Apakah kalian juga wanita pembalap"


"Yes" ucap zhea dan Rere bersamaan.


"Can you show US your abilities?"


"Bisakah kalian memperlihatkan pada kami kemampuan kalian?"


"Of course" zhea said


"Tentu saja" ucap zhea


Niko dan Rio melepaskan sabuk tangan dan helm mereka. Mereka lalu memasangkannya pada zhea dan Rere.


"Santai saja. Dan lakukan sama seperti kita latihan" ucap Niko. Rere dan zhea yang sudah siap di atas motor pun mengangguk.


Niko dan Rio berlari agak jauh dan membuat jarak. Rere dan zhea pun menunjukkan kemampuan mereka. Mengelilingi sirkuit satu putaran, kemudian memutar-mutar motor. Setelah itu zhea mengelilingi Niko dengan cepat begitu juga dengan Rere yang mengelilingi Rio.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdiri di atas motor, dengan kepala motor terangkat ke atas dan tangan kiri mereka juga di angkat ke atas. Hanya tangan kanan mereka yang memegangi gas motor dengan kecepatan tinggi itu.


Setelah selesai merekapun kembali ke tempat semula.


"The four of you are of truly amazing. And e very's good couple. Are you guys also going to have a race here someday?"


"Kalian berempat benar-benar luar biasa. Dan pasangan yang sangat serasi, apakah kalian juga akan mengikuti pertandingan di sini suatu saat?"


"Maybe, after they succeed we Will do it" zhea said


"Mungkin, setelah mereka berhasil kami akan melakukannya" ucap zhea


"Oh, wow that's a Very nice right. You guys support each outher. Really a couple that many people admire. Thanks for the time and information"


"Oh, wau. Itu suatu hal yang sangat bagus. Kalian saling mendukung satu sama lain. Benar-benar pasangan yang di Kagumi banyak orang. Terimakasih atas waktu dan informasinya"


Sementara itu, di mansionnya keluarga marga.


Leon dan cathlin juga menonton acara TV itu, di dalam kamar mereka.


"Zhea terlihat sangat bahagia dia juga sangat berbakat" ucap cathlin.


"Dia bahkan tidak memberitahuku jika dia pergi ke sana"


"Itu karena kamu selalu melarangnya untuk balapan"

__ADS_1


"Itu terlalu beresiko dan berbahaya untuknya"


"Tapi dia menyukainya dan itu hobinya dia. Seharusnya kamu dukung dia, bukan ngelarang dia"


"Aku ingin dia meneruskan Perusahaan bukan hal-hal tidak berguna seperti ini"


"Tidak berguna bagimu. Tapi itu adalah kebahagiaannya"


"Kebahagiaan macam apa yang membahayakan"


"Lagi pula kau ingin dia meneruskan Perusahaan, sedangkan dia membenci orang-orang yang bekerja di sana. Bagaimana mungkin dia bekerja di perusahaan"


"Dia satu-satunya harapanku. Sementara el-razka masih kecil"


"Jangan egois kamu. Pikirkan tentang kebahagiaannya, bukan tentang memaksakan keinginanmu"


"Apapun itu. Aku hanya ingin dia meneruskan perusahaanku, maka dari itu aku sangat ingin dia menikah dengan Zein"


"Pantas saja zhea tidak betah Di rumah dan tidak mendengarkanmu. Kau tidak pernah mengerti keinginannya"


"Aku mengerti keinginannya, tapi aku tidak menyukainya hal semacam itu. Aku ingin yang terbaik untuk putriku"


"Jika ku ingin yang terbaik untuknya maka biarkan dia memilih sendiri tentang kehidupannya" ucap cathlin kesal


"Kau tidak akan mengerti. Sudahlah aku tidak ingin membahas masalah ini lagi. Zhea itu putriku, hanya aku yang berhak mengatur hidupnya"

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️


__ADS_2