BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 146


__ADS_3

Bab 146


"Udahlah sel, gue pergi aja" ucap zhea


"Pergi kemana? Rumah ini tuh juga rumah kamu. Aku suami kamu lho Zhe, masa iya, tinggal terpisah sih"


"Sementara waktu gue tinggal di apartemen Rere atau kos-kosan Niko aja"


"Nggak, nggak, nggak. Nggak usah aneh-aneh deh kamu Zhe, ini tuh udah malam.


"Tapikan..."


"Kalo mereka nggak percaya kita sudah menikah dan nggak ngebolehin kamu tinggal di sini. Ya sudah ayo kita pergi dari sini"


"Lah, kok lho ikut-ikutan pergi sih"


"Aku ini suami kamu. Jadi, seharusnya kamu itu ikut sama aku, bukannya ngikutin kemauan kamu sendiri"


Zhea hanya diam.


"Masuk mobil, kita pergi dari sini" ucap exsel.


Zhea hanya mengangguk, mereka berdua lalu pergi dari sana.


"Lah, kok kak exsel ikut-ikutan pergi sih. Kalo kayak gini, gagal dong rencana gue buat misahin mereka" ucap Tiffany yang sedari tadi bersembunyi dan menyimak apa yang terjadi.

__ADS_1


---------


"Gimana kalo kita nginap di hotel, malam ini" ucap exsel yang fokus menyetir


"Gue nggak mau ke hotel. Soalnya baik tuan marga ataupun Zein, mereka itu punya hotel. Dan gue nggak mau nantinya kita malah nginap di salah satu hotel mereka"


"Kalo gitu, nggak ada pilihan lain selain rumah sakit"


"Itu lebih baik dari pada hotel"


Beberapa saat kemudian, merekapun sampai di rumah sakit.


"Kamu istirahat aja di ruang rawat, di sana kan ada brankar, kamu bisa tidur dengan nyaman"


"Terus? Lho gimana?"


"Tapi lho kan udah kerja dari tadi pagi. Lho juga butuh istirahat, gimana kalo lho sakit nantinya"


"Kamu mengkhawatirkan aku?"


"Ya bukannya khawatir, kalo lho sakit, gue nggak bisa ngerawat lho..."


"Karena kesibukan lho?"


"Bukan itu. Tapi gue nggak bisa ngerawat orang"

__ADS_1


"Iya deh iya.terus, lho mau istirahat dimana"


"Di ruangan lho aja deh, biar nggak ngeganggu yang lain"


Exsel mengangguk, mereka lalu memasuki ruangan exsel.


"Kamu mau mandi dulu, atau aku dulu"


"Lho aja yang duluan" ucap zhea mendudukan diri di kursi kerja exsel.


Exsel menganguk, kemudian beranjak masuk ke toilet.


Zhea sudah merasa ngantuk, dia akhirnya menempelkan kepalanya ke meja dan tertidur.


"Zhe gue udah selesai, lho kalo mau man..." Exsel tidak lagi melanjutkan ucapannya ketika melihat zhea tertidur pulas.


Exsel menarik kursi lainnya ke samping zhea. Dia pun melakukan hal yang sama seperti zhea, membaringkan kepalanya di meja, berhadapan dengan zhea.


Exsel menatap zhea lekat-lekat, kemudian tersenyum "cantik banget kalo lagi diam kayak gini" ucapnya.


Terdengar notifikasi dari hp zhea, karena penasaran exsel pun membaca pesan di hp zhea itu.


Exsel membaca semua pesan dari Leon dan Zein yang mengancam zhea agar meninggalkannya.


Exsel kembali membaringkan kepalanya mengahadap zhea, sambil menatap zhea diapun berucap "Apa suatu saat kamu bakal pergi ninggalin aku Zhe? Apa kita bisa mempertahankan pernikahan tanpa cinta ini? Apakah kamu sanggup hidup seadanya bersamaku?. Tapi, apapun yang terjadi, aku nggak bakalan lepasin kamu begitu saja. Papamu dan zein mungkin bisa melakukan apa saja untuk memisahkan kita, tapi aku akan mempertahankannya sambil akhir, sampai aku tidak bisa melihat dunia ini lagi. Sesuai janjiku pada Tuhanku dan pada orang tuamu."

__ADS_1


"Aku harap, kamu juga tidak akan menyerah dengan mudah untuk pernikahan kita. Walaupun tanpa cinta" bisik exsel di telinga zhea, kemudian dia mengecup kening zhea sekilas Dan memejamkan matanya, ikut tidur bersama zhea.


Zhea yang terbangun karena bisikan dari exsel, hanya tersenyum tanpa membukakan matanya.


__ADS_2