BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 149


__ADS_3

Bab 149


"Kalo Rere nikah sama orang lain, gue lihat dulu lah cowoknya kayak apaan. Sebagai abangnya gue nggak rela kalo.adek gue nikah dengan sembarangan orang"


"Bilang aja kalo lho nggak rela Rere nikah sama orang lain"


"Gue jelas nggak rela lah. Adek gue nikah sama orang sembarangan"


"Udah jelas-jelas suka nggak mau ngaku lagi" gumam niko


-----------


"Kamu kuliah yang benar, jangan bolos. Aku pinjam mobilnya dulu, mau ngurus buku nikah kita" ucap exsel setelah mereka sampai di kampus


"Lho nggak ngajar"


"Kayaknya nggak deh. Soalnya, masih ada urusan juga di rumah sakit"


"Oke. Nggak usah jemput, gue ikut Rere aja ntar"


"Emang Rere ngampus hari ini? Kakinya kan sakit.udah nggak usah ngeyel, aku bakal jemput kamu tepat waktu kok"


Zhea menganguk, kemudian keluar dari mobil. Sementara, exsel pergi ke kantor agama mengurus surat nikah mereka.


Setelah mendapatkan buku nikah mereka, exsel yang berniat ingin menjual mobilnya untuk membeli alat-alat rumah sakit pun kembali kerumah sakit, menemui Adnan.

__ADS_1


"Lho sel, lho nggak ngajar hari ini?" Ucap Adnan yang melihat exsel masuk ke ruangannya.


"Nggak, gue habis dari ngurusin buku nikah gue sama zhea di kantor agama. Soalnya ibu-ibu di kompleks nuduh gue bawa cewek ke rumah, dan nggak percaya kalo zhea itu istri gue"


"Ibu-ibu emang gitu, pada rempong banget orangnya"


"Oh ya, lho udah dengar masalah alat-alat medis yang lho dan zhea beli itu?"


"Itu dia yang gue heranin sel. Alat-alat itu padahal pas kita coba waktu itu bagus semua, dan ntah kenapa tiba-tiba semuanya rusak"


"Alat-alat itu dari perusahaan Zein, mungkin alatnya di tukar sama dia waktu pengiriman. Karena nggak mungkin, semua alat rusak kan? Kalo bukan unsur kesengajaan"


"Jadi itu Perusahaan dia? wah kalo gitu kita harus ambil lagi uang zhea"


"Udahlah nggak usah di bahas tentang uang yang udah nggak ada. Mereka itu kaya bisa lakuin apapun, dan kita nggak bakalan menang melawan mereka. Terlebih lagi, kita nggak punya bukti apapun"


"Lho mau beli mobil nggak?"


"Gimana ya sel, gue itu lagi nabung buat beli rumah"


"Gue cuma nanya doang, kali aja lho mau beli mobil. Soalnya gue mau jual tuh mobil"


"Lah kenapa? Mobil lho kan masih bagus banget, apa mau ngeganti dengan yang baru"


"Bukan gitu nan. Gue mau jual mobil, supaya bisa ngeganti alat-alat medis yang rusak itu"

__ADS_1


"Sayang dong sel kalo di jual"


"Iya sih. Tapi gue nggak punya pilihan lain, uang aja gue sekarang nggak punya. Cuma punya rumah sama mobil doang"


"Gini deh, lho pinjam aja uang gue dulu buat beli alat-alat itu. selama itu, mobil lho gue yang pegang gimana?"


"ATM lho kan sama zhea"


"Itu ATM yang satunya lagi. Nih ATM gue yang lain isinya bisa di bilang lebih banyak dari yang di pegang zhea" ucap Adnan memberikan atmnya pada exsel.


"Banyak juga ya ternyata uang lho"


"Hehehe, ATM yang ini buat dana rumah sel ceritanya"


Exsel dan Adnan kemudian langsung membeli alat-alat medis yang baru.


Sementara itu, silya datang ke kampus untuk menemui Tiffany. Mereka berbicara di taman kampus.


"Lho tuh susah banget ya di hubungi. Gue udah mau satu bulan di sini, dan baru sekarang ketemu sama lho" ucap silya


"Gue sibuk SIL. banyak pemotretan" ucap Tiffany, silya memutar bola matanya.


"Jadi lho ngampus di sini sekarang?"


"Ya, soalnya kak exsel ngajar di sini"

__ADS_1


"Wihh kesempatan bagus dong, buat ngedekatin dia. Tapi, bukannya dokter exsel tuh dokter pribadi keluarga lho ya, kalian pasti dekat dong"


__ADS_2