
Bab 53
"Udah-udah. Kita ngobrolnya di dalam aja. Nih re kuncinya tolong bukain pintu" ucap Rio
"Lho kan juga bisa bukain sendiri. Apa gunanya tuh tangan"
"Lho bukain pintu, gue bantu zhea bawain kopernya kedalam. Berguna kan tangan gue"
Tanpa sepatah katapun Rere beranjak membukakan pintu. Rio langsung mengambil koper zhea dari dalam mobil. Zhea keluar dari mobil membawa tasnya.
"Sini tas lho biar gue yang bawain" ucap Rio
"Nggak usah. Lagian lho apaan sih cuma tas sama koper doang gue bisa kali bawain kedalam"
"Lho kan belum sembuh total. Karena Niko nggak ada jadi tugas gue jagain lho. Ets gue larat ucapan gue maksud gue selama ini gue juga jagain lho. tapi, Niko lebih siaga sama lho. Jadi karena disini gue satu-satunya cowok di persahabatan kita gue harus lebih siap siaga jagain kalian"
"Kalo lho lebih merhatiin gue, bisa-bisa sih Rere ngambek nggak jelas ntar."
"Kalian berdua tuh nggak ada bedanya. Karena dulu ada Niko. Dia yang jagain lho dan gue jagain sih Rere. Tapi kan Niko sekarang nggak ada jadi gue juga harus jagain lho. Ya walaupun ilmu bela diri gue nggak sehebat lho dan Niko"
__ADS_1
"Eh, kalian nggak mau masuk apa" teriak Rere dari ambang pintu.
Zhea dan Rio pun masuk kedalam rumah.
"Biar gue nggak repot, buat jagain kalian berdua. Gimana kalo lho re, tinggal disini juga" ucap Rio
"Wah benar juga. Sekalian aja lho tinggal disini, iya nggak Zhe" ucap Rere
"Benar tuh. Jadi 24 jam kita akan selalu bersama"
"Ya nggak bisalah. Kitakan sekarang udah dewasa dan lajang, apalagi gue ini cowok normal lho. Kalian nggak takut apa kalo misalkan ntar gue hilap"
"Maka dari itu gue nggak mau tinggal sama kalian"
"Kalo sampai lho berani ngapa-ngapain kita. Sebelum itu, gue bejak-bejak lho. Udahlah tinggal aja disini bareng kita, gue percaya kok lho nggak mungkin lakuin hal yang kayak gituan. Kamar di kos-kosannya juga ada dua. Ntar gue sama Rere satu kamar aja" ucap zhea
"Gue tetap nggak enak kalo misalkan harus tinggal bareng kita. Nanti jadi omongan orang-orang sekitar sini"
"Yaelah Yo Yo. Kita bilang aja kalo kita ini adik kakak. Lho bilang mau jagain kita bearti lho harus bareng kita apalagi di malam hari, lho nggak khawatir sama kita berdua disini. Gimana kalo ada maling, atau cowok-cowok brengsek yang mau godain kita" ucap rere
__ADS_1
"Iya deh re, iya. Gue emang paling nggak bisa nolak keinginan lho"
"Lho bilang ada kabar baik pas di rumah sakit. Kabar baik apa" ucap zhea
"Oh iya. Gue lupa, untung aja lho ngingetin. Jadi, rumah sakit itu udah berhasil gue beli atas nama lho"
"Oh ya, Gimana bisa. Bukannya kemarin, pemilik rumah sakit itu nolak buat ngejual rumah sakit itu mentah-mentah. Bahkan nggak tergiur dengan harga yang kita tawarkan" ucap Rere
"Gue minta bantuan sih Niko. Dan gue juga nggak tahu sih Niko bilang apa sama Thu pemilik rumah sakit, sampai-sampai dia setuju menjual rumah sakit itu ke kita. Seharusnya sih lho tanda tangan surat pengalihan hak rumah sakit hari ini. Tapi gue udah bilang sama pemilik rumah sakit itu untuk besok saja lho nandatanganinya"
"Apa gue bilang Niko itu selalu bisa di andalkan, walupun dia jauh disana. Nggak kayak lho" ucap Rere
"Iya iya. Gue emang yang paling nggak bisa di andalkan. Gue payah, gue bodoh, gue nggak guna. Luas lho sekarang" ucap Rio kesal
"Udah-udah. Sekarang lebih baik kalian balik, kemasin barang-barang kalian dan pindah kesini. Dari pada keburu sore" ucap zhea
"Benar juga. Ayo Yo kita pergi"
"Kalian bawa mobil gue aja. Barang-barang sih Rere pasti banyak tuh" ucap Rere melempar kunci mobilnya ke Rio
__ADS_1