
Bab 76
"Sombong sekali nada bicaramu. Apa kau tidak tahu sedang berbicara dengan siapa" ucap Tiffany
"Saya memang tidak ingin mengetahui apapun tentang kalian. Sebaiknya kalian bertiga pergi dari sini. Sebelum saya menyuruh satpam mengusir kalian"
"Kami sudah berbaik hati, berada di sini untuk mengetahui ke adaan papamu. Apa seperti ini perlakuan yang kami dapatkan dari kebaikan kami" ucap Thomas
"Kalian terlalu banyak basa basi. PERLU KALIAN KETAHUI, JIKA BUKAN KARENA KALIAN PAPA SAYA LEON MARGA TIDAK AKAN TERBARING DI RUANGAN ITU" teriak zhea yang sudah kehabisan kesabaran.
Cathlin dan beberapa pengawal di sana terkejut mendengar kata "papa saya Leon marga" yang terucap di bibir zhea. Karena biasanya zhea memangil Leon dengan sebutan "tuan marga"
"Rumah sakit ini, separuhnya di biayai oleh papaku. Hafiz kau tidak bisa mengusir kami" ucap Tiffany
"Siapa bilang tidak bisa" ucap zhea kemudia menggenggam erat tangan Tiffany dan menyeretnya keluar dari rumah sakit.
Tiffany berjalan dengan tersengal-sengal, "hey lepaskan aku. Kak exsel bantu aku" teriak Tiffany
__ADS_1
Sementara itu, zhea tidak menghiraukan apapun lagi karena tujuannya mengusir mereka dari rumah sakit dan dengan cepat kembali ke sirkuit.
Semua orang yang berada di depan ruangan Leon, menuruti langkah kaki zhea.
Zhea menghempaskan tubuh Tiffany, sehingga Tiffany terjatuh.
"Papa.. mama" ucap Tiffany manja memperlihatkan tangannya yang terluka karena jatuh
"Kauu" ucap Thomas menunjuk wajah zhea.
Dengan berani zhea memutar tangan Thomas ke belakang.
"Aku beritahu kalian bertiga untuk yang pertama dan terakhir kalinya, jangan pernah menginjakkan kaki kalian lagi di rumah sakit ini. Karena rumah sakit ini tidak menerima orang-orang seperti kalian. Kau bilang papamu ini mendonasikan uang setengah dari rumah sakit ini bukan? Aku sudah membayarnya jauh lebih besar, kepada pemilik rumah sakit yang lama. Jika kalian ingin Uang kalian kembali pintalah kepada mantan pemilik rumah sakit ini. Dan kebetulan, aku masih memperkerjakannya di sini" ucap zhea penuh penekanan di setiap kata
"Maksudmu, kau membeli rumah sakit ini" ucap Tiffany
"Aku rasa aku tidak perlu menjelaskannya lagi pada kalian. Sekarang pergilah dari rumah sakit ku"
__ADS_1
"Tapi kak exsel adalah dokter pribadi kami"
"Dia bisa meninggalkan rumah sakit ini jika dia tetap ingin menjadi bagian dari kalian" ucap zhea melihat exsel sekilas.
"Kalian semua, jaga rumah sakit ini dengan ketat. Hapal wajah mereka bertiga, jika perlu buat sepanduk larangan untuk mereka memasuki rumah sakit ini , suruh satpam juga menjaga pintu belakang rumah sakit" ucap zhea pada pengawal-pengawal papanya yang dulu sering mengejarnya.
"15 menit lagi. Yo cepat balapan akan segera di mulai" ucap zhea beranjak pergi dari sana di ikuti oleh Rio.
Mereka semua yang ada di sana, hanya menatap ke pergian zhea dan Rio. Sementara itu, exsel yang tidak ingin ambil pusing buru-buru masuk ke dalam rumah sakit.
Di lain tempat, Rere berjalan mondar mandir menunggu zhea dan Rio, dia di temani oleh Zein dan Raka.
"7 menit lagi balapan di mulai. Ini sih zhea sama Rio dimana lagi" ucapnya
"Kamu tenang saja, mereka pasti kembali tepat waktu. Mereka kan juga ingin balapan" ucap Raka meletakkan tangannya di bahu Rere.
"Memangnya zhea pergi kemana" ucap Zein
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️