BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 242


__ADS_3

BAB 242


"apa kalian sudah saling kenal sebelumnya?" Ucap MC


"Sebelum saya melanjutkan pendidikan di sini, zhea adalah salah satu mahasiswa saya. Dan untuk tuan Zein, siapa yang tidak mengenalnya, seorang CEO dari perusahaan besar" ucap exsel


"Wahhh ini seperti keajaiban. Seorang mahasiswi dan dosennya berada di tempat besar, dengan kehebatan mereka masing-masing"


"Apa wawancara ini tidak menggangu waktu anda dokter? Anda sepertinya sangat sibuk"


"Saya sudah menghandle semuanya sebelum ke sini tadi. Mungkin saya punya waktu luang sekitar 2 jam, jika tidak ada yang mendesak di rumah sakit. Saya tidak bisa memperkirakan itu"


"Baiklah kami mengerti dokter"


"Nona zhea, tadi wartawan menanyakan apakah anda sengaja membuat balapan ini di sini karena teman-teman nona ikut berpartisipasi dalam balapan"


"Sebelumnya akan saya katakan Dengan tegas bahwa saya akan menjawab apa yang ingin saya jawab. Jangan memaksa kehendak Dnegan saya, karena saya tidak terlalu suka jika urusan pribadi saya di campuri ataupun terlalu terekspos"


"Baiklah nona. Kami tidak akan memaksa, jawab senyamannya anda saja"


"Saya bersama Zein dan sekretaris sekaligus orang kepercayaan kita, yaitu Rere dan Raka pernah ke sini, karena ada urusan pekerjaan. Sekitar dua Minggu yang lalu, Zein datang ke perusahaan dan bertanya mengamati balapan. Jadi saya bilang adakan saja di sini"


"Kenapa harus di sini nona? Bukannya seharusnya di adakan di AS"


"benar. Tapi sejak kedatangan saya ke sini 3 bulan yang lalu, saya merasa sangat ingin kembali ke sini. Di sini tempat yang indah, para pembalap bisa refreshing dan healing setelah pertandingan berakhir"


"Tapi apakah benar nona mengeluarkan uang pribadi bukan uang perusahaan untuk mengadakan acara ini. Dan jumlahnya itu mencapai ratusan miliar"



"Itu memang bukan uang perusahaan juga bukan uang pribadi. Itu uang hadiah dari tuan marga karena saya bersedia mengurus perusahaan. Awalnya saya pikir saya tidak membutuhkan uang itu, tapi untungnya acara ini di adakan, sehingga uang itu ada gunanya"


"Wah Nona berbicara seolah-olah uang ratusan Miliar itu nggak ada artinya"


"Di bandingkan dengan uang, balapan lebih bearti bagi saya. Makanya saya rela mengeluarkan biaya sebesar apapun demi kecintaan saya pada balapan"


"Ini baearti nona rela hidup miskin asal bisa balapan"


"Tentu saja. Balapan juga menghasilkan uang, dan saya lebih bangga memegang uang hasil dari balapan ketimbang uang dari perusahaan. Sebelumnya, saya juga miskin bahkan terlahir sangat miskin"


"Apakah anda akan berpartisipasi untuk mengikuti balapan tahun depan? Mengingat kemenangan dari kedua kakak angkat nona"


"Kami memang merencanakan ini dari dulu. Niko dan Rio dulu yang berjuang jika sudah berhasil maka mereka bisa membimbing kami untuk mengapai impian. Ya, mungkin saya dan Rere akan berpartisipasi tahun depan"


"Jika sudah di ajari oleh pakarnya, anda pasti berhasil nona. Menurut informasi nona juga pembalap perempuan terhebat di negara kelahiran nona. Dan bisa saja pasangan baru kita yaitu Rio dan Rere akan menikah di acara balapan tahun depan. Kita tunggu saja"


"May be. Tapi saya pikir mereka mungkin akan segera menikah bulan depan"

__ADS_1


"Untuk nona Rere dan pembalap Rio kita tunggu undangan pernikahan dari kalian"


"Untuk tuan Zein nih, dengar-dengar tuan ini yang menjadi guru nona Shea dalam dunia bisnis, apakah benar?"



"Itu benar. Dan saya sangat berterimakasih kasih untuk itu. Dia sudah banyak membantu saya selama ini" ucap zhea


Zein hanya tersenyum mendengar ucapan zhea. Dia tidak menyangka zhea akan menyebut namanya di saat-saat seperti ini


"Kalian terkenal dengan pasangan terbaik di dunia perbisnisan. Benarkah kalian sedang menjalin hubungan?"



"Itu semua hanya...."



"Saya juga terkenal dengan pasangan terbaik bersama Niko di dunia balapan" ucap zhea memotong ucapan Zein



"Benarkah? Wah sepertinya nona di sekelilingi oleh laki-laki hebat. Di antara Niko dan tuan Zein nona memilih siapa?"



"Keduanya orang hebat. Tapi haruskah saya menjawab pertanyaan itu? Tunggu saja pemberitaannya di media sosial nanti"



"Kalian bisa menantikan hal itu terjadi".


Hanya para fans zhea di Indonesia yang tahu bahwa zhea dan exsel sepasang suami-istri. Untuk pemberitaan luar negeri tentu tidak mengetahuinya. Karena waktu itu, Leon mengancam semua pemberitaan media yang hadir di acara pernikahan mereka.


"Dokter exsel, saya mendapatkan informasi bahwa anda menunda kedatangan anda selama 3 bulan ke universitas apakah benar?"


"Itu benar"


"Kenapa anda menundanya terlalu lama. Bagaimana jika anda kehilangan kesempatan yang beharga ini"


"Waktu itu ada seseorang yang tidak bisa saya tinggalkan"



"Apakah dia kekasih anda"


__ADS_1


"Lebih dari itu"


"Tunangan anda?"


Exsel hanya tersenyum



"Wah bearti wanita itu sungguh spesial dokter. Bagiamana dengan wanita itu, apakah dia datang ke sini. Atau kalian menempun pendidikan yang sama?"



"Kebetulan dia ada di sini"



"Apa yang dimaksud exsel itu Celline?" Batin zhea



"Baiklah dokter, sekarang waktunya Anda menutup acara ini. Karena tadi anda tidak bisa mengucapkan kata sambutan"



"Saya sangat berterimakasih karena di panggil di sini mewakili universitas dan rumah sakit. Saya juga minta maaf atas keterlambatan saya tadi. Acara hari ini benar-benar menegangkan, dan saya juga sangat bangga pada mantan mahasiswa saya yaitu Niko dan Rio yang berhasil menggapai cita-cita mereka. Syukurlah tidak ada yang terluka parah dari balapan hari ini. Saya juga senang bisa bertemu dengan orang-orang yang saya kenal di sini. Karena udah beberapa bulan sejak saya ke sini tidak melihat mereka lagi. Terutama tuan rumah acara ini Nona zhea dan juga tuan Zein"


"Nona zhea dan tuan zein apakah ada sesuatu yang ingin di sampaikan untuk menutup acara kita hari ini"


Zhea dan Zein hanya menggeleng


"Baiklah sampai di sini wawancara kita kepada tiga orang hebat ini. Kita tunggu undangan pernikahan Rere dan Rio, pemberitaan tentang siapa pasangan nona zhea dan kedatangan nona zhea dan nona rere sebagai pembalap tahun depan. Apa kalian penasaran? Saya lebih penasaran. Kita tunggu saja, bye-bye" ucap MC


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



"Zhea dan suaminya kenapa tidak terlihat saling mengenal" ucap mama Rere



Ketiga sahabat zhea itupun menceritakan apa yang terjadi.


"Papa rasa keputusan zhea untuk bercerai itu salah" ucap papa Rere


"Ya, Zhea mengambil keputusan sendiri. Padahal pernikahan adalah milik keduanya. Kenapa kalian baru cerita sama kita. Zhea itu juga anak kita. Mama dan papa pasti bantu dia jual kalian cerita dari awal, dan mungkin perceraian mereka nggak akan terjadi" ucap mama reee


"Mah, zhea itu keras kepala. Aku bahkan pergi ninggalin dia Selama dua Minggu agar dia nggak milih untuk cerai. Yang ada apa? Dia malah sakit. Dia juga nggak dengarin apa yang kita omongin" jelas Rere

__ADS_1


"Pah, sebaiknya papa bicara deh sama suaminya zhea. Mama yakin mereka pasti belum bercerai. Karena persidangan perceraian itu butuh proses lama. Nggak peduli seberapa berkuasanya seseorang. Mereka juga bilang langsung bercerai dalam sekali sidang, padahal perceraian itu di lakukan paling tidak dua kali sidang sebelum keputusan dari hakim keluar dan mengatakan bahwa mereka resmi bercerai" ucap mama Rere


"Papa juga merasa ada yang jangkal ma. Nanti papa suruh orang suruhan papa untuk nyari tahu. Papa juga akan temuin suami zhea dan dengar cerita dari dia"


__ADS_2