BAD GIRL

BAD GIRL
B181


__ADS_3

Bab 181


"Tapi, gue tetap mau ngomong sama lho"


"Yaudah ngomong aja di sini"


"Ini masalah rumah tangga kita lho Zhe. Masa ngomongnya di depan orang kayak gini"


"Udahlah nggak usah serius-serius banget. Kalo kalian masih saling suka ya nikah aja. Kita tinggal cerai gampangkan"


"Zheaaa" teriak Niko, Rio dan Rere bersamaan.


Sementara Adnan dan Tasya hanya melongo mendengar ucapan zhea. Karena istri-istri pada umumnya akan menuntut suaminya untuk menjelaskan apa yang terjadi. tapi zhea,.dia malah menyuruh suaminya menikah lagi.


"Bisa nggak sih, nggak usah ngomongin cerai sekali aja!" ucap exsel penuh penekanan. Ekspresinya pun berubah menatap tajam zhea


"Gue cuma ngomong apa adanya kok"


"Heyy, lho sadar nggak sih pernikahan itu apa hah. Pernikahan itu sakral zhea, gue nikahin lho itu bukan untuk main-main. Gue udah bilang sama lho nggak bakalan ada perceraian di antara kita. Lho paham nggak sih hah. Udah berapa kali gue bilang sama lho, jangan ungkit-ungkit tentang perceraian" exsel memegang kedua bahu zhea, wajahnya benar-benar merah menahan emosi. Dia bahkan menggunakan bahasa (lho gue) ke zhea


Adnan ingin menjauhkan zhea dan exsel. Karena dia takut exsel hilang kendali. Tapi Niko menahannya.


"Biarkan mereka menyelesaikan permasalah mereka"


"Tapikan..."

__ADS_1


"Lebih baik kita menjauh dari sini"


"Nggak perlu, bukannya kita akan merayakan kemenangan kalian" ucap zhea menahan mereka agar tidak pergi


"Selesaiin dulu kesalah pahaman kalian Zhe" ucap Niko


"Nggak ada kesalahpahaman apapun di sini. Dan lho exsel, sebenarnya apa mau lho? Bukannya gue udah mempermudah keadaan, kalo lho masih suka sama celline, ceraiin gue"


"Kita balik ke Jakarta sekarang" ucap exsel menarik tangan zhea


"Gue nggak mau" ucap zhea menghempaskan tangannya


"Udah Zhe, lho ikut aja sama dokter exsel" ucap rio


"Nggak bisa gitu dong, kita harus merayain kemenangan kalian dulu"


"Kalo ada mereka kenapa? biasa aja kali"


"Gini aja, kita rayain aja dulu kemenangan Niko dan Rio. Habis itu kita pulang sama-sama ke Jakarta" ucap Adnan


"Gue setuju" ucap exsel


"Gue nggak setuju. Kalo kalian mau balik, ya balik aja" ucap zhea


"Zhe, lho nggak boleh kayak gitu. Kalo lho mau ngerayain kemenangan kita, lho harus ikut dokter exsel pulang setelah itu. Kalo nggak, nggak usah ada perayaan sama sekali" ucap Niko

__ADS_1


"Nik"


"Apa yang di bilang Niko benar Zhe, lho harus balik ke Jakarta sama dokter exsel" ucap Rio


"Lho juga ikut-ikutan Yo"


"Gue juga bakalan balik sama lho Zhe. Tapi, kalo lho nggak mau balik Sama dokter exsel, gue bakalan pindah ke new York" ucap rere


"Rere pasti mau cepat balik ke Jakarta, karena bisa lama kan di pesawat bersama cowoknya" batin Rio


"Lho juga ikut-ikutan re. Kalian ini apa-apaan sih"


"Kita ngelakuin ini demi lho Zhe" ucap Niko


"Oke. Gue ikutin kemauan lho semua. Sekarang, kita mau kemana" ucap zhea menyerah


"Makan-makan aja gimana?" Usul Tasya


"Lho pikir, ada yang nafsu makan sekarang?" Ketus Rere


"Ketaman bermain aja gimana? Biar lebih rileks dan bisa ngebaliin mood" usul rio


"Emangnya mood kalian pada nggak bagus hari ini" ucap zhea


"Zhe, please deh. Nggak usah mancing-mancing emosi gue. Mood kita buruk tuh karena lho juga" ucap rere

__ADS_1


"Kok jadi gue sih"


"Udah-udah. Nggak usah bertengkar lagi, kita berangkat ke taman bermain sekarang" ucap Niko menengahi


__ADS_2