BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 150


__ADS_3

Bab 150


"Lho tahu sendiri kan susah banget ngedekatin dia"


"Kak Adnan juga"


"Lebih parahnya lagi, kak exsel di jebak oleh sodara tiri gue itu buat nikah sama dia, karena dia nggak mau kalah saing sama gue. Secara kak kak exsel tuh ganteng dan berprestasi"


"What! Jadi, berita yang diinternet itu dokter exsel orangnya"


"Heum, untungnya para wartawan di ancam sama keluarga marga buat nggak nge ekspos wajah kak exsel di media"


"Lah, kenapa dokter exsel kan ganteng"


"Soalnya bokapnya zhea itu mau nikahin zhea sama zein"


"Zein mantan lho itu"


"Heum"


"Wah, hebat juga tuh sih zhea bisa buat Zein jatuh cinta sama dia. Padahal kan, banyak banget tuh pengusaha-pengusaha yang ingin menikahkan anak mereka sama Zein"


"Nggak tahu tuh, apa sih yang di lihat dari zhea, pembakang itu"


"Dia pasti ngegoda cowok-cowok supaya kepincut sama dia"

__ADS_1


"Benar banget tuh"


"Pas banget kayak sahabatnya itu"


"Siapa sih Rere?"


"Ya, siapa lagi sahabatnya kalo bukan Rere"


"Emangnya dia kenapa?"


"Dia pacaran sama kak Adnan"


"What! Kok bisa lho tahu dari mana"


"Gue tahu dari mana itu nggak penting. Intinya kita harus kasih pelajaran sama mereka berdua karena udah ngambil orang-orang yang kita sayangi"


"Benar tuh. Oh ya, kenapa lho nggak kerja sama aja sama sih Zein buat misahin dokter exsel dan zhea"


"Maksud lho?"


"Ya kalian kerja sama aja buat mereka bertengkar sampai cerai. Abis itu, dokter exsel jadi milik lho, dan zhea jadi milik Zein"


"Ide bagus. Kok gue nggak kepikiran ya"


"Makanya punya otak tuh di pake"

__ADS_1


"Iya deh iya yang paling pintar, nanti temanin gue ke perusahaan Zein oke"


"Giliran yang kayak gini aja lho ngajak-ngajak gue"


"Kan lho yang punya ide. Oh ya, sih zhea sama Rere juga kuliah di sini. Lho kan lagi nyari universitas, kenapa nggak kuliah di sini aja, kan bisa sambil ngasih pelajaran ke Rere"


"Kalo gitu, nanti gue langsung serahin berkas-berkas pindahannya ke dekan"


"Bentar lagi gue ada kelas, gue duluan ya" ucap Tiffany melihat jam di pergelangan tangannya kemudian beranjak pergi.


"Semangat banget masuknya, pasti karena mau ketemu sama dokter exsel. Tapi kok bisa ya, dokter exsel nikah sama zhea. Licik banget sih zhea, pake cara licik gitu buat dapetin dokter exsel" silya pun beranjak pergi.


Saat berada di tempat parkir, silya bertemu dengan Rere yang baru sampai di kampus.


"Ya ampun mahasiswi satu ini, nggak di siplin banget deh. Ini tuh udah jam berapa, baru datang ke kampus"


Rere memicingkan matanya melihat silya kemudian berucap "ih kok serem banget ya, ada suara tapi nggak ada orangnya. Apa jangan-jangan ada penampakan kali ya di universitas ini" ucap Rere seolah-olah ketakutan


"He' siapa yang lho bilang penampakan hah?"


"OPS! Ngerasa ya, padahal gue nggak lagi ngomongin lho" ucap Rere menutup mulutnya dengan jari


"Lho jangan ngerasa sok hebat ya, karena udah dapetin kak Adnan. Gue pastiin hubungan kalian itu nggak bakalan bertahan lama"


"Uhhh takutnya" ejek Rere

__ADS_1


"Emang lho pikir bisa Dengan mudah misahin kita. Terlebih lagi, Adnan itu bucin banget kalo lagi sama gue. Baru ketemu aja, langsung peluk cium manja gitu. Apa dia juga kayak gitu ke lho dulu?" sambungnya Rere memanas-manasi silya


Silya tentu saja emosi mendengar ucapan Rere, karena saat dia bersama Adnan dulu Adnan sangat cuek. Terlebih lagi, Adnan terpaksa menerima silya dulu, karena tidak ingin selalu di ganggu silya.


__ADS_2