
Bab 96
"Kauu" ucap Leon yang menahan amarah
"Sudahlah, Leon biarkan zhea melanjutkan omangannya. Saya juga penasaran, kenapa zhea tidak menyukai zein. Hanya dia satu-satunya wanita yang tidak tertarik dengan Zein.
Silahkan zhea lanjutkan omonganmu"
"Saya sebelumnya juga sudah mengatakan ini pada Zein. Bahwasanya saya sangat teramat sangat tidak suka dengan orang kantoran. Terlebih lagi, Zein ini adalah pengusaha muda dan seorang CEO"
"Kau tidak suka orang yang bekerja di perusahaan" ucap Sebastian
"Ya"
"Kenapa"
"Karena orang kantoran itu, hanya akan mementingkan pekerjaan di Bandingkan dengan keluarga"
"Apa hanya itu alasanmu?"
"Ya hanya itu. Zein ini orang yang baik, tampan, kaya, pengertian, pintar dan bijaksana. Tentu banyak perempuan-perempuan di luaran sana yang menyukainya. Tapi maaf, saya bukan salah satu dari perempuan-perempuan itu. Dan asal kalian tahu, saya ini sudja memiliki pasangan. Dan jika kalian ingin tahu siapa orangnya, kalian bisa lihat di internet. Pasangan balapan saya adalah pacar saya"
"zhea, Sejak kapan kau pacaran!" Bentak leon
__ADS_1
"Itu privasiku. Dan jika Zein ingin melanjutkan perjodohan ini, maka zein harus keluar dari perusahaan dan menjadi seorang pembalap yang hebat melebihi pacarku itu"
"Sehebat apa sih pacarmu itu?" Ucap Leon
"Dia selalu memenangkan balapan di posisi pertama sejak 5 tahun terakhir. Dan sekarang, dia berada di AS untuk menjalankan pertukaran siswa di sana, sekaligus menggapai cita-citanya menjadi pembalap internasional. Kalian semua bahkan mengantarkan pacarku itu di saat hati keberangkatannya di bandara. Kalian tidka mungkin melupakan wajahnya kan. Semua pilihan ada di tangan Zein. Menikah denganku menjadi seorang pembalap dan meninggalkan perusahaan atau batalkan saja perjodohan ini"
"Tapi Zein tidak mungkin meninggalkan perusahaan. Dia satu-satunya penerus Perusahaan" ucap Sebastian
"Jika begitu batalkan saja perjodohannya. Gampangkan?"
"Aku akan memikirkannya dulu" ucap Zein menengahi
"Tapi Zein..." Ucap Sebastian
Ketika suasana menjadi hening. Semua orang berada dalam pikiran mereka masing-masing
"Nyokap lho dimana?" Ucap zhea memecahkan keheningan
"Sudah tidak ada" ucap Zein
"Itu bagus"
"Apa maksudmu dengan bagus. Kau senang Zein tidak memiliki mama" ucap Sebastian
__ADS_1
"Maksudku bukan itu"
"Terus apa" ucap Sebastian
"Zein bernasib baik, jika di tinggal mati. Sedangkan aku, di tinggal karena tidak ingin hidup susah" ucap zhea dengan senyum sinisnya
Sebastian terdiam mendengarkan ucapan zhea, begitu juga dengan Leon dan cathlin.
"Memangnya, mamamu di mana" ucap Zein. Karena Zein tidak tahu, jika zhea dan Tiffany mantan kekasihnya itu saudara tiri.
"Kau bisa tanyakan pada papamu. Tidak mungkin kan dia tidak tahu tentang Masalah ini. Gue pergi dulu" ucap zhea cepat-cepat pergi dari sana tanpa mempedulikan orang yang ada di sana.
"Zheaa, tunggu" teriak Leon
"Tenanglah Yon" ucap Sebastian
"Maafkan aku, atas ketidak sopanan zhea dan semua ucapannya"
"Tidak apa-apa. Dia seperti itu juga karena masa lalunya kan. Aku mengerti kok" ucap Sebastian
"Aku nggak tahu, anak itu hidup bagaimana di luaran sana. Orang-orang ku bahkan tidak bisa menangkapnya. Sudah satu bulan dia pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Bahkan black card-nya saja sudah aku blokir dia tetap tidak pulang-pulang"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻
__ADS_1