BAD GIRL

BAD GIRL
B185


__ADS_3

Bab 185


Zhea, exsel, Rio dan Tasya turun dari roal coaster.


Sementara Rere sibuk, memotret exsel dan zhea


"Wahhh seru banget, gue mau naik lagi" ucap zhea


Rere langsung menarik Adnan naik roal coaster, dan duduk di kursi bagian depan.


"Nik, cepetan! Mau naik nggak sih" teriak Rere


"Kalian naik aja, gue lagi nggak mood" ucap Niko


"Ga seru lho!"


"Lho nggak mau naik nik? Serius?" Tanya zhea antusias.

__ADS_1


"Lho pasti mau naik lagi kan? Nih tiketnya"


Zhea langsung berlari mengambil tiket dari Niko.


"Ahhhh makasih, lho emang yang terbaik" ucap zhea memeluk Niko


"Ini tiket buat Alex, kalian aja yang naik" ucap celline.


"Makasih" ucap zhea kemudian berlari menghampiri exsel.


"Nggak usah lari-larian ntar jatoh. Lantainya licin lho Zhe" ucap exsel


Roal coaster mulai berjalan, Rio tidak beranjak dan tetap berdiri dengan mata terus memandangi Rere dan Adnan yang sibuk berfoto di atas sana.


"Kak ayo kita foto" ucap Tasya mendekati Rio dan mengambil foto mereka berdua. Sementara Rio tidak merespon apapun.


"Ihh Kak Rio senyum dong"

__ADS_1


--------


"Maksud lho, Zhea itu orang yang kurang kasih sayang" ucap celline


"Nggak hanya itu, dia juga nggak mempercayai hubungan dan cinta"


"Kalo kayak gitu, ngapain lho nyuruh Alex nikahin dia"


"Karena gue yakin, cuma dokter exsel yang bisa memberikan semua kasih sayang, cinta dan merubah kehidupan zhea"


"Alex itu bukan dewa yang bisa ngerubah kehidupan orang"


"Zhea itu hidup tanpa cinta. Dan sebaik-baiknya dia harus bersama orang yang di penuhi dengan cinta, dan dokter exsel lah orangnya. Gue dan Rio juga orang yang kurang kasih sayang. Rio di tinggal orang tuanya sejak usia 2 tahun karena kecelakaan. Dan gue, hanya anak dari keluarga sederhana yang di tinggal oleh orang tuanya sejak gue lulus SD. Selama ini orang tua Rere sangat membantu kehidupan gue dan Rio. Dan hanya mereka yang ngasih kita bertiga kasih sayang seperti mereka menyanyangi Rere"


"Tapi melupakan nggak semudah itu nik"


"Gue tahu, bahkan gue sekarang juga nggak bisa ngilangin perasaan gue ke zhea. Lho sama dokter exsel hanya berhubungan tiga tahun. Sementara gue memendam perasaan ke zhea belasan tahun lamanya, karena dari kecil cuma zhea satu-satunya cewek yang gue sukai. Walupun begitu, gue nggak mau egois dengan diri gue sendiri. Walupun sangat mencintai zhea, tapi zhea nggak bakalan bahagia hidup sama gue nantinya. Gue nggak akan mampu ngadepin dia, karena setatus sahabatan dan pernikahan itu jauh berbeda. Itulah kenapa gue lebih memilih persahabatan kita kebandingkan perasaan gue. Karena gue nggak mau ngehancurin semuanya, sehingga membuat hubungan gue dan zhea renggang. Dan ini pun nggak pernah gue ceritain ke mereka bertiga, cuma lho dan dokter exsel yang tahu. Lho lihat sendirikan? Mereka terlihat begitu serasi dan bahagia. Dokter exsel juga nggak mau ceraiin zhea walau zhea sudah menawarkan ke dia apakah dia ingin kembali sama lho dan ceraiin dia. Dia tetap memilih hidup bersama zhea sampai akhir walau tanpa cinta. Lho pikirin baik-baik deh omongan gue, jangan sampai lho ngelakuin hal-hal yang ngerendahin diri lho sendiri nantinya. Lho itu cewek terpelajar dan bijaksana, gue yakin lho nggak bakalan salah langkah"

__ADS_1


"Akhhhhhhhhhh" teriak zhea dan Rere kesenangan naik roal coaster.


"Astaga, tenggorokan kalian nggak sakit apa? Teriak terus dari tadi" ucap adnan


__ADS_2