BAD GIRL

BAD GIRL
CIARA


__ADS_3

Lima tahun kemudian..


"Ma, apa Mama tidak mau melihat ku?? Apa Ciara nakal??"


Gadis kecil berusia empat tahun duduk di samping ranjang Celina, dia memandangi Celina yang tengah tertidur pulas selama lima tahun. Celina dia koma sampai lima tahun, Rian membesarkan putri mereka dengan mertua dan kedua orang tuanya.


"Hay Cantik..


"Kenapa kamu bersedih di sini???" Irwan masuk ke ruangan Celina yang kini sudah di pindah keruang khusus atas permintaan Rian, tempat dimana hanya keluarga nya saja yang bisa masuk, ruangan yang hanya di tempati oleh Celina semenjak 5 tahun yang lalu..


"Pi, kenapa Mama tidak kunjung bangun?? Apa Ciara nakal sampai Mama tidak mau bangun??"


Irwan menghela napas berat melihat keponakannya yang masih sangat kecil melihat ibu nya tidak kunjung bangun.


"Kamu coba dong ajak bicara ibu, barang kali ibu mau bangun setelah kamu bicara dengannya???"


"Aku tadi sudah mengajak Mama tapi tak kunjung bangun" Di usia yang belum genap lima tahun tapi Ciara sama sekali tidak cadel, dia dewasa sebelum waktu nya dewasa.


Irwan menatap Celina yang masih betah tidur selama lima tahun ini."Kak, bangun lah kak. Kasihan Ciara dia merasa bersedih, mengira kakak marah dengannya" tanpa Irwan sadari Air matanya jatuh membasahi kedua pipinya.


Irwan menghapus air matanya agar Ciara tidak semakin sedih dan bertanya kenapa dia menangis, Irwan mengajak Ciara untuk pulang karena sudah sejak pagi Ciara ada di rumah sakit bersama dengannya.


"Pi, apa Papi enggak mau gendong Ciara??" Ciara yang merasa lelah berjalan akhirnya memberi kode kepada Irwan untuk menggendong nya.


Tentu saja Irwan tidak bisa menolak pesona Ciara yang mengedip ngedipkan mata bulat nya, dan bulu mya lentik itu sungguh menggemaskan. Irwan menggendong Ciara dengan senang hati, Irwan sudah menganggap kalau Ciara anak nya sendiri karena dia dan Putri tidak bisa memiliki anak setelah kejadian lima tahun yang lalu.


Irwan melajukan mobilnya membelah jalanan yang sepi, dan itu sangat kemajuan apa lagi hari sabtu malam minggu. Irwan sudah sampai di parkiran Apartemen yang sampai sekarang masih di huni Putri, Irwan dan Rian. Rian yang hari ini tidak ada di Apartemen menjadikan Putri dan Irwan yang menjaga Ciara.


Rian melakukan perjalanan bisnis sudah dua hari belum pulang, dia sebelum berangkat sangat berat harus meninggalkan anak dan Istrinya yang belum bangun.


"Mami, Ciara pulang"


Putri yang ada di dapur memasak mendengar putrinya memanggilnya dia segera mematikan kompornya setalah itu cuci tangan. Putri menghampiri Ciara yang duduk di sofa dengan sedih, Putri heran tidak biasanya Ciara akan bersedih.


"Hey Pi kenapa dengan Putri ku, kamu apakan dia??" Putri ingin kalau Ciara melupakan kesedihan nya.


"Bukan Papi, Mi" Ciara menatap Putri dengan mata bulatnya, dia sangat mirip Celina begitu sangat cantik.

__ADS_1


"Lalu siapa yang membuat Putri Mommy bersedih, biar Mommy kasih coklat dia"


"Kok coklat Mi???"


"Lalu apa dong??"


"Suru bangun Mi, aku bilang jangan marah sama Ciara"


"Hah, siapa yang di suru bangun Ciara??" Putri pura pura tidak mengerti kemana arah pembicaraan Ciara.


"Mama"


"Mangkanya kamu kalau di suru minum susu dan makan itu jangan rewel, enggak bangun bangun Mama" Putri sengaja mengatakan itu karena selama ini Ciara sangat rewel soal makan dan minum susu, dia selalu minta makan buah saja.


Ciara mengangguk anggukkan kepala nya."Iyah Mi, aku akan makan yang banyak dan minum susu agar Mama cepa bangun"


Hati Irwan dan Putri merasa sangat bersalah telah mengatakan hal yang tidak mungkin, Celina sudah lima tahun di sana. Sudah dua kali dokter menyarankan untuk melepas alat alat yang menopang Celina selama lima tahun ini. Kemungkinan kecil Celina bangun, karena sudah lima tahun tidak ada kemajuan.


"Yah sudah Mami, mau lanjut masak kamu mandi dengan Papi yah Ra??"


"Iyah Mi"


Putri dan Rian punya adik kandung yang usianya tidak jauh berbeda dengan Ciara, saat Siska hamil tiga bulan, Melati hamil dua bulan dan Celina hamil masih sangat kecil sampai belum bisa di nyatakan kalau Celina hamil. Para dokter tau kalau Celina tenga hamil karena empat bulan Celina di rawat perut Celina semakin besar.


Flashback..


"***Dok, saya baru saja dari kamar nona Celina. Saya rasa kalau perut nona Celina agak membuncit" salah satu perawat memberi tahu dokter yang selama ini menjadi dokter Celina.


"Membuncit???" ulang dokter.


"Iyah dok, apa dokter tidak mau melihat nya"


"Tentu saja sus, mari kita lihat"


Akhir nya dokter dan suster itu datang ke kamar Celina untuk melihat apa yang terjadi dan memastikan apa yang dikatakan suster itu benar kalau Celina perutnya membuncit.


Dokter masuk kedalam bersama dengan suster, dokter memeriksa Celina. dokter itu terkejut, melihat Celina yang masih memejamkan matanya tapi dia hamil dan kini mungkin kehamilannya berjalan 4 bulan.

__ADS_1


"Sus panggil dokter Indri untuk mengecek pasien??"


"Apa pasien hamil dok??"


"Iyah, cepat panggil sus"


Suster manggul dokter Indri dokter kandungan yang ada di rumah sakit, tidak berselang lama suster tadi kembali bersama dengan dokter indri. Dokter indri mulai memeriksa Celina, dia sangat terkejut karena Celina benar benar mengandung.


Setelah semua jelas dokter yang menangani Celina dia memberi tanu keluarga kalau Celina tengah hamil, mereka tidak percaya, bahagia, sedih, tidak percaya kalau Celina hamil dalam keadaannya yang koma, bahagia karena mereka akan mendapatkan cucu, dan mendapatkan anak, sedih karana Celina tak kunjung bangun.


Flashback off***...


Irwan membawa Ciara turun dari lantai dua untuk makan malam bersama dengan nya dan Putri, jika bisanya ada berempat maka kini hanya bertiga. Mungkin kalau ada Celina sudah lengkap kebahagiaan mereka.


"Mi, aku enggak mau sayur!!"


"Tukan nakal lagi enggak mau makan sayur"


"Hemm, Maaf Mi"


"Ayo makan ikan dan sayurnya biar Mama cepat bangun nak"


"Apa benar Mi??"


"Iyah kamu juga jangan lupa buat berdoa dan sering sering ngajak Mama bicara"


"Tapi Mi, Mama enggak mau bicara dengan Ciara Mi"


"Itu karena Ciara tidak suka makan sayur"


"Baik lah Mi, aku mau makan sayur nya juga"


"Yah sudah ayo makan Sayur nya dan Minum susu nya setelah itu istirahat!! Kamu sudah terlalu lama di rumah sakit Ciara"


"Iyah Mi"


Ciara menghabiskan makanan nya setelah itu meminum susunya sampai tandas, setelah itu Ciara turun dari kursinya untuk naik lantai atas untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2