
Bab 250
Zhea sampai di ruangannya, di sana sudah ada Rere. Zhea dan Rere memang seruangan
"Re, kenapa bawa el-razka ke sini" ucap Rere
"Ngamuk pengen ikut dia. Dari pada nangis mending gue bawa aja"
"Kak Zhea mau es clim" ucap el-razka
"Nanti ya kakak kerja dulu. El jangan nakal, atau papa El, bakal bawa El pulang nanti"
"Sedih banget dengar zhea ngomong kayak gitu. Padahal, bokapnya El juga bokapnya dia. Sepertinya sulit banget buat dia maafin bokapnya" batin Rere
Zhea duduk di kursi kerjanya, El-razka merentangkan tangannya di depan zhea.
"Mau apa lagi?" Ucap zhea yang binggung
"El kan maau nemanin kakak kelja. Jdi, El halus duduk samping kakak"
Zhea berdiri, lalu mengambil satu kursi dan meletakkannya di samping kursinya. El-razka di duduk di sana. Sementara Rere sudah fokus ke kerjaannya.
Belum 5 menit el-razka duduk di kursi, dia beralih ingin duduk di pangkuan zhea. Hal itu membuat zhea marah karena El yang nekad beralih kursi dan takut jika adiknya itu terjatuh.
"Apa yang kau lakukan El! Kau mau jatuh hah" bentak zhea
El-razka yang di bentak langsung menunduk dan mamanyunkan bibirnya, saat ini el sudah berhasil duduk di pangkuan zhea, menghadap ke arah kakaknya. Karena tidak berani melihat wajah zhea, makanya dia menuduk.
Rere langsung ingin mengendong El, namun El menolak dan menangis. Dia mengalungkan tangannya di leher zhea.
"El, sama kak Rere aja ya, kasian kakaknya nggak bisa kerja jadinya kalo El gangguin terus" bujuk Rere
"Nggak mau! Maunya kakak zhea!" Tangis El
"Kalo El mau sama kakak diam. Dan jangan buat ulah lagi. Setelah pekerjaan kakak selesai kakak beliin es cream. Kalo masih nakal, kakak suruh orang bawa kamu pulang ke mansion"
"Nggak mau, El janji nggak bakal nakal lagi. Tapi kakak halus main sama El nanti" ucap El mengeratkan pelukannya di leher zhea.
"Oke, kita akan main. Asal El nurut"
____________
Jam makan siang, El-razka tertidur di pangkuan zhea. Leon datang untuk membawa El-razka pulang.
"Apa dia mengganggumu" ucap Leon mengendong el-razka.
Zhea hanya menggeleng
Leon lalu melangkah pergi, Namun saat berada diambang pintu. Tiba-tiba teriakan dan tangisan el-razka menghentikan Langkah Leon.
"Nggak mau pulang mau ikut kakak, nggak mau pulang" ucap el-razka di sela-sela tangisannya
"Nggak mau sama papa. Mau ikut kakak zhea" ucap el-razka memukul-mukul bahu Leon DAN meronta-ronta ingin turun
Leon pun menurunkan El-razka dari gendongannya. El-razka berlari menghadap zhea.
"Tadi kakak bilang nggak bakal suruh El pulang kalo El nggak nakal. El, udah nulut kenapa kakak suruh papa bawa El pulang. Apa kakak nggak mau beli es clim dan main sama El"
Zhea menghela nafasnya. Dia membungkuk untuk mensejajarkan tingginya dengan el-razka.
"Berhentilah menangis. Kita akan membeli es cream sekarang juga. Oke?"
El-razka mengganguk, zhea mengenggam lengan kecil adiknya itu.
__ADS_1
"Dia tidak bisa pulang sekarang" ucap zhea saat melewati Leon
"Suruh supir mengantar el-razka pulang jika dia rewel. Papa harus ke pembangunan proyek untuk meninjaunya"
Zhea hanya mengangguk.
Rere menyetir mobil sedangkan zhea dan el-razka duduk di sampingnya.
"Kakak, El seling liat kakak di tv bawa motor. Al mau naik motol kakak"
.
"Nggak ada motornya sekarang. Lain kali aja"
"Padahal El belum pelnah ikut kakak pakai motol"
"Siapa bilang belum pernah?"
"Emang belum pelnah. Kan kakak jarang ada di mansion"
"Pernah, waktu El masih kecil. Karena kakak jarang pulang, motornya tertinggal di apartemen. Lain kali, kita pergi naik motor"
"Benalan?"
"Heum"
"Kita harus menyelesaikan proyek Dengan cepat. Biar kita punya banyak waktu menyambut hari pertunangan lho nanti. Hubungi Zein, untuk datang ke restoran " ucap zhea. Rere hanya mengangguk
Zhea dan Rere berdiri di samping kanan dan kiri el-razka, keduanya mengenggam tangan mungil bocah itu. Mereka melangkah masuk ke restoran.
"El, mau es cream rasa apa?"
"Vanila"
"El mau es clim aja. Abis itu, temanin El main ya"
"Oke"
Rere memanggil pelayan untuk memesan makanan dan es cream sebagai makanan penutup.
Beberapa saat kemudian, pelayan pun menata makanan di meja mereka.
"Ini es creamnya. Makannya pelan-pelan,jangan sampai bajunya kotor" ucap zhea
El hanya mengangguk kemudian mulai memakan es creamnya.
"Enak, makasih kak zhea" ucap el-razka tersenyum bahagia
Zein dan Raka datang, dengan raut wajah yang muram.
"Wajah kalian Kenapa? Kok tegang banget" ucap zhea
"Liat ini" ucap Raka menyondorkan hpnya ke zhea.
__ADS_1
Zhea dan Rere pun Melihat hp Raka. Ternyata, lara ibu kandungnya zhea membuka identitas zhea sebagai putrinya. Dia juga mengatakan bahwa selama ini zhea tak pernah ingin ikut dengannya. Makanya publik tidak tahu bahwa zhea putri kandungnya. Alhasil membuat hubungan mereka jadi sorotan. Banyak netizen yang membanding-bandingkan zhea dan Tiffany.
"Tiffany anak tiri. Tapi, dia menuruni kemampuan nyonya lara sebagai model. Nggak nyangka banget kalo pembalap zhea yang anak kandungnya" netizen1
"Selama ini nggak mau ngakuin zhea ke publik. Kok tiba-tiba ngasih tahu? Apa karena zheaudah berhasil memimpin perusahaan dan sudah jadi pembalap terkenal?"netizen2
"benar-benar mengejutkan! Tiffany yang anggun dan zhea yang kasar saudaraan tiri"netizen3
Banyak komentar pedas untuk zhea dan Tiffany. Fans Tiffany tentu memuji-muji Tiffany begitu juga sebaliknya dengan fans zhea.
"Kenapa nyokap lho tiba-tiba buat pengakuan kayak gini Zhe?" Ucap Rere
"Gue juga nggak tahu. Dan gue bakal cari tahu jawabannya" ucap zhea tersenyum sinis kemudian beranjak pergi.
"Eh, Zhe mau kemana?" Teriak Rere
"Nyari jawaban. Lho bawa El-razka pulang ke mansion"
"Lho sih re ngapain nanya kayak gitu" ucap Zein mengejar zhea begitupun dengan Raka
"Eh tungguin" ucap Rere menggendong el-razka dan mengejar mereka.
_________________
Zhea sampai di kediaman Tiffany sekeluarga.
"Maaf nona, anda siapa?" Ucap satpam menahan zhea
"Putri kandungnya nyonya lara"
"Jangan becanda Nona. Anak nyonya lara cuma nona Tiffany"
Zhea mengeluarkan ponselnya dan menyuruh satpam itu menonton video yang lara unggah di sosial media ya dan menjadi viral itu.
"Percaya?" Ucap zhea menaikan satu alisnya
"Baiklah nona silahkan masuk"
Zhea melangkah ke halaman mansion keluarga Tiffany. Di sana ada beberapa mobil yang berjejer. Matanya tertuju pada satu mobil, itu adalah mobil exsel.
"Exsel? Ngapain dia di sini" batin Zhea terus melangkah masuk.
"Maaf nona? Anda siapa? Dan ingin bertemu dengan siapa?" Ucap asistem rumah tangga paruh baya
Semua mata tertuju pada zhea. Baik exsel, lara, Tiffany dan Dimas terkejut melihat kedatangan zhea.
"Wah Nona zhea, apakah anda juga datang ke sini untuk rapat" ucap salah satu klien Dimas
"Kalian sedang rapat? Maaf, saya ke sini ingin bertemu Dengan nyonya lara"
"Kemari lah dulu nona. Bergabunglah untuk rapat, siapa tahu anda tertarik untuk ikut kerja sama"
"Benar nona. Nona sangat populer sekarang" sahut klien yang lainnya
Zhea akhirnya ikut duduk "tolong baca dulu profosal ini nona. Siapa tahu anda tertarik"
__ADS_1
"Kirimkan profosalnya ke RZ COMPANY, saya akan bacakan nanti. Sekarang, saya ingin bicara dengan nyonya lara apa bisa" ucap zhea tersenyum smirk ke lara.