BAD GIRL

BAD GIRL
Ingin Nampar?


__ADS_3

Bab 64


"Zhea sudah jangan memperpanjang masalah. Kita bayar saja uangnya" ucap Leon


"Nggak. Ini tuh namanya pemerasan. Dia itu ngambil ke sempatan untuk dapat banyak uang. Jika tahu begini gue pukul aja sih Deby sampai masuk UGD dengan begitu uang yang dia punya akan setimpal"


"Zheaaa, ucap Leon menarik tangan zhea yang berdiri supaya duduk".


Zhea meringis kesakitan, karena Leon mengenggam erat luka bakarnya.


"Lihat, papamu hanya menggenggam tanganmu dan kamu sudah kesakitan. Bagaimana dengan Deby yang tangannya kau injak" ucap mama Deby.


"Om, lepaskan tangan zhea. Kau memegang tangan yang salah" ucap exsel


"Maksudmu"


"Om lihat sendiri ke tangan zhea" ucap exsel yang juga penasaran akan luka bakar di tangan zhea


Leon lalu menarik ke atas lengan jaketnya zhea. Semua orang terkejut melihat lukanya.


"Sayang, tanganmu kenapa" ucap Leon lembut


"Nggak usah sok peduli" ucap zhea beranjak pergi dari sana.

__ADS_1


"Zheaa" teriak Leon


"Prof. Saya rasa masalahnya selesai di sini. Putri saya juga sedang dalam keadaan yang tidak baik. Saya akan membayar uang yang ibu ini inginkan" ucap Leon lalu menulis angka 25 juta di cek.


"Bu, saya minta maaf atas perilaku putri saya. Ini cek 25 juta ibu bisa mencairkannya di bank. Jika ada masalah dengan pencairannya di cek itu juga sudah saya tuliskan nomor telpon saya" ucap Leon


"Baiklah kalau begitu. Saya rasa masalahnya juga sampai disini" ucap mama Deby mengambil cek itu.


"Prof. Saya pergi dulu" ucap Leon beranjak pergi


"Saya juga* ucap mam leon yang juga pergi dari sana.


Tinggal exsel di ruangan itu.


"Kau tahu kenapa aku memanggil mu" ucap prof Wahid


"Selain itu, masih ada lagi yang harus saya sampaikan padamu"


"Saya mengerti prof. Jika anda ingin menggantikan saya"


"Tidak bukan itu yang saya maksud"


"Lalu?"

__ADS_1


"Kau lihat zhea, dia itu begitu tidak terkendali. Dia jarang sekali masuk ke kelas, dia selalu bolos dan selalu membuat keributan dan masalah di universitas ini. Ingin mengeluarkan nya dari sini, banyak pertimbangan. Karena donasi yang ayahnya berikan di universitas ini begitu besar. Dan jika di hitung dengan bangunan. Setengah dari universitas ini memakai donasi dari dia. Kamu adalah orang yang di pilih untuk menjadi dosen sementara. Saya harap kamu bisa membimbingnya menjadi mahasiswi yang baik, setidaknya menjadi mahasiswi pada umumnya. Padahal temannya Niko, sudah terbang ke AS mengikuti pertukaran mahasiswa. Tapi Dia, kau bisa menilai dan melihat sendiri bagaimana dia"


"Dia seperti itu, pasti ada alasannya"


"Kau Sepertinya sudah mengenalnya dengan baik.says harap kau bisa membimbingnya. Yang saya takutkan adalah jika dia di keluar kan dari sini, maka akan sulit baginya untuk masuk ke universitas lainnya. Kemungkinan besar dia tidak akan melanjutkan pendidikannya lagi"


"Saya mengerti maksud profesor. Saya akan berusaha sebisa saya untuk membimbingnya. Tapi saya tidak bisa berjanji bahwa saya bisa merubahnya"


", saya berharap banyak padamu. Zhea itu bukan mahasiswi yang bodoh. Dia hanya tidak terkendali"


Sementara itu, Leon mengejar zhea sampai ke parkiran.


"Zhea. Papa belum selesai bicara, sayang. Kau mau kemana"


"Apa, Sayang? Saya nggak salah dengar"


"Kenapa? Papa nggak boleh manggil kamu sayang"


Zhea terkekeh lalu berucap "ntah mengapa, mendengar kata itu dari mulut anda membuat saya ingin marah"


"Kauu" ucap Leon menunjuk wajah zhea


"Kenapa. Marah? Ingin nampar? Tampar aja. Udah lama kan anda nggak nampar wajah saya"

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️


Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻


__ADS_2