BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 200


__ADS_3

Bab 200


Zhea membawa el-razka ke meja makan. Dia memberi el-razka susu yang sudah di siapkan exsel tadi.


"Kenapa belum makan?" Ucap exsel duduk di samping zhea


"Ngasih el-razka susu dulu"


"Sini, biar El-razka sama aku aja. Kamu makan aja duluan"


"Nggak apa-apa lho makan aja duluan"


"Kalo gitu aku suapin kamu aja. Biar cepat" ucap exsel menyuapi zhea.


Tak ambil pusing zhea pun memakan makanan yang si suapi exsel. Exsel dan zhea makan satu piring berdua.


"Kita ke kampus sekarang. Piring kotornya pulang dari kerja nanti aja di beresin. Takut telat soalnya"


Merekapun berangkat ke kampus. Di perjalanan ke kampus, el-razka malah tertidur.


"Ya ampun nih bocah ya. Pagi-pagi udah tidur aja" ucap zhea


"Pantas aja nggak ada suaranya, ternyata dia tidur. Pantas sih el-razka tidur, orang tadi malam begadang. Tidur bentar habis itu bangun lagi"


"Jam berapa el-razka tidur tadi malam"


"4 shubuh"


"Bearti lho nggak tidur dong karena jagain el-razka. Lho juga udah masak tadi"


"Nggak apa-apa lah. Ada untungnya juga, selam ini aku udah jarang sholat karena ke sibukkan. Alhamdulillah, karena ngejagain el-razka, tadi shubuh aku bisa sholat shubuh"


Mereka pun sampai di kampus, dan el-razka masih tertidur.


Zhea masuk ke kelasnya. Sementara exsel, pergi ke ruangan dulu.


"Eh, zhea. Anak siapa yang lho bawah hah" sinis Debby


"Ngebet banget keknya mau punya anak sama dokter exsel. Sampai-sampai anak orang pun di ambil" sahut silya


"Jangan-jangan itu anak dia pungut di jalanan lagi" timpal Tiffany


"Jaga ya omongan lho" ucap zhea ingin menampar Tiffany, tapi keburu el-razka menangis.


Zhea menatap tajam ke arah Tiffany, silya dan Debby. Sambil menepuk-nepuk pundak el-razka.


"Astaga, susunya ketinggalan di mobil lagi" ucap zhea


"Mau ngurusin anak itu, minimal siap dulu lah. Gue yakin banget lho mau ngurus bocah ini karena lho mau cari perhatian sama kak exsel kan?" Sinis Tiffany. Tiffany tidak mengenali el-razka walupun dia sudah bertemu Dnegan el-razka sekitar 2 atau 3 kali. Tapi, dia tidak terlalu memperhatikannya


"Ngapain cari perhatian sama dia. Dia itu suami gue, jadi gue nggak butuh hal-hal kayak gitu. Bukannya selama ini yang suka cari perhatian ke suami gue itu lho ya. Kan lho yang terus datang ke rumah kita tiap malamnya. Nggak malu apa? Ngedekatin laki-laki yang sudah beristri"


"Lho..." Ucap Tiffany menunjuk zhea


"Kenapa? Yang gue omongin emang benar kan?"


"Ada apa ini" ucap exsel yang mendengar keributan

__ADS_1


"Ini dok, sih zhea bawa-bawa bayi ke kampus. Mana dia nggak bisa lagi ngerawat bayi, liat tuh nangis terus. Ganggu kita aja, kalo kayak gini kita nggak konsen belajarnya"


Exsel mengambil alih el-razka dan menggendongnya.


"Maaf, tapi bayi laki-laki ini saya yang membawanya kemari" exsel lalu memberikan susu pada el-razka dan el-razka pun langsung diam.


"Dan saya minta maaf jika tangisannya menganggu kalian. Dia ini anak yang pintar, saya yakin, dia tidak akan menganggu kelas kalian nanti"


"Bayi itu siapanya dokter?" Tanya Debby


"Dia adik kami. Mari kita mulai kelasnya"


Di lain belahan negara, Niko dan Rio mengantar Rere ke bandara.


"Kalo udah sampai, langsung kabarin kita ya" ucap Rio


"Ahhh, gue nggak mau pulang" ucap Rere memeluk kedua sahabatnya itu


"Lho harus pulang, lho juga harus kuliah" ucap Rio


"Lagian, bulan depan juga udah liburan. Kita berdua akan pulang dan kita bisa rayain ulang tahun zhea sama-sama"


"Benar juga. Gue balik dulu ya, kalian di sini jangan genit-genit sama cewek. Awas aja kalo sampai gue tahu" ancam Rere


"Iya kita nggak bakalan macam-macam kok, palingan pacarin 10 cewek" canda niko


"Eh, jangan berani-berani lho ya" ucap Rere mencubit pinggang niko


"Iya-iya, ampun. Gue cuma becanda re, lagian kita di sini tuh buat belajar bukan pacaran. Kalo cuma mau pacaran mah, di Jakarta juga bisa"


"Ya kali aja lho mau cari yang bule"


"Jangan di acak-acak ishh. Kusutkan, gue bentar lagi terbang lho"


"Yaudah sini gue benarin" ucap Rio membenahi rambut Rere yang kusut


"Selesai. Sekarang udah cantik" ucap Rio. Mereka berdua pun saling tatap


"Duhhh kok gue deg-degan ya di tatap Rio kayak gini. Biasanya juga nggak kayak gini" batin Rere


"Heummm" Niko berdehem keras


"Tatap-tatatpannya udahan? Pesawatnya udha mau lepas landas tuh"


"Kalo gitu gue berangkat dulu" ucap Rere menutupi kegugupannya.


-----------


Kelas berakhir, Tiffany mendekati exsel Dengan modus ingin mengajak el-razka bermain


"Hay ganteng, namanya siapa?" Ucap Tiffany sok manis ke el-razka


"Kamu nggak kenal bayi laki-laki ini siapa?" Tanya exsel


"Mana mungkin aku kenal kak. Aku abru kaki uni liat dia"


"Kamu yakin baru liat dia sekarang"

__ADS_1


"Iyalah kak. Kok kakak ngomong kayak gitu sih"


"Dia ini el-razka, adik tirinya zhea. Saya rasa kamu udah beberapa kali deh ketemu sama dia, masa kamu nggak ingat"


"Dia adik tirinya zhea?"


"Kamu benar-benar nggak tahu?"


Tiffany menggeleng


"Nggak heran sih" ucap exsel beranjak pergi


"Eh kak, boleh aku main sama dia bentar nggak"


"Maaf tif, saya buru-buru sekarang" ucap exsel pergi meninggalkan Tiffany


"Ishh, kok gue bisa-bisanya lupa sih kalo tuh bocah adek tirinya zhea" kesal Tiffany


"Kanapa? Kesal ya caper ya malah buat malu" ucap zhea tersenyum sinis kemudian beranjak pergi.


"Ishh awas aja lho. Lho liat aja pembalasan gue nanti. Apalagi, gue sekarang tahu kelemahan lho" ucap Tiffany


Exsel menunggu zhea di parkiran.


"Gue nitip el-razka Sama lho ya. Gue janji nggak bakal sampai larut malam. Gue harus latihan hari ini, soalnya besok ada balapan" ucap zhea


"Nggak apa-apa, aku bisa bawa el-razka ke rumah sakit nanti. Mau aku antarin ke tempat latihannya"


"Nggak usah. kan motor di rumah, gue harus ke rumah dulu. Gue duluan ya. Taksi yang gue pesan udah ada di depan" exsel hanya mengangguk. Ingin melarang zhea pergi, dia takut akan memacu perdebabatan di antara mereka. Dan membuat zhea bertambah ingin cerai dengannya.


Zhea Sampai di rumah, dia berganti pakaian dan langsung otw ke sirkuit. Namun, di pertengahan perjalanan dia terjebak hujan. Karena tidak ingin kebasahan zhea berteduh di masjid yang kebetulan masjid itu tidak terlalu jauh darinya.


"Kenapa tiba-tiba hujan sih. Perasaan tadi, cuaca cerah-cerah aja" ucap zhea berdiri di depan pintu masjid.


Ternyata di masjid itu sedang ada pengajian ibu-ibu. Yang mana ustadzah itu menjelaskan tugas seorang istri agar berbakti pada suaminya. Zhea mendengarkan semua ceramah ustadzah itu Dnegan seksama


20 menit kemudian, pengajian pun selesai. Ibu-ibu satu persatu pulang.


Zhea yang melihat ibu-ibu itu yang membawa payung pun berucap "mereka sudah menyiapkan payung. Bearti mereka sudah memperkirakan akan hujan. Berarti emang gue yang nggak merhatiin cuaca" batin zhea.


"Dek, ngapain di sini" tanya ustadzah yang juga ingin pulang


"Numpang neduh ustadzah" jawab zhea


"Kenapa nggak masuk ke dalam aja"


"Nggak usah ustadzah, di sini aja. Soalnya pakaian saya juga udah basah"


"Ini udah sore, apa kamu baru pulang kuliah"


"Nggak ustadzah, tadinya saya urusan. Eh, malah kejebak hujan"


"Berapa usia kamu?"


"Bulan depan 20 tahun ustadzah"


"Kamu itu udah dewasa, nggak baik keluar di sore hari kayak gini apalagi di malam hari, sendirian lagi. Seorang wanita itu fitrahnya di rumah, apalagi bagi yang sudah menikah. Kita harus mempersiapkan semua kebutuhan suami, melayani suami dengan baik, harus nurut sama suami, nggak boleh bicara nggak sopan dan bernada tinggi sama suami. Ustadzah ngomong kayak gini ke kamu, supaya nanti setelah kamu menikah kamu bisa menjadi wanita yang sangat beruntung bagi laki-laki yang memilikimu. Jangan sampai nanti, suami pulang kitanya nggak ada di rumah. Karena surganya istri itu berada di telapak kaki suami." ustadzah sengaja ngomong hal itu ke zhea karena dia bisa menilai zhea dari penampilannya dan motor yang di zhea bawa, walaupun ustadzah itu tidak tahu zhea sudah menikah.

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻


__ADS_2