BAD GIRL

BAD GIRL
DI RUMAH PART 3


__ADS_3

Rian keluar dari walk in closet dia mendekat ke arah Celina yang duduk di tepi ranjang, Rian mencium kening Celina menyalurkan rasa cinta dan sayang nya kepada Celina.


"Ayo kita ke balkon kamar"


"Hemmm"


Rian menggendong Celina ke arah balkon, Celina membuka pintu kaca pembatas kamar dengan balkon kamar, Rian mendudukkan Celina di kursi yang ada di balkon kamar nya. Setelah mendudukkan Celina di kursi yang ada di balkon Rian duduk di kursi samping Celina.


Rian memegang tangan Celina dengan sayang dan lembut lalu membawa nya ke bibir nya, Rian mencium sangat lama tangan Celina. Celina menatap apa yang dilakukan Rian kepada nya, perlakuan manis sukses membuat hati nya selalu saja menghangat.


Setelah mencium tangan Celina Rian menatap manik indah milik Celina yang membuat Rian jatuh terus ke dalam pesona Celina. Rian mulai menceritakan apa yang terjadi dengan diri nya dan Dian disekolah tadi, Menceritakan semua tanpa ada nya yang kurang dan lebih.


Rian menatap Celina setelah menceritakan apa yang sebenar nya terjadi dengan Dian tadi di sekolah, Celina memang tidak percaya tapi saat tadi melihat Dian datang ke rumah membuat Celina menjadi sedikit percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dian kepada Mama mertuanya.


"Aku tidak membohongi kamu apalagi berkhianat dari kamu sayang"


"Aku tadi hanya terbawa emosi saja kak!! Aku yakin kamu tidak akan melakukan itu kepada perempuan lain"


"Terima kasih sayang sudah percaya dengan kakak"


"Tidak usah berterima kasih kakak itu kewajiban kita selalu percaya dan menjaga"


Rian mengusap lembut pipi Celina setelah itu menyuruh Celina duduk di atas pangkuan Rian, Celina bangun dari duduk nya setelah itu dia mendekat ke arah Rian lalu naik ke atas pangkuan Rian.


"Sayang sebentar lagi kakak lulus dan enggak bisa menemani kamu, kamu jangan nakal yah disekolah???"


"Hehehe"


"Kenapa kamu tertawa sayang???"


"Kakak lucu sekali, aku kan sudah menjadi milik kakak, kakak lulus atau enggak aku akan buat kakak"


"Kamu sangat menggemaskan sayang"


"Aku adalah milik Rian seorang kakak, jangan khawatir aku akan pindah ke lain hati!! Sejak aku bertemu dengan kakak aku sudah tertarik dengan kakak"

__ADS_1


"Apa benar sayang??? Kakak juga suka dengan kamu saat pertama melihat kamu"


"Kenapa kakak tidak menghubungi ku waktu itu???"


"Kakak takut sayang"


Rian dan Celina bernostalgia dimana mereka baru pertama bertemu Rian jatuh dan Celina menjadi penolong Rian, Rian yang suka rapi tidak berani menghubungi Celina dan akhir nya mereka bertemu di sekolah yang sama. Betapa Celina dan Rian bahagia bisa bertemu kembali, dada mereka bergemuruh saat bertemu kembali.


Setelah saling bercerita mereke masuk ke dalam kamar kembali, dengan Celina yang ada di gendongan Rian, Rian mendudukkan Celina di ranjang kamar mereka. Sedangkan Rian dia duduk di kursi meja belajarnya dia akan belajar karena kurang satu minggu lagi Rian akan ujian kelulusan sekolah.


Celina menatap Rian yang tengah Serius di meja belajarnya, menjadikan Rian begitu sangat tampan apa lagi dengan kacamata baca nya membuat Rian semakin menawan. Dia selalu sukses membuat Celina terpesona apa lagi saat dia hanya pakaian rumah sangat tampan.


"Tidak heran kalau kamu dikejar kejar banyak perempuan cantik disekolah kak!! Kamu begitu sangat tampan aku saja sampai terpesona berulang kali dengan kamu" Batin Celina dengan menatap Rian.


"Jangan menatap ku seperti itu sayang"


Suara Rian mengejutkan Celina yang tengah fokus kepada Rian yang ada di depan nya, pipi Celina memerah saat ketahuan memandang Suami nya diam diam dibelakang nya.


"Aku tidak memandang kamu kak"


"Kakak belajar aja yang serius"


"Baiklah tuan putri"


Rian kembali melanjutkan belajar dengan Celina yang masih menatap Rian dari belakang sungguh pasangan yang sangat menggemaskan. Setelah satu jam berlalu Rian sudah mengakhir belajar nya kini Rian berdiri dari duduk nya mendekat ke arah Celina yang masih setia di ranjang.


Saat Rian baru sampai di dekat Celina, Mereka berdua mendengar ketukan pintu dari luar. Celina mendekat ke arah pintu lalu membuka nya.


Ceklek..


"Mama"


"Ayo turun nak waktu nya makan malam sayang"


"Iyah Ma"

__ADS_1


Setelah kepergian Melati, Celina masuk ke dalam kamar dan memanggil Rian untuk makan malam, Rian mencium kening Celina saat Celina mendekat ke arah nya.


Rian selalu bisa membuat Celina terjatuh lagi dan lagi ke dalam sikap dan ketampanan Rian, begitupun dengan Rian yang selalu terjauh dan terjatuh lagi.. Wkwkwk kayak lagu saja yah terjatuh dan terjatuh lagi dan terlewati.


Rian dan Celina turun ke lantai satu dimana ruang makan berada, Rian menggandeng tangan Celina sampai di ruang makan, Melati yang melihat itu pun sangat bahagia begitupun dengan Patra yang tadi sempat melihat ada nya huru hara di antara putra dan menantu nya.


"Kenapa Mama dan Papa senyum senyum???"


"Kenapa kepo sekali kamu"


"Ala paling Papa dan Mama salah obat"


"Kurang ajar yah"


"Kurang uang jajan yang benar"


Melati dan Patra menghela napas lelah mendengar apa yang dikatakan putri nya selalu saja uang jajan saat berdebat dengan nya, uang jajan yang tidak ada sangkut paut nya selalu dia ikut ikutkan.


"Selalu saja begitu Ma, putri kamu uang jajan tidak perna tertinggal"


"Uang jajan itu penting yah Paa"


"Buat kamu yang hobi jajan seblak"


"Biarkan saja aku makan seblak dan membuat ku semakin Chubby dan kak Irwan semakin cinta dengan ku"


"Eleh cinta monyet kalian berdua"


"Ngomong Cinta kapan papa akan menikahkan j dengan kak Irwan ku sayang"


Patra menirukan gaya orang ingin muntah saat mendengar putrinya mengatakan Irwan ku sayang, itu membuat Melati dan Patra ingin tertawa tapi mengganti nya dengan orang seperti ingin muntah.


Sedangkan Rian dan Celina sudah duduk di kursi yang ada di sana dengan tertawa mendengar perdebatan ayah dan anak itu, keluarga yang sangat manis tidak ada pertengkaran diantara mereka dan saling menyayangi satu sama lain dan juga saling menghargai satu sama lain.


Jika Melati mengamuk Patra akan diam jika dia benar benar salah walau benar dia akan tetap diam karena perempuan di keluarga patra selalu benar tidak ada yang salah. Menjadikan keluarga ini adem ayam tanpa ada nya perdebatan diantara mereka semua.

__ADS_1


Rian dan Putri meskipun saling bertengkar tidak ada yang mengalah tapi Rian sangat melindungi putri adik nya satu satu nya, selain putri kini menjadi dua perempuan yang dia lindungi pertama Celina kedua Putri yang sekarang akan menjadi tanggung jawab Irwan. Karena mereka berdua akan menikah kan kurang satu minggu lagi itu tandanya setelah Irwan selesai ujian.


__ADS_2