
Bab 77
"Aku juga nggak tahu. Aku mau ikut, tapi Rio nggak ngebolehin"
"Jahat banget, kamu di tinggalin sendiri di sini" ucap Raka
Balapan akan segera di mulai, Rere sudah turun ke sirkuit bersiap-siap.
"Ini zhea, kemana lagi" gumamnya khawatir zhea akan terlambat.
10 detik sebelum balapan di mulai, zhea muncul di sirkuit. Semua fansnya meneriakinya untuk memberi semangat.
Sementara Rio, berdiri tak jauh dari mereka berdua.
"SEMANGAT, FOKUS, DAN PERHATIKAN KESELAMATAN" teriak Rio yang diangguki oleh ke duanya.
Balapan pun dimulai, di sana ada sepuluh orang pembalap prempuan yang bertanding.
Di bangku penonton, fansnya zhea dan Niko sangat mengsupport zhea.
"Kita harus teriakin nama kak zhea lebih kencang, supaya dia semangat. Karena kak Niko nggak ada di sini, dia pasti nggak semangat balapannya. Terbukti, dengan datang terlambat" ucap fans 1
"Ah benar-benar. Ayo kita teriakin nama kak zhea sekencang-kencengnya" ucap fans 2
"Kak zheaaa semangat"
"Zheaa"
__ADS_1
"Zheaa"
"Zheaa"
"Eh jangan teriakin nama zhea doang dong. Rere juga balapan tahu. Seharusnya kita teriakin nama mereka bergantian" ucap fans 3
"Zheaa"
"Rere"
"Zhea"
"Reree"
Teriak para fans menggema. Semua itu tak luput dari perhatiannya Zein dan Raka.
"Gue bilang juga apa. Cewek kayak mereka ini, sesuatu. Makanya gue tertarik"
"Lho benar juga"
"Kanapa? Sekarang lho suka sama sih Rere, melihat kehebatannya Sekarang"
"Udah dari kemaren, gue suka sama dia. Tapi hari ini tumbuhnya lebih besar dari pada kemaren" ucap Raka
"Bagus deh kalo gitu. Gue juga khawatir kalo lho bakal di dekatin cewek yang salah" ucap Zein
"Gue bukan lho kali. Lho lupa, kalo yang harus di perhatikan itu elho. Lupa, kalo pernah pacaran sama Tiffany yang membuat hidup lho ribet, dan ngabisin uang lho ber miliyaran rupiah" ucap raka
__ADS_1
"Udah nggak usah bahas-bahas Masa lalu"
Di lain sisi, Rio sangat mengkhatirkan zhea. Karena zhea baru mendonorkan darah, sudah pasti kondisinya tidak terlalu baik untuk balapan.
Tidak terhitung berapa kali, Rio menghela nafas kasar.
Kembali ke Area balapan, ini adalah putaran terakhir. Zhea sudah mendekati finish, tiba-tiba kepalanya pusing, penglihatannya buram.
Zhea lalu menambahkan kecepatannya, sehingga dia berhasil menjadi juara pertama. Tapi, setelah melewati finish, dia terjatuh dari motor, terseret jauh dan tidak sadarkan diri.
Rere yang menang di urutan kedua pun langsung berlari mendekati zhea. Begitu juga dengan Rio, Zein dan raka.
Zhea di bawah oleh tim kesehatan, ke tenda.
"Aku akan membawa Zhea kerumah sakit" ucap Zein.
"Tidak perlu, aku yang akan membawanya ke rumah sakit" ucap Rio
"Biar Zein saja yang membawanya ke rumah sakit. Dia membawa mobil ke sini. sementara lho, lho mau buat zhea jatoh lagi. Lagian gimana caranya lho bawa dia kerumah sakit pakai motor" ucap Rere ketus pada Rio
Zein dengan cepat mengendong zhea memasukkannya ke dalam mobil, dan pergi ke rumah sakit.
"Lho itu nggak becus banget ya. Apa lho nggak nelitiin di motornya zhea mungkin ada yang salah. Ini tuh bahaya untuk keselamatan zhea. Lho itu emang nggak ada apa-apanya di bandingkan dengan Niko. Jika ada Niko di sini, zhea nggak mungkin kecelakaan kayak gini" ucap Rere menyalahkan rio
"Lho benar, gue emang nggak becus dan nggak bisa apa-apa. Gue minta, lho urusin kemenangan zhea, karena orang nggak becus ini, nggak akan mampu mengurus masalah sebesar itu" ucap Rio menatap kecewa pada Rere kemudian beranjak pergi.
Di saat ingin melangkah, para fans sudah mengerumuni mereka.
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️