
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, mereka tiba di sebuah pantai pasir putih. Suasana malam terasa sepi, hanya deburan ombak dan embusan angin yang menyambut kedatangan pasangan suami istri tersebut.
Mereka melangkah bersama ke bibir pantai. Semakin hari Jessi merasa begitu bahagia ketika berdekatan dengan Nich, lelaki yang kini berstatus sebagai suaminya. Meskipun, pernikahan hanya diadakan secara sederhana dan mendadak, tetapi pria tersebut selalu bisa melindungi dan menjaganya, serta membahagiakan dengan cara tak terduga.
Jessi menatap jauh deburan ombak yang menyapu bibir pantai di kegelapan malam. Tiba-tiba, tangan kekar Nich dengan lembut memeluk dari belakang, memberikan kehangatan pada sang istri karena kencangnya embusan angin malam.
"Apa yang menjadi beban pikiranmu, Sweety?" Hangatnya napas sang suami bisa Jessi rasakan di telinganya. Hal tersebut, sontak membuat wanita itu meremang.
Dia langsung menoleh, memutar tubuh agar berhadapan dengan suaminya, menatap Nich yang masih mendekap dengan erat. Mata mereka saling bertemu membuat debaran jantung dua insan yang tengah berbahagia itu semakin kencang dan tak beraturan.
Tubuh mereka saling menempel, Jessi mengalungkan kedua tangan di leher suaminya. "Aku hanya memikirkan kehadiran Brian tadi siang, Sayang." Wanita itu sudah mencoba untuk berbicara dengan hati-hati, tetapi tetap saja membuat raut wajah Nich berubah.
Kecemburuan tergambar jelas di wajahnya yang tampan. "Kenapa kamu masih memikirkannya, Sweety?" Nada bicara sang suami berbeda. Dia menunjukkan sikap tidak suka ketika sang istri masih memikirkan pria lain.
Jessi menangkap hal tersebut, dengan senyum yang lembut dia mulai menjelaskan. "Firasatku buruk ketika melihatnya. Aku takut akan terjadi sesuatu pada kita nantinya."
"Tenanglah, Sweety. Aku akan selalu ada untukmu."
Sang istri menatap lekat bibir ranum suaminya, membuat wanita itu seperti terhipnotis dan mulai mendekatkan wajah. Semakin dekat, hingga kedua ujung hidung mancung itu saling bersentuhan.
Hal tersebut sontak membuat Nich menelan salivanya sendiri dengan susah payah. Apakah istrinya sedang mengambil inisiatif?
Namun, Jessi mulai menempelkan bibir, memejamkan mata, dengan lembut menikmati setiap sensasi yang hadir dalam diri masing-masing.
Nich menahan tengkuk istrinya, dengan penuh kesadaran Jessi semakin erat mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya, membuat pria itu secara leluasa memagut bibir tersebut, semakin dalam memainkan lidah.
Sejenak Jessi melepaskan pagutan mereka setelah dia merasakan pasokan udara di paru-paru mulai menipis. "Sayang." Wanita tersebut berbisik secara sensasional di telinga Nich, membuat pria itu menyunggingkan senyum indah yang merekah.
"Iya, Sweety."
"Mari kita menanam benih pertamamu!" Wajah Jessi tersipu malu ketika mencoba mengatakan hal itu. Namun, malah membuat sang suami tersenyum melihat rona merah di pipi sang istri.
"Ayo!" Nich menggenggam tangan istrinya berlari menyusuri pantai membuat rambutnya yang panjang bergelombang tersapu angin, hingga terlihat sebuah speed boat yang terparkir di sana.
__ADS_1
Jessi mengernyitkan dahi, menatap curiga sang suami. Bagaimana Nich bisa tahu ada speed boat di sini?
"Jangan bilang kau sudah merencanakan semua ini, Sayang!"
Pria itu hanya tersenyum, tanpa berniat menjawab pertanyaan istrinya, Nich langsung membopong wanita itu menuju speed boat mewah tersebut. Jessi terkejut, tetapi dia mengembangkan luas senyum di wajahnya. Lagi-lagi, suaminya berhasil memberikan kejutan tak terduga dengan caranya sendiri.
Mereka segera meninggalkan bibir pantai tersebut, menjalankan mesin menuju tempat yang sudah disiapkan oleh Nich khusus untuk kegiatan malam ini, setelah beberapa kali dia gagal menanamkan benihnya. Tak Butuh waktu lama, terlihat sebuah resort bertengger di atas air.
Resort terbuka terbuat dari kayu. Embusan angin yang sejuk membawa aroma khas air laut, membuat suasana semakin cocok untuk menyatukan cinta. Ditambah remang cahaya rembulan ditemani para bintang, seakan menjadi saksi apa yang akan terjadi malam ini.
Mereka turun dari speed boat, dengan segera Nich menggendong sang istri layaknya seekor bayi koala. Wanita itu melingkarkan kedua kaki di pinggang suaminya, sedangkan tangan kembali dikalungkan di leher.
Ketika berjalan memasuki area resort, mereka kembali saling mempertemukan bibir. Nich melangkah hingga masuk ke dalam kamar. Sepasang suami istri tersebut sudah terlanjur merasakan hawa panas yang begitu luar biasa dalam diri masing-masing.
Perlahan Nich meletakkan sang istri di atas ranjang. Ketika dia menindih tubuh istrinya, wanita itu malah menahan dada bidangnya dengan kedua tangan.
"Biarkan aku yang memulai lebih dulu, Sayang!" Dalam sekejap mata Jessi berbalik menindih suaminya. Mengeluarkan bakat yang selama ini dia pendam sebagai wanita baik.
Sepasang suami istri saling menghangatkan kulit masing-masing. Hal tersebut secara naluriah membuat Jessi mengeluarkan yel-yel khas kegiatan tersebut.
Jessi ingin memberikan kenangan pertama terbaik bagi suaminya dengan memberikan servis terbaik.
"Wohoo, rudal perjaka memang the best."
Cukup lama mereka saling beradu, hingga buliran keringat hasil membakar kalori membasahi tubuh sepasang suami istri tersebut. Berulang kali Jessi mendapatkan pelepasan membuat tubuhnya mengejang.
"Suamiku, kenapa milikmu lama sekali?" Jessi mengeluh karena merasa kewalahan. Berbagai gaya sudah dia lakukan, tetapi belum ada tanda-tanda sang suami mencapai titik tertinggi dalam permainan ini.
Nich tersenyum mengusap rambut istrinya. "Apa kau sudah lelah, Sweety? Mau bergantian? Biarkan aku yang mengambil alih!"
"Tidak, aku belum menyerah, Sayang. Rudalmu sedang menantangku. Lihat saja, aku akan menghabisimu kali ini!"
Terengah-engah Jessi bergerak, tetapi wanita itu belum mau menyerah. Dia tidak akan kalah, meskipun tenaga sudah mulai menipis.
__ADS_1
Berulang kali Nich mendesis dan mengeluarkan suara eksotis, merasakan pengalaman pertama yang diberikan oleh Jessi. Hingga beberapa saat kemudian, sepasang suami istri itu saling mencengkeram merasakan puncak perjuangan mengeluarkan benih-benih kecebong di dalam rahim Jessi.
"Akhirnya." Jessi ambruk di tubuh suaminya seketika. Dia memeluk pria yang masih berada di bawahnya. napas wanita itu terengah-engah, buliran keringat membasahi tubuh keduanya. Nich mengusap wajah sang istri yang merah karena kelelahan.
"Terima kasih, Sayangku." Dia kembali mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut.
Tak butuh waktu lama Jessi sudah terlelap di atas tubuh suaminya, dengan tubuh yang masih saling menempel, membuat senyum merekah indah di wajah Nich. "Aku mencintaimu, Sayang."
"Aku juga mencintaimu, Suamiku.“ Jessi bergumam di sela tidurnya. Tentu saja hal tersebut melambungkan hati Nich yang pertama kali mendengar pernyataan cinta istrinya secara langsung.
Lihatlah, Mom! Anakmu kuat dan tahan lama, bahkan tanpa ramuan herbal darimu. Hingga bisa membuat menantumu puas dan menyatakan cinta. Nich mengeratkan pelukan dengan senyum merekah indah di wajahnya.
Namun, nyatanya setelah beberapa waktu, keinginan Nich sebagai pria tak kunjung usai. Hal itu membuatnya membalikkan tubuh Jessi dan menggantikan posisi sang istri.
Dia kembali mencium bibir istrinya dengan ganas, membuat Jessi kembali membuka mata. "Sayang."
"Kau yakin ingin tidur, Sweety?" Nich kembali menggoda istrinya dengan berbagai cara, membuat Jessi kembali membuka kedua matanya.
"Aku masih ingin, milikku juga gatal. Tapi, lututku lemas, Nich." Jessi merengek manja mengalungkan tangan di leher suaminya.
"Biarkan aku yang bekerja kali ini, Sweety!" Nich langsung melahap habis bibir istrinya secara ganas. Menggerakkan pinggul dengan kecepatan penuh.
"Sayang, rudalmu memang mantap." Mendengar kalimat vulgar sang istri membuatnya semakin bersemangat. Nich membalik tubuh Jessi, hingga membuat wanita itu mencengkeram seprei.
Tidak cukup hanya sekali, dia menggarap sang istri hingga pagi menjelang. Membuat Jessi Knock-out dan tak mampu lagi untuk bergerak. Tenaga sepasang suami istri itu terkuras habis karena lima ronde panjang yang mereka lalui.
To Be Continue...
Hai gess aku capek repisi dari kemarin gagal reviuw terus.
Karena part ini udah di tolak berkali-kali dan ini hasil akhirnya seperti ini aja.
Semoga kalian suka.
__ADS_1