Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Musuh di Balik Topeng


__ADS_3

Di suatu tempat, seorang laki-laki tengah berdiri menatap sebuah pigura besar di depannya. Dia menikmati keindahan dalam pigura itu.


"Kau sudah menemukannya?"


Seorang pria lain mendekatinya dengan segelas Brandy di tangannya.


"Ya, dia semakin cantik!" Lelaki itu menghisap cerutunya, dengan mata yang masih mengagumi pigura di depannya.


"Dia terlalu kuat! Kau tak akan bisa memanipulasinya!" Lelaki itu mengangkat gelas di tangannya, memutar isi di dalam gelas, lalu meneguk Brandy perlahan.


"Karena itulah, aku semakin menyukainya. Aku menyukai dia yang tidak mudah ditindas."


Lelaki itu menatap pigura dengan tatapan penuh obsesi. Baginya apa yang dia inginkan harus menjadi miliknya. Bagaimana pun caranya?


"Ayah tidak akan menyetujuimu! Jika kau ingin bersamanya! Kau tahu itu!"


"Aku akan melenyapkannya! Jika dia mencoba mencampuri urusanku!" Sinar matanya menyala menunjukkan kesungguhan di setiap ucapannya. Dia akan menyingkirkan apa pun yang menghalanginya.


"Semoga berhasil, Kak!" Lelaki menepuk bahu kakaknya, lalu pergi meninggalkannya di ruangan itu sendiri.


Kakaknya memanglah sangat berbahaya jika sudah menginginkan sesuatu. Meskipun hal itu bukanlah miliknya. Dialah orang di balik kesuksesan berdirinya kelompok ini.


******


Setelah sarapan dengan Jessi, Nich pergi ke kantornya. Terlihat seorang yang dingin dan tanpa ekspresi sudah menunggunya untuk memberikan laporan.


"Apa yang kau dapatkan?" Nich meletakkan bokongnya di kursi kebesarannya.


"Tuan, seseorang sepertinya telah menunggu kedatangan Nyonya di kasino itu untuk waktu yang cukup lama. Sebelumnya dia sudah menyewa seorang pelayan yang menyambutnya, dan ketika Nyonya masuk perangkapnya, dia sudah ada di dalam kamar itu terlebih dahulu! Beruntung Anda segera datang. Jadi, dia langsung keluar dari ruangan itu!"


Prangg!!!


Nich mengepalkan tangannya meremas sebuah gelas yang sudah tersedia di mejanya, hingga pecah. Wajahnya merah padam, kemarahannya memuncak mendengar orang lain berusaha mencelakai calon istrinya. Aku tidak akan membiarkan rencanamu berhasil!


"Apa kau tahu siapa dia?"


"Tidak, Tuan. Dia menggunakan wajah buatan untuk menyamar."


"Wajah buatan!" Nich mulai berpikir, seorang musuh yang bahkan harus menggunakan topeng untuk menyembunyikan identitasnya. Jelas dia bukanlah orang biasa. Nich memicingkan matanya. "Bagaimana bisa dia membuat Istriku lengah?"


"Pelayan itu, sudah menyemprotkan sesuatu sebelum dia menyambut Nyonya!"


"Apa yang dia berikan?" Nich semakin penasaran dengan orang yang mencoba bermain rapi dengan Jessi.

__ADS_1


"Untuk itu kami belum tau, Tuan. Sepertinya sesuatu yang di ekstraksi menjadi sebuah parfum!"


"Bagaimana dengan pelayan itu sekarang?"


"Dia sudah dilenyapkan olehnya."


Musuh kali ini sungguh berbahaya, dia bahkan tidak menyisakan bukti untuk menemukannya. Nich harus lebih waspada lagi dalam menjaga Jessi.


"Kau! Lindungi istriku dari jauh! Jangan sampai dia tau dan jangan sampai dia terluka! Jika hal itu sampai terjadi, aku akan meleburmu!" Orang itu membungkuk lantas meninggalkan Nich seorang diri di dalam ruangan.


Penjaga bayangan Nich memang hanya melakukan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Tuannya. Mereka hanya bisa di akses oleh Nich seorang, dan hanya mendengarkan perintahnya saja.


Nich sedang berpikir, siapakah kira-kira yang sedang mengincar Jessi? Tom Evening sudah tidak ada, adakah musuh lain yang menginginkan nyawa Jessi, atau malah menyukainya dan ingin memilikinya? Mata Nich menyala membayangkan hal itu. Dia tidak akan membiarkan siapa pun mengambil istrinya dari sisinya. Jessi adalah miliknya, begitulah selamanya. Dia akan melindungi miliknya dengan segala cara.


Firasatnya berkata buruk dengan musuh yang satu ini. Nich merasa dia harus mulai waspada sekarang. Jika dia bisa membuat Jessi lengah, berarti dia bukanlah orang yang mudah untuk dikalahkan.


Tok tok tok.


Suara ketukan Willy membuyarkan lamunannya.


"Masuk!"


Willy membungkuk memasuki ruangan Nich.


"Suruh dia menunggu sebentar! Aku akan membersihkan tanganku lebih dulu. Kau, panggilkan orang untuk membersihkan ini!"


Nich berdiri dari kursinya, darah segar masih mengalir dari tangannya bercucuran hingga ke lantai.


Willy yang melihat itu sontak terkejut melihat tangan tuannya berlumuran darah.


"Anda terluka, Tuan!"


"Hanya masalah kecil, aku bisa mengurusnya. Kau lakukan saja perintahku! Setelah itu baru biarkan Damien masuk!" Nich pergi ke ruangan khusus miliknya di belakang sebuah rak. Dia mencuci tangannya, membersihkan darah yang mengalir, lantas membungkusnya sendiri dengan perban.


Beberapa saat kemudian, Nich keluar dari ruang pribadinya. Terlihat Damien sudah duduk menunggunya dengan beberapa dokumen di depannya.


Damien melihat tangan Nich yang diperban. "Apakah Anda terluka, Tuan?"


"Hanya sedikit tergores."


Suasana hati Nich hari ini terasa buruk, tetapi dia tidak bisa menghindari pertemuan-pertemuan hari ini.


Mereka membahas kerjasama yang akan dilakukan. Nich membaca dengan teliti setiap berkas yang diajukan.

__ADS_1


Damien Barrack dia adalah seorang pengusaha Berlian dan Permata berusia tiga puluh sembilan tahun. Dia merupakan pemilik Barrack Corp. sebuah perusahaan pembuatan dan pengolahan batu-batu mulia bernilai jual tinggi, seperti: Intan, Safir, Ruby, Zamrud, Kecubung, Kalimaya, Zircoun, dan Marzan. Dia sedang melebarkan sayapnya di Negara N melalui kerjasama dengan Bannerick Group.


Nich membaca setiap dokumen dan membahasnya bersama Damien bagaimana baiknya. Dia melihat gambar sample batu mulia yang membuatnya merasa tertarik, sebuah batu mulia berwarna merah darah. Mata Nich seakan terpesona dengan batu merah itu, terlihat seperti sosok Jessi baginya.


"Berikan batu ini padaku! Aku akan membelinya secara pribadi."


Damien melihat apa yang diinginkan Nich. "Oh, Tuan Nich memang memiliki selera yang tinggi, ini adalah Sunrise Ruby. Ruby ini dijual dengan harga 30,42 juta USD per karatnya, sedangkan batu ruby berwarna merah darah ini seberat 25,58 karat."


"Tidak masalah, aku ingin kau mengubahnya menjadi kalung sederhana! Bentuknya kau ubah menjadi tetesan air! Jangan terlalu mencolok, aku ingin terlihat sederhana saja. Bisakah kalian mengerjakannya dalam waktu tiga hari!"


Damien melebarkan matanya. Tiga hari adalah waktu yang terlalu singkat untuk memoles batu mulia itu, tetapi dia tidak ingin mengecewakan Nich. "Baiklah, akan segera saya aturkan untuk pembuatannya dalam waktu tersebut. Ngomong-ngomong, apakah Tuan Nich menyiapkannya untuk Nona Jessi?"


Nich langsung menatap Damien dengan tatapan tidak suka, matanya mengisyaratkan permusuhan. Cemburu yang membara membuat suasana hatinya semakin memburuk. "Untuk apa Tuan Damien mempertanyakan urusan pribadi saya?"


"Maaf, Tuan Nich. Jika pertanyaan saya menyinggung Anda! Saya hanya merasa Tuan Nich dan Nona Jessi sangat serasi." Damien tersenyum tipis, dia yang menyadari kecemburuan Nich merasa lucu.


Nich hanya menganggukkan kepala, tetapi hatinya terasa panas. Selanjutnya mereka hanya membahas masalah bisnis, hingga selesai.


"Terima kasih atas pertimbangannya, Tuan Nich. Senang berkerjasama dengan, Anda!" Damien mengulurkan tangannya kepada Nich.


Nich membalas uluran tangan Damien. "Sama-sama, saya pun senang bisa bekerjasama dengan, Tuan Damien!"


"Kalau begitu, saya pamit undur diri dulu!"


Nich hanya mengarahkan tangannya kearah pintu.


Selepas Damien keluar, Willy masuk membawa laporan. "Tuan, ada brand baru ingin mengajukan proposal kerjasama dengan kita?"


"Siapa?" Nich membolak balikkan kertas di depannya.


"Brand milik Nona Emily Night."


TBC.


Hallo temen-temen.


Mohon maaf ya kalau banyak typo bertebaran.


Gimana nih menurut kalian ceritanya sampai disini??


Jangan lupa like, komen, vote, dan giftnya ya.


Dukung terus karya Author.

__ADS_1


__ADS_2