Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Ingin Menikah


__ADS_3

"Sayang, kau sudah pulang!" Seorang wanita muda terlihat keluar dari dalam rumah John, dia menghentikan langkah dengan raut wajah tercengang di kala melihat sang pengacara kondang datang bersama seorang wanita.


Sementara itu, Pengacara John yang juga terkejut dengan kehadiran wanita itu langsung memeluk pinggang Jane. Dia mencoba untuk memberontak, tetapi tangan John terlalu erat membuatnya lantas berbicara sambil mengeratkan giginya dan melebarkan mata hingga membulat sempurna. "Apa yang kau lakukan, hah?"


"Tolong aku kali ini saja!" John berbisik di telinga Jane dengan nada memohon. Dia sangat menghindari wanita di rumahnya itu. Perempuan tersebut telah mengejarnya untuk waktu yang cukup lama.


"Kakak, siapa dia?" Wanita tersebut mengerucutkan bibirnya dengan geram sambil menunjuk dan menatap sinis ke arah Jane.


Sikap yang ditunjukan membuat Jane tertawa kecil, sangat mirip dengan Jessi ketika merajuk dulu sewaktu seumurannya. Dia lantas mengulurkan tangan dengan santai kepada gadis itu. "Jane."


Melihat wanita di depannya terlihat ramah, gadis itu pun menyambut uluran tangannya dengan terpaksa karena ancaman dari mata Pengacara John. "Maya," ujarnya dengan ketus.


Maya adalah sosok gadis desa yang bisa dibilang sepupu dari John Maxton. Sejak kecil gadis itu selalu mendambakan John, meskipun jarak usia mereka terpaut cukup jauh, sekitar empat belas tahun. Namun, hal itu tak menyurutkan niatnya untuk terus mendekati pria tersebut dengan berbagai cara. Termasuk melalui ibu John.


Ketampanan John Maxton memang sangat memukau hingga membuat para wanita seakan terhipnotis ketika melihatnya. Tak hanya perempuan elit, tetapi gadis desa pun selalu mendambakannya, kecuali Jane tentunya.


Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya tampak keluar dari dalam rumah juga. "Kenapa lama sekali?" ucapnya dengan lembut kepada Maya.


"Itu." Maya mengerlingkan mata ke arah Jane, wanita itu pun lantas mentapnya dengan lembut pula.


"Eh, ada tamu. Kenapa malah mengobrol di luar? Ayo masuk kalian pasti lelah perjalanan jauh." Ibu John mengira Jane adalah kekasih putranya karena pria tersebut memeluk cukup erat. Lagi pula dua koper di depannya membuat mereka tampak seperti datang bersama dari tempat yang sama.


"Ayo masuk!" ujar Pengacara John dengan santai.

__ADS_1


"Apa maksudmu, hah? Apa kau gila?" bisik Jane dengan masih berlum bergeming dari posisinya, sedangkan dari arah pintu Maya masih menatap tajam ke arahnya.


"Hari sudah malam, kau pikir masih ada penginapan terdekat di daerah sini? Sudah ikuti saja! Lagi pula kita hanya tidak tinggal berdua di rumah ini, ada Ibu dan juga ulat bulu itu." Tanpa menunggu jawaban Jane, pria tersebut langsung melangkah masuk membawa kedua kopernya ke dalam. Mengingat watak wanita tersebut, tidak akan ada habisnya jika berdebat dengannya.


Maya bergegas menyusul John setelah pria itu memasuki rumah, meninggalkan Jane seorang diri di luar dengan raut wajah pasrah dan mendengus kesal. "Sial!"


Mau tak mau dia pun ikut masuk ke dalam rumah. Terlihat hunian sederhana terbuat dari kayu dengan pengaturan klasik, tetapi tetap cantik layaknya sebuah tempat tinggal di desa.


_________________________


Di sisi lain, Jessi dan Nich tengah asyik melewati malam dengan berada di dalam kamar. Wanita tersebut bergelayut manja bersandar di dada suaminya yang berada di atas ranjang.


"Sayang." Jessi memanggil suaminya yang hanya berdeham menjawabnya, dan masih fokus membaca tablet di atas pahanya, sedangkan sebelah tangan lagi memeluk tubuh sang istri yang sedang bergelayut manja. "Sayang, aku ingin resepsi pernikahan."


"Tentu saja." Wanita tersebut mengangguk sambil mengeluarkan suara lucu karena bibir yang ditekan.


Secepat kilat Nich pun langsung menciumnya berulang kali karena gemas dengan sang istri. Nicholas seakan dibuat tak percaya dengan permintaan istrinya. Selama ini dia selalu menawarkan resepsi pernikahan, tetapi wanita tersebut malah menghindar dengan berbagai alasan.


"Pernikahan seperti apa yang kau inginkan, Sweety?" tanya Nicholas setelah puas mencium bibir istrinya dengan senyum yang mengembang indah, menampakkan binar kebahagiaan hanya karena sebuah permintaan.


Selama ini Nicholas merasa belum bisa memberikan hal terbaik untuk istrinya perihal pesta pernikahan. Mereka hanya menikmatinya sekilas sebelum pertempuran di Negara K kala itu dan Nich masih ingin memamerkan istrinya kepada seluruh relasi bisnisnya juga.


Semua itu ingin Nich lakukan agar tidak ada lagi pria yang berani mendekati Jesslyn Light, istri seorang Nicholas Bannerick. Jessi terlalu mempesona jika pria di luar sana tidak tahu siapa dia, sehingga pria tersebut berharap dengan pernikahan besar-besaran tak akan ada lagi kumbang yang hinggap di bunga cantik kesayangannya ini.

__ADS_1


Sejenak Jessi memikirkan perkataan suaminya, hingga beberapa saat kemudian terbesit sebuah keinginan aneh dalam pikirannya. "Aku ingin menikah di kebun binatang."


Harapan Nich yang sudah terlanjur melambung tinggi seakan dijatuhkan begitu saja oleh Jessi. Pria tersebut membelalakkan mata seolah dibuat tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Sweety, kau bercanda 'kan?"


Secepat kilat wanita tersebut menggelengkan kepalanya. "Aku ingin menikah di kebun binatang, titik!" tegas Jessi melihat suaminya yang menampakkan ekspresi tidak menyenangkan untuk dilihat.


Kebekuan Nich karena syok mendengar permintaan sang istri membuatnya mematung di tempatnya. Bagaimana bisa istrinya mengajak resepsi di kebun binatang? Apa anak-anak mereka akan menjadi tarzan?


Memikirkan hal itu membuat Nich seketika menggelengkan kepala. Mustahil hal seperti itu ada di dunia nyata. "Sayang, kau yakin ingin menikah di kebun binatang? Bagaimana kalau kita adakan resepsi di Disneyland saja?"


Mendengar tawaran suaminya Jessi seketika membalikkan tubuhnya sambil mendengus kesal. "Tidak mau! Pokoknya kebun binatang!" Dia langsung memunggungi tubuh suaminya, membuat pria tersebut hanya bisa mengehela napas panjang untuk beberapa saat.


"Baiklah, kau pilih sendiri nanti tempatnya mau di mana! Jangan lupa beritahu Mommy kalau kau ingin mengadakan resepsi pernikahan! Dia pasti akan sangat antusias mendengar hal ini, Sweety." Nich pun akhirnya memilih untuk mengalah, anggap saja semua ini adalah permintaan jabang bayi mereka ketika masih di dalam perut.


Jessi pun segera memutar tubuh sehingga mereka saling berhadapan. "Benarkah, Sayang?" Binar bahagia gambar jelas di wajah cantik dan mempesona sang istri. Membuat Nich hanya bisa mengangguk kecil sambil mengeluarkan senyum manisnya.


Wanita itu pun segera memeluk tubuh sang suami dengan erat karena bahagia. "Terima kasih, Sayang," ujar Jessi sambil menenggelamkan kepalanya di ketiak sang suami yang kini menjadi aroma paling disukainya.


"Yakin ingin di kebun binatang?" tanya Nich memastikan keinginan sang istri dalam pelukannya.


"Iya, aku ingin Moon, Sun, Mars, Venus, Light, Stephanie menjadi bridesmaid-nya." Jessi antusias membayangkan hal itu, sedangkan Nicholas hanya bisa kembali tercengang karenanya.


Ibu hamil permintaannya sungguh aneh-aneh. Benar apa yang dokter katakan, batin Nich.

__ADS_1


To Be Continue...


__ADS_2