Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Tikus Terakhir


__ADS_3

Pagi hari di Negara K dihebohkan dengan dua berita yang sangat mengguncang kalangan bisnis. Kasus pertama adalah kematian putri konglomerat ternama Seo Ya Ji, yang tewas semalam akibat perampokan di rumahnya, sedangkan topik hangat kedua yaitu kebakaran di kediaman Kim Dae Ho pagi tadi.


Kematian anak tersayangnya tersebut mengakibatkan ayah dari Seo Ya Ji menuntut agar segera menemukan pembunuh putrinya, serta menghukumnya seberat mungkin. Sementara kebakaran yang terjadi di seluruh wilayah kediaman Kim Dae Ho menewaskan dua orang yang teridentifikasi Park Eun Seok dan juga ibunya Park Young Ran.


Sisa abu dan asap yang beterbangan masih memenuhi kawasan tersebut. Semua benda dan tumbuhan yang tertanam di kediaman Kim Dae Ho berubah menjadi abu dalam sekejap mata.


Banyak orang yang berspekulasi mengapa hanya ada dua orang di dalam kediaman tersebut, padahal seharusnya ada banyak pelayan dan juga Kim Dae Ho sendiri yang yang beberapa bulan ini diberitakan sedang sakit. Hal ini tentu menyebabkan banyak pihak berkomentar, adakah sangkut pautnya dua kejadian ini dengan konspirasi kalangan pebisnis?


Jessi dan yang lainnya masih berada di apartemen. Kini tugas mereka adalah membantu para pelayan yang menjadi korban kekejaman Park Eun Seok dan juga ibunya. Lalu, memberi pelajaran terakhir pada salah satu tikus yang masih berkeliaran bebas.


Mereka semua tengah menyantap sarapan pagi bersama. Namun, para pelayan makan di ruang tersendiri. Seperti yang diketahui, tubuh mereka masih mengandung racun yang berbahaya, dan belum diketahui cara instan menyembuhkannya.


"Nona, bagaimana dengan nasib para pelayan nanti?" tanya Maurer.


"Kita harus mengeluarkan racun dari tubuh mereka terlebih dahulu. Kita tunggu Nich bangun! Mungkin dia tahu cara tercepat untuk membantu para pelayan."


Maurer mengangguk, dan kembali menyantap makanan di depannya.


"Olivia, sudah kau pastikan bahwa kedua mayat itu sungguh mereka?"


"Sudah, Nona. Saya sendiri yang memastikan ketika mereka mengidentifikasi."


Jessi sejenak kembali berpikir. "Maurer, keluarkan rekaman kita yang semalam siang nanti! Retas semua stasiun televisi dan media lainnya. Jangan sisakan tempat untuk tikus itu bersembunyi! Bahkan di lubang semut sekalipun."


"Baik, Nona."


Mereka melanjutkan acara sarapan sambil menunggu Nicholas bangun dari tidurnya. Setelah selesai makan pagi, Jessi berjalan ke arah kamarnya, merebahkan diri di samping suaminya.

__ADS_1


Dia meraba setiap lekuk wajah Nich, alis, mata, hidung, hingga bibir. Tanpa sadar dia hampir tertawa mengingat bahwa semalam adalah malam pertama mereka. Namun, Jessi malah beraksi untuk membalas orang-orang jahat.


"Apa yang kau tertawakan, Sweety?" Nich mengerjapkan matan perlahan, melihat dengan jelas wajah istrinya di depannya.


"Bukan apa-apa. Suamiku, kapan kita kembali ke Negara N?"


Nich memeluk Jessi, membawa tubuh itu ke dalam dekapannya hingga sangat menempel. "Apa urusanmu di sini sudah selesai, Sayang?" Pria itu menyibakkan anak rambut istrinya yang menutupi mata, menatap wanitanya dengan perasaan bahagia sekaligus bersyukur karena kini mereka resmi menjadi sepasang suami istri.


"Tinggal menolong para pelayan itu. Apa kau tahu bagaimana cara mengeluarkan racun yang menumpuk di tubuh mereka?" Jessi ikut memeluk suaminya tanpa canggung, apa yang perlu dikhawatirkan mereka sudah halal melakukan apa pun sekarang.


Sejenak pria itu memikirkan ucapan sang istri. "Apa imbalanku jika menemukan caranya?"


"Apa yang kau inginkan, Suamiku?" Jessi menekankan kata 'suamiku' dengan senyum mengembang di wajahnya, membuat Nich merasa sangat bahagia ketika mendengarnya.


"Aku ingin ...." Nich mendekatkan wajahnya berusaha untuk mencium istrinya dengan tatapan berhasrat, ketika wajah mereka sudah semakin dekat, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Seketika pria itu mendengus kesal hingga memperlihatkan asap di atas kepalanya karena gangguan yang tidak tahu waktu. "Akan ku bunuh dia kalau tidak penting!"


Terlihat Olivia membuka kamar tersebut. "Nona, salah satu pelayan tergeletak tak berdaya."


"Apa?" Jessi langsung bangun dari tidurnya meninggalkan Nich begitu saja, tetapi sesaat kemudian dia kembali keranjangnya. Mengingat jika sang suami lebih ahli dalam hal racun dari pada dirinya. Wanita itu menarik paksa tangan suaminya yang masih kesal agar segera beranjak dari ranjang. "Ayo kita ke sana!"


Dengan ekspresi malas dan wajah bantal Nich mengikuti langkah sang istri, hingga mereka tiba di suatu ruangan tempat para pelayan itu berkumpul.


"Apa yang terjadi?" Terlihat seorang wanita sudah tergeletak tak berdaya di atas lantai karena mereka juga tidak berani membantu tanpa adanya perintah dari para penyelamatnya.


"Nona." Mereka semua membungkuk ketika Jessi dan Nich tiba. Namun, sedetik kemudian, pria itu menghentikan langkah istrinya.


"Bawa di ke bath up, isi dengan air hangat agak panas!" ujar Nich.

__ADS_1


Mereka segera mengangkat wanita itu sesuai dengan perintah Nich, membawanya ke kamar mandi dan memasukkan ke dalam bath up berisi air hangat.


"Apa yang terjadi, Suamiku?" Jessi menatap tajam ke arah suaminya. Dia khawatir dengan kondisi para pelayan itu.


Nich merengkuh bahu Jessi, mengelusnya secara perlahan. "Itu adalah efek racun yang menumpuk di dalam tubuh mereka karena terlalu lama di sekitar bunga-bunga yang berbahaya."


"Jadi, kita harus bagaimana?"


Nich menantap ke arah Maurer dan Olivia. "Bukankah di sini ada tempat sauna?"


"Ada, Tuan."


"Sewa satu tempat sauna yang luas selama tiga hari ke depan! Biarkan mereka tinggal di sana selamat tiga hari!" Nich beralih menarap para pelayan itu. "Ingat kalian harus berada di dalam sauna selama mungkin, untuk mendetoksifikasi racun yang bersarang di tubuh kalian!"


Para pelayan itu mengangguk paham. "Kalian boleh keluar untuk makan, minum atau istirahat sejenak, tapi kalian harus kembali ke dalam sauna lagi dan itu berlangsung selama tiga hari. Ingat hal itu jika kalian masih menginginkan umur panjang!"


Mereka hanya bisa mengangguk dan tidak menjawab karena tidak memiliki lidah.


"Tenang saja, kami akan mencukupi kebutuhan selama kalian di sana," ujar Jessi.


Mereka sungguh bersyukur dipertemukan lagi dengan Kim So Young dan yang lainnya. Di kediaman Kim Dae Ho mereka bekerja layaknya menunggu kematian tiba karena satu persatu para pelayan di sana meninggal akibat racun yang menumpuk di tubuhnya.


Maurer dan Olivia melaksanakan apa yang diperintahkan Nich dan Jessi, menyewakan mereka sebuah tempat sauna untuk beberapa hari ke depan dengan X yang mengantarkan para pelayan itu.


Sementara sepasang suami istri itu kembali melanjutkan istirahatnya karena Jessi tidak bisa tidur beberapa hari ini, sedangkan Maurer setelah mengurus para pelayan dia menjalankan perintah Jessi selanjutnya. Meretas seluruh siaran televisi dan juga media untuk menyebar luaskan vidio pembunuhan yang dilakukan oleh Park Eun Seok dan juga Kim Jae Wook.


Banyak orang yang menghentikan langkah perjalanan mereka demi menyaksikan adegan tersebut. Terlihat Kim Jae Wook tersenyum ketika Park Eun Seok membunuh istrinya, kejadian ini tentu saja menghebohkan banyak orang. Mereka merasa ditipu oleh Kim Jae Wook yang mengatakan jika Seo Ya Ji meninggal akibat dibunuh oleh pencuri yang merampok rumah mereka.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2