
Jackson sudah siap dengan mobil yang diminta Jessi. Dia mengeluarkan Conquest Knight XV, sebuah mobil yang dirancang khusus dengan berat 8,8 ton dan panjang 5.500 mm, ketinggian 2.160 mm.
Mobil ini merupakan kendaraan lapis baja yang mampu memanjakan penggunanya dalam kemewahan, sekaligus membawa berkeliling tanpa takut dirudal musuh, didukung oleh mesin V8 turbodiesel berkapasitas 6.7-liter berkekuatan 300 bhp pada torsi 894 Nm.
Mobil yang mampu melindungi penumpang dan pengemudi dari serangan peluru, granat hingga rudal RPG. Selain itu, Knight XV juga dibekali beberapa kamera pengintai sehingga pengguna dapat memantau situasi di luar kendaraan setiap saat. Mobil ini dibandrol dengan harga USD 800.000 atau sekitar Rp, 10,5 milliar.
Jessi akan menggunakan mobil ini untuk mendobrak rumah Gery.
Mereka lantas berangkat menuju lokasi yang di tuju. Jackson memacu kerdaraan dengan kecepatan tinggi. Dia sadar semakin lama menemukan Angelina maka kondisi anaknya mungkin akan dalam bahaya.
Ketika mereka menyusuri jalan menuju rumah Gery, terlihat Maurer dan George sudah mulai menyusul mereka dari belakang mobil. Mereka bergerak layaknya orang yang sudah siap untuk bertempur.
Terlihat sebuah bangunan mewah dan luas, berpagar besi tinggi serta gagah sebagai pintu utama memasuki wilayah mansion tersebut.
Mereka menghentikan kendaraan di sekitar wilayah tersebut. "Apa kau yakin ini rumahnya?"
"Iya, Nona. Gery Selay merupakan Pejabat Tinggi Pemerintahan, tidak heran kalau dia memiliki rumah semewah ini," ujar Jack.
"Tabrak pagarnya! Langsung terobos ke dalam!"
Jackson langsung menginjakkan telapak kakinya di bagian gas mobil itu. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi dari jarak yang lumayan jauh.
Brakk! Brakk! Brakk! Brakk!
Suara benturan antar besi dan baja yang beradu. Gerbang tinggi itu roboh, hingga terpelanting beberapa kali jauh dari posisinya.
Melihat keributan di luar, para penghuni mansion mewah yang ada di luar langsung berhamburan panik, melaporkan hal itu pada tuan rumah.
Gery yang saat itu sedang berada di ruang kerjanya tiba-tiba mendapatkan laporan.
"Tuan, di luar ada orang yang menabrak pagar depan menggunakan mobilnya."
"Siapa?"
"Kami kurang tahu, Tuan. Mereka ada empat mobil!"
"Ayo kita lihat!" Gery berdiri dari duduknya, dia berjalan menuju area depan rumah mewahnya.
Gery berjalan keluar, terlihat semua pengawal yang mencoba melawan sudah dilumpuhkan oleh tamu tak diundang.
__ADS_1
"Apa yang kalian inginkan?" Gery berteriak saat mengatakan hal itu, sejujurnya dia sendiri takut melihat keadaan di depannya.
Seorang wanita turun dari mobilnya, berjalan mendekati Gery. "Apa kau Tuan Gery Selay?"
Gery menganggukkan kepalanya.
"Baguslah! Bawa dia!" Jessi melangkah kembali ke dalam mobilnya.
Jackson yang langsung mengikatnya Gery, membuatnya terkejut. "Apa yang kalian mau, hah?!"
Gery mencoba untuk memberontak. Tetapi, tenaga Jackson lebih besar. Dia memukul tengkuk Gery hingga pingsan.
"Jika ada yang melaporkan hal ini kepolisi. Aku jamin hanya kepala Tuan kalian yang kembali!" Suara bariton Jackson terdengar di seluruh kawasan mansion. "Kami hanya meminjam Tuanmu sebentar!"
Mereka lantas membawa masuk Gery ke dalam mobil.
"Sadarkan dia!" perintah Jessi.
Jackson menyiramnya dengan sebotol besar air mineral.
"Uhukh! Ukhuk!" Gery mengerjapkan matanya mengingat apa yang terjadi.
"Kau sudah bangun." Jessi berbicara sambil menggeser layar tablet, membaca setiap laporan yang diberikan Maurer tentang Gery.
"Diam, dan bekerja samalah! Aku hanya mencari seseorang yang mungkin kau tau di mana dia!"
"Mengapa aku harus membantumu?" Gery mencoba untuk menguji wanita di sampingnya.
"Jika kau tidak membantuku, mungkin hanya kepalamu yang akan kembali ke rumahmu!" Jessi berkata dengan santai, tanpa melihat reaksi Gery.
Gluk.
Gery menelan salivanya mendengar penuturan wanita di sampingnya. Apakah dia sudah menyinggung wanita ini sebelumnya?
"Siapa yang ingin kau cari?"
"Cucu dari Barron Night."
Mendengar suara menekan wanita itu, tubuh Gery terasa meremang. "A-aku tidak tahu!"
"Kau sebaiknya bicara sekarang, atau kasusmu akan naik ke publik saat ini juga!" Jessi memperlihatkan sebuah vidio tidakan asusila yang dilakukan oleh Gery. "Ini hanya salah satu. Jika kau tak ingin bicara, maka aku akan mengunggah yang lain. Setelah itu hanya ada berita tentang kematianmu karena bunuh diri."
__ADS_1
"A-aku akan mengatakannya. Jangan lakukan itu padaku! Namun, bisakah kau berjanji untuk melepaskanku setelah itu!" Gery mencoba untuk bernegosiasi tentang kondisinya dengan Jessi.
"Aku akan membebaskanmu setelah menemukan dia dalam keadaan masih hidup dan utuh." Perkataan Jessi sukses membuat Gery melebarkan matanya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat pergilah ke pelabuhan!" Gery berteriak karena nyawanya yang kini dipertaruhkan oleh Jessi, dia belum ingin mati saat ini.
Mereka lantas bergerak menuju pelabuhan dengan kecepatan tinggi.
"Apa yang kau ketahui?" tanya Jessi.
"Awalnya Barron memintaku untuk menikahi putrinya sebagai tanda aliansi di pemerintah. Akupun menyetujuinya, tetapi anaknya bebal dan menolakku, sehingga dia menculik cucunya."
Mendengar hal tersebut Jackson mencengkeram erat setir mobil. Dia menekan kakinya di pedal gas lebih dalam.
Jessi memaklumi apa yang di rasakan Jackson. "Lalu?"
"Dia ... menjual cucunya, dan uang itu akan digunakan untuk dana kampanye dirinya." Gery berkat dengan hati-hati.
Jessi yang mendengar hal itu langsung berubah ekspresinya. Dia menatap Gery dengan wajah merah padam, hatinya bergemuruh, tatapan matanya menajam melihatnya. Dia mencengkeram kemeja yang melekat di tubuh pria di sampingnya itu. "Jika sampai sesuatu terjadi pada Angelina. Akan aku pastikan! Aku sendiri yang akan membuat kalian menderita!"
Melihat perubahan diri Jessi membuat Gery bergindik ngeri. Dia tidak bisa sedikit pun menyinggung wanita ini. Aura yang dia miliki setara dengan pimpinannya di pemerintahan.
"A-aku hanya mengatakan apa yang aku tahu."
Jessi melepaskan cengkraman tangannya. "Jack lebih cepat lagi!"
Jackson menginjak pedal gasnya hingga batas maksimal. Dia juga mengkhawatirkan kondisi putrinya. Angelina pasti ketakutan sendirian.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalan raya. Siapa pun yang melihatnya mungkin akan mengira jika mereka tengah balapan.
"Di mana mereka? Jangan coba-coba untuk menipuku!" ancam Jessi.
Gery menunjuk ke arah sebuah dermaga kontainer di pelabuhan itu. "Di sana!"
Mereka menujj ke lokasi. Sekilas seperti tidak ada kegiatan yang mencurigakan di sini. Namun, tidak dengan penghilahan Jessi. Mereka memindai lebih dulu lokasi tersebut sebelum bertindak.
"Maurer! Bagaimana kondisinya?" Jessi berbicara melalui earpiece di telinganya.
Setiap orang sudah menggunakan earpiece sebagai komunikasi sebelum berangkat ke rumah Gery tadi. Mereka tidak bisa bertindak gegabah karena ini semua menyangkut nyawa Angelina.
"Mereka bukan pekerja dermaga sungguhan, Nona," jawab Maurer dari seberang.
__ADS_1
TBC.