Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Pengunduran Diri


__ADS_3

Tanpa membuang waktu, setibanya di ruang rapat Jessi langsung duduk di kursi utama yang biasanya dipakai sang kakak dengan pandangan menelisik setiap orang yang ada di ruangan tersebut, termasuk Dove yang kini berada di sebelahnya. 


Untuk sejenak dia terdiam dan membiarkan para karyawan itu saling berbisik dengan sesama rekan dan masih menggeser layar tablet secara santai, juga tampak tak profesional karena Jessi bersandar di kursi sambil berulang kali mengembuskan napas kasar juga mengerucutkan bibir. Hingga tak lama kemudian, barulah wanita hamil tersebut mulai berbicara.


 "Sudah selesai bicaranya?" Pertanyaan Jessi sontak membuat semua orang di dalam ruangan tersebut terdiam. Riuh bisik-bisik tetangga kini terdengar sunyi karena hawa yang terasa mulai berbeda di sekitar ruangan membuat mereka sedikit bergindik karenanya. "Katakan apa solusi kalian untuk masalah ini?" 


Jessi menyatukan kedua telapak tangan dan menautkan jari-jarinya sambil menatap satu persatu orang-orang yang tadinya saling berbisik, kini malah menunduk. "Jadi mulut kalian hanya berguna untuk membicarakan orang lain?" 


Suara tegas Jessi sambil membanting berkas berupa kertas di depannya dengan keras ke tengah meja rapat tentu saja membuat mereka sontak terkejut. "Sia-sia saja kakakku mempekerjakan kalian dengan gaji tinggi. Nyatanya hanya sampah tak berguna yang bahkan tidak bisa memberikan solusi untuk masalah sepele seperti ini." 

__ADS_1


"N–nyonya, kebocoran informasi bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Apalagi produk itu akan rilis minggu depan. Tapi, perusahaan saingan kita sudah mendahuluinya dan mengklaim itu milik mereka." Seorang pria memberanikan diri untuk berbicara meskipun rasa gugup seketika melanda di kala melihat sorot tajam Jessi yang terasa langsung menusuknya. 


"Jadi?" tanya Jessi sambil memiringkan kepala melihat tanggapan pria itu lengkap dengan tatapan tajam. 


"Ja–jadi, produk kita gagal rilis dan harus mencari solusi baru," ujar pria itu dengan buliran keringat dingin yang mulai merayap membasahi dahinya karena rasa takut melihat mata sang harimau betina.


Setiap kalimat yang keluar dari mulut Jessi tampak seperti racun sianida, mematikan hanya dalam hitungan detik. Dalam sekejap mata mampu membalikkan keadaan di mana ruangan tersebut tampak mencekam, bahkan suara deru napas pun tak terdengar karena hanya ada kesunyian dari mulut pegawai yang seakan terkunci rapat akibat ketakutan di diri mereka.


Dengan santainya Jessi mengatakan hal itu hingga membuat semua orang membelalakkan mata karena kalimatnya. Tak terkecuali Dove dan Rahmat di sampingnya. Benarkah mereka akan di pecat dengan mudah oleh wanita yang baru pertama kali memimpin rapat itu? Untuk sesaat Jessi mengambil tablet dan sebuah pen khusus, lalu menggunakannya seolah bermain dengan kedua benda itu. 

__ADS_1


"Kalian pun sama. Jika hanya berdiam diri lebih baik menulis surat pengunduran diri sekarang!" ujar Jessi tanpa melihat kedua asisten kakaknya itu dan tetap asyik pada mainan di tangannya. Namun, keduanya paham jika hal itu ditujukan untuk mereka.


Hal itu sontak membuat para karyawan semakin takut dan gugup. Jantung mereka berdetak tak karuan seiring otak mencoba berpikir keras demi solusi yang diinginkan Jessi. Nyatanya meskipun baru pertama kali memimpin rapat di Barrack Corp tak membuat wanita hamil tersebut menciut. Bahkan wibawanya tampak lebih menakutkan jika dibandingkan dengan kakaknya. 


Termasuk Rahmat dan Dove yang tak mengira adik sang Presdir tampak begitu menakutkan. Pantas saja ketika Rahmat menghubungi Damien pria itu malah menyerahkan urusan pada Jessi selama tiga hari ke depan. Ternyata wanita tersebut memiliki cara efektif dalam berbisnis yang membuat mereka seketika menciut karenanya.


Cukup lama ruangan itu sunyi karena tidak ada satu orang pun yang berani berbisik, apalagi meminta izin untuk sekedar pergi ke kamar mandi. Mereka lebih memilih menahannya, hingga tak lama kemudian Jessi melihat jam di pergelangan tangannya. "Sudah ada jawaban?" 


To Be Continue...

__ADS_1


Hari ini Rissa update pagi karena ada acara keluarga. Doakan nanti sore bisa update buat Si Je di 'Queen Of Casino'


__ADS_2