Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Lamaran Kilat


__ADS_3

Tanpa membuang waktu, Jane bergegas pergi ke parkiran setelah mengeluarkan semua emosinya pada Dove. Dia segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju Barrack Corp. Entah apa yang tengah dipikirkan wanita tersebut. Namun, kemelut api cemburu serta rasa ingin memiliki seutuhnya membuat Jane kalap hingga tak lagi memikirkan kondisinya sendiri. 


Tanpa banyak bicara meskipun sesungguhnya dia ingin berteriak, Jane melajukan kendaraan hingga batas maksimal dan menyalip beberapa mobil di depannya. Hingga tak butuh waktu lama wanita tersebut langsung melangkah dengan tegas memasuki gedung Barrack Corp. 


"Di mana Damien?" tanya Jane tanpa basa-basi kepada resepsionis di sana. 


"Sebentar, Nyonya." Wanita itu pun segera menelepon atasannya untuk memberitahukan jika Jane datang mencari atasan mereka. Sejak kejadian hari itu, siapa di gedung tersebut yang tak mengenal Jane. Cara Jessi memerkenalkan Nyonya Barrack sungguh efektif dan membuat mereka seketika patuh. 


"Ada di ruang meeting, Nyonya," jawab sang resepsionis dengan hati-hati melihat wajah tak bersahabat dari Jane. 


"Bawa aku ke sana!" 


Wanita itu hanya mengangguk kecil lantas memersilakan Jane agar mengikutinya menuju ruang rapat di lantai atas. Sebagai seorang petinggi perusahaan, tentu saja banyak agenda yang harus dilaporkan para karyawan pada Damien, sehingga mereka selalu melakukan rapat bulanan. 

__ADS_1


Tak butuh waktu lama mereka pun tiba di sebuah ruang di mana rapat tengah berjalan. "Silakan, Nyonya."


Tanpa basa-basi Jane langsung memasuki ruangan tersebut tanpa permisi akibat emosi yang masih belum reda sejak tadi. Para karyawan di dalam pun terkejut ketika melihat Jane, begitu pula Damien di kursi terdepan. 


Pria itu seketika menatap ke arah pintu masuk yang dibuka cukup keras. "Jane, apa terjadi sesuatu?" Damien segera berdiri dari posisinya untuk mendekat kepada wanita yang baru beberapa hari ini memulai kembali hubungan bersamanya. 


"Kita menikah sekarang," ucap Jane tanpa ragu. 


"Kita menikah sekarang atau tidak sama sekali." Jane berkata dengan tegas tanpa memedulikan orang lain yang menatap tak percaya ke arah keduanya. 


Sementara itu, Damien tentu saja tersenyum senang mendengar ajakan Jane. Melihat kemarahan dalam diri wanitanya saat ini, meskipun dia tak tahu penyebabnya, tetapi pria tersebut cukup bersyukur bahkan ingin rasanya berterima kasih pada orang yang membuat Jane sampai terlihat merah padam seperti itu. "Baiklah, kita menikah sekarang," ujarnya sambil meraih tangan Jane.


Damien lantas menatap asisten di sampingnya untuk sejenak. "Rahmat, kau ambil alih rapat! Nanti tinggalkan berkasnya di ruanganku!" Sebelum pergi pria tersebut memberikan perintah kepada asisten keduanya. Hari ini Dove izin cuti, sehingga dia bersama Rahmatlah yang mengurus rapat.

__ADS_1


"Ayo!" Tanpa membuang waktu melihat keyakinan di mata Jane, Damien segera menggenggam erat tangan wanita tersebut dan melangkah pergi meninggalkan ruang rapat di mana para karyawan masih tercengang atas tindakan atasannya itu. 


Bagaimana bisa seorang wanita melamar pria terlebih dahulu. Belum lagi hal itu tak tampak seperti sebuah lamaran, melainkan ancaman mutlak yang membuat atasan mereka seketika mengangguk patuh.


"Orang kaya memang beda. Menikah kilat hanyalah hal mudah, tidak seperti kita yang masih harus memikirkan biaya tratak dan campursari," ujar Rahmat menggelengkan kepala setelah kepergian Damien kepada karyawan yang lain. 


Lain halnya dengan Rahmat yang menggerutu akan kelakuan atasannya, Damien malah selalu mengembangkan senyum indah di wajah sepanjang perjalanan langkahnya. Bahkan tak jarang pria itu mengecup punggung tangan Jane di genggamannya. Entah apa yang sudah merasuki Jane hari ini, tetapi dia cukup bersyukur akan hal itu. 


Awalnya Damien ingin memberikan sebuah kejutan lamaran yang romantis malam ini sesuai saran dari Jessi. Namun, malah dia yang dibuat terkejut akan tindakan Jane sebelum pria itu menjalankan aksinya. Daripada nantinya Jane berubah pikiran, tentu saja pria tersebut memilih mengubah rencananya.


 Menikah? Tentu saja Damien sangat bersedia, dengan begini Jane tidak akan bisa kabur-kaburan lagi darinya. Apalagi berpikir untuk meninggalkannya karena dia akan berusaha yang terbaik untuk kesembuhan Jane nantinya dan leluasa juga baginya dalam mencari tim medis terbaik dalam pengangkatan tumor Jane.


To Be Continue….

__ADS_1


__ADS_2