
Malam untuk melancarkan aksi telah tiba. Jessie menatap kediaman Kim Dae Ho dengan teropong. Dia melihat Seo Ya Ji sudah mulai memasuki kediaman itu.
Mereka mulai bergerak dengan tugasnya masing-masing. T, R, X, dan Y mempunyai misi untuk mengeluarkan Mario serta Kim Dae Ho dari kediaman itu. Maurer bertugas mengawasi layar di depannya bersama Olivia, sedangkan Nich mengotak-atik laptopnya untuk mengatur perintah keempat anak buahnya.
Malam pertama pernikahan mereka sungguh berbeda dengan pasangan pada umumnya. Nich dan Jessi bukan bergumul, melainkan bertarung secara halus dan tak kasat mata. Menjatuhkan lawan tanpa harus menyentuhnya.
Jessi mengintai kediaman Kim Dae Ho dengan earphone di telinganya. Dia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas untuk melihat pertunjukan langsung yang disajikan. Terlihat Seo Ya Ji mulai memasuki rumah tersebut.
Earphone di telinga Jessi berguna untuk mendengarkan suara dari kediaman itu, karena penyadap mereka masih terpasang rapi di tempat tanpa ada seorang pun yang menemukannya. Wanita itu merasa sedang menonton drama tiga dimensi saat ini.
Seo Ya Ji yang memasuki kediaman Kim Dae Ho dengan keangkuhannya, langsung saja berjalan ke arah suaminya tanpa permisi.
Hanya melihat Kim Jae Wook duduk bersebelahan Park Young Ran emosinya sudah meluap-luap. "Apa yang kalian lakukan, hah?!"
Mereka berdua yang tengah bercengkrama seperti biasa merasa terkejut dengan kehadiran Seo Ya Ji. Pria itu langsung berdiri menghampiri istrinya. "Sayang, kenapa kamu di sini?"
"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kamu di sini?" Seo Ya Ji berbicara dengan nada tinggi, hingga menyebabkan otot lehernya terlihat menegang.
"Sayang, aku hanya sedang mengunjungi kakak yang masih sakit." Kim Jae Wook berusaha untuk meyakinkan istrinya yang sedang marah.
Inilah yang membuatnya tidak bisa jatuh cinta kepada istrinya sendiri. Meskipun, wanita ini cantik, kaya, dan cerdas, tetapi dia sangat sulit mengendalikan emosi dan pencemburu.
Seo Ya Ji adalah seorang penderita sindrom Athello yang membuatnya menjadi pencemburu akut dan juga gangguan bipolar. Di mana wanita itu tidak dapat mengendalikan emosinya sendiri. Dia akan selalu meluap-luap melihat apa yang tidak disukai. Contohnya sekarang, ketika melihat suaminya bersama perempuan lain, seketika membuat aliran darahnya mendidih.
Hal itu membuat senyum tersungging di bibir Jessi yang mengintai, ekspresi puas terlihat jelas di wajahnya. "Sangat, menyenangkan." Dia terus mengawasi perdebatan ketiga orang di kediaman itu.
"Kakak yang sakit kenapa kau yang duduk bersama jal*ng ini?" Seo Ya Ji menunjuk ke arah Park Young Ran.
__ADS_1
Park Young Ran terkejut, dia tidak pernah bertemu langsung dengan istri Kim Jae Wook selama ini. Tanpa aba-aba Seo Ya Ji langsung mendekat ke arahnya dan langsung menampar pipi wanita itu dengan sangat keras.
"Kau, wanita j*lang yang berani menggoda suamiku!" Seo Ya Ji menarik rambut lawannya dengan sangat kuat, membuat Park Young Ran meringis kesakitan.
"Bukan, kami bukan seperti itu adik ipar." Park Young Ran berusaha untuk melepaskan cengkeraman tangan Seo Ya Ji di rambutnya.
Kim Jae Wook juga mencoba untuk melerai kemarahan istrinya. Namun, semua itu hanyalah sia-sia karena wanita ini begitu kuat ketika amarahnya sedang memuncak.
"Kau jangan ikut campur urusanku!" Seo Ya Ji mendorong suaminya hingga tersungkur, menyebabkan pria itu meringis kesakitan karena bokongnya yang terbentur lantai.
Namun, istrinya tidak peduli dengan hal itu. Dia masih saja menghajar Park Young Ran dengan membabi buta layaknya orang kesetanan, hingga menyebabkan wanita itu babak belur.
Para pelayan hanya bersorak ria melihat hal itu, tanpa berniat membantu majikannya. Bagi mereka itu adalah hal yang sangat pantas di terima oleh sepasang manusia laknat berhati iblis tersebut.
Mendengar keributan di luar membuat Park Eun Seok keluar dari kamar. Melihat ibunya yang babak belur karena dihajar oleh wanita di depannya membuatnya murka. Segera pria itu mengambil sebuah belati miliknya dan langsung menyayat pipi Seo Ya Ji tanpa aba-aba.
"Apa juga yang sudah kau perbuat pada ibuku?"
"Aku hanya memberi pelajaran pada wanita ******* sudah beraninya menggoda suamiku!" Seo Ya Ji menunjuk Kim Jae Wook yang masih terduduk di lantai.
Park Eun Seok melihat sekilas, lalu menatap tajam wanita di depannya. Berjalan mendekatinya dengan sangat mengerikan, membuat wanita itu memundurkan sedikit langkahnya. "A—apa yang ingin kau lakukan, hah?!"
"Dia bahkan adalah ayahku. Bagaimana bisa kau menyebut ibuku sebagai j*lang!" Park Eun Seok hendak mengayunkan belatinya ke arah Seo Ya Ji, membuat jantung wanita itu berdetak dengan cepat karena pria muda di depannya sangatlah mengerikan.
Namun, dengan segera Kim Jae Wook menghentikan tangan putranya. "Sudah, sebaiknya kau obati ibumu!"
Kim Jae Wook lantas berbalik dan membawa istrinya pergi dari kediaman itu. Bisa berakibat fatal kalau sampai Park Eun Seok membunuh istrinya yang jelas adalah anak kesayangan keluarga konglomerat. Dia heran, bagaimana bisa Seo Ya Ji tahu tentang hubungannya dengan Park Young Ran, padahal pria itu sudah menutup rapat selama ini.
__ADS_1
Jessi tertawa melihat kondisi pertengkaran di kediaman Kim Dae Ho, membuat Nich mendekatinya. "Apa yang membuatmu begitu senang, Sweety?"
"Suamiku, kau tahu? Seo Ya Ji itu sangat ganas. Aku suka gayanya menghajar Park Young Ran." Jessi tergelak, dia sangat puas bisa memprovokasi wanita itu hingga bisa menghajar ibu tiri Maurer tanpa harus turun tangan sendiri.
"Kau memang licik, Sweety."
"Tentu saja, bukankah kamu yang mengajariku seperti ini?" Jessi kembali meletakkan teropong di depan matanya.
Terlihat Park Young Ran begitu geram dengan apa yang dia alami. Wanita itu mengepalkan tangannya dan berteriak marah setelah kepergian Seo Ya ji dan Kim Jae Wook.
"Apa perempuan itu gila? Jika saja aku tahu dia datang kemari pasti sudah ku siapkan racun untuk membunuhnya sekalian!" Park Young Ran meringis memegang wajahnya yang sudah babak belur.
"Sudahlah ibu, ayo masuk ke dalam! Biar aku membantumu mengobati luka." Park Eun Seok memapah ibunya menuju kamar, dia sudah tidak lagi berada satu ruang dengan Kim Dae Ho semenjak berhasil membuat lelaki itu terbaring di ranjang.
"Kau harus membantuku membalas dendam, Son!" Kilatan amarah terlihat jelas di wajahnya yang penuh lebam, bersumpah akan membalas perbuatan Seo Ya Ji lebih menyakitkan dari apa yang dia terima.
Park Eun Seok mengangguk, dia memang akan menuruti apa pun keinginan ibunya. Sejak kecil pria itu sudah dilatih menjadi mesin pembunuh oleh kedua orang tuanya, tanpa mempertimbangkan kondisi mental sang anak.
Hal itulah yang menjadikan pria tersebut tidak menyukai kebisingan karena suara itu terdengar seperti jeritan para korban di telinganya, sedangkan mysophobia yang dialami adalah akibat dari noda darah yang selalu terbayang setiap kali dia melihat benda kotor.
TBC.
Hallo temen-temen pembaca setia.
Udah hari senin aja nih. Jangan lupa untuk like komen dan Vote ya.
Kopi juga seger nih pas cuaca dingin gini.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian.