Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Matrealistis


__ADS_3

Kecanggungan kembali terjadi di antara Jane dan Damian setelah kepergian Jessi. Berulang kali wanita tersebut menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena merasa malu dengan situasi saat itu. 


"Aku keluar dulu," ucap Jane tanpa melihat ke arah Damien dan berniat melangkah pergi. 


Namun, dengan cepat Damien meraih tangan Jane dan membawa wanita tersebut ke dalam dekapannya untuk sekali lagi. Sesaat pria tersebut terpikirkan akan sesuatu yang membuatnya ragu, tetapi dengan cepat dia meyakinkan diri jika semua itu adalah yang terbaik bagi keduanya. 


"Jane, menikahlah denganku!" Sebuah kalimat lamaran tak romantis, tetapi diucapkan dengan kesungguhan hati berhasil lolos dari mulut Damien. Kali ini dia yakin akan perasaannya dan berharap menjadi seorang pria yang dapat diandalkan oleh Jane.


Tanpa sadar, Jane hanya bisa mematung di tempatnya sambil menghirup aroma maskulin dari tubuh Damien. Suara detakan jantung wanita tersebut terdengar begitu keras dan cepat seakan berniat melarikan diri dari tempatnya saat itu juga. 


Jane bingung harus berkata apa. Dia sungguh bahagia mendengar Damien  yang berniat menikahinya, tetapi pantaskah wanita penuh dosa sepertinya bersanding dengan pria sesempurna Damien. 


Belum lagi penyakit yang kini dia derita. Meskipun ada indikasi bisa sembuh, nyatanya penyakit turun temurun yang merenggut nyawa ibunya tetaplah bersemayam dalam diri Jane. Wanita tersebut sungguh tidak yakin akan diri sendiri. Dia tak ingin hanya menjadi beban untuk Damien nantinya. 


"Aku belum siap," ucap Jane dengan berat hati. 

__ADS_1


Mendengar penuturan Jane, Damien seketika melepaskan rengkuhannya dan memegang kedua bahu wanita tersebut serta menatap lembut kepadanya. "Kenapa? Apa kau belum yakin dengan ketulusanku, Jane?" 


Jane hanya bisa menggeleng kecil, dalam hatinya sungguh ingin berbahagia bersama Damien walaupun waktu mereka berdua hanyalah singkat. Akan tetapi, dia tidak ingin egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Wanita tersebut bahkan tak mampu membalas tatapan mata Damien sekarang. 


"Tentu saja karena lamaranmu itu tidak romantis, Bodoh!" Jessi yang sedari tadi mengintip di balik pintu akhirnya menengahi obrolan keduanya yang tampak memerlukan perhatian khusus. 


Dia tahu jika Jane masih enggan untuk berhubungan terlalu jauh karena merasa kurang percaya diri. Tanpa aba-aba, wanita tersebut lantas duduk di sofa sambil melirik sinis ke arah Damien yang masih bingung dengan tindakannya.


"Mana ada pria melamar di kantor!" Jessi mencebikkan bibir, menatap kesal ke arah sang kakak yang tampak tersenyum pongah menyadari kebodohannya. 


"Kenapa aku bisa memiliki Kakak yang bodoh sepertimu, Kak?" Jessi meraih toples makanan ringan di depannya sambil terus menggerutu. "Masak hal mudah seperti ini saja tidak bisa. Harusnya kau itu tahu, wanita sekarang ini menyukai lamaran yang ekstrim. Contohnya saham, rumah, mobil, pulau." 


Dia kembali menjentikkan jari sambil menggeleng kecil. "Sungguh cara melamar impian sejuta wanita," ucap Jessi dengan bangga, tetapi seketika mendapatkan lemparan sepatu dari Jane.  


"Sialan! Kau pikir aku sematrealistis dirimu, hah?" ucap Jane sambil mendengus kesal pada adiknya yang bertambah konyol itu. 

__ADS_1


"Aku bukan matre, Kak. Hanya realistis, coba bayangkan wanita mana yang tidak akan suka mendapatkan kejutan lamaran seperti itu." Sejenak Jessi membayangkan kembali wajah suaminya dulu. "Ah, seandainya saja dulu Nich melamarku dengan cara seperti itu. Tapi, untungnya aku sudah mendapatkan saham sebelum itu."


"Dasar bumil gila harta!" Jane hanya bisa menggeleng kecil melihat tingkah Jessi, tetapi dia cukup bersyukur karena kehadiran sang adik mampu mencairkan kecanggungan di antara keduanya. 


Untuk sejenak Jane menatap Damien yang masih melihatnya dengan tatapan sulit diartikan. Dalam hati Jane, dia hanya butuh waktu untuk meyakinkan diri akan semua ini. Bukan bermaksud meminta apa yang sudah disebutkan Jessi tadi. 


To Be Continue ...


Hai hai,


Jangan lupa mampir ke novel kedua Rissa yang menceritakan Jessica Light, anak ketiga Jessi dan Nicholas yang berjudul 'Queen Of Casino'


Selalu menghadirkan genre action tentunya.


__ADS_1


__ADS_2