
Jackson membawa Alice ke sebuah rumah sakit terbesar di kota itu. Dokter mengatakan jika kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan proses cuci darah, karena dia terlalu lama tidak menjalani perawatan rutin yang seharusnya dia terima.
Alice sudah pasrah dengan hidupnya, apa yang dia inginkan sudah terwujud. Bertemu dengan Jackson merupakan hadiah terbesar yang Tuhan berikan untuknya. Dia tidak ingin serakah lagi dengan takdirnya.
Namun, tidak dengan Jackson. Dia tetap berusaha mencari solusi untuk Alice. Hingga dokter menyarankan untuk mencari donor ginjal yang sesuai untuknya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Jackson meminta dokter untuk mengecek kecocokan ginjalnya dengan Alice. Dia bersedia selamanya hidup dengan satu ginjal. Asalkan gadis ini bisa hidup dengan sehat.
Namun, tidak dengan gadis itu. Dia tidak bisa membiarkan masa depan Jackson hancur hanya karenanya, yang bahkan keluarganya sendiri tidak peduli dengannya. Meskipun sudah menemukan donor ginjal yang tepat untuknya, belum tentu orang tuanya mau menandatangani persetujuan pendonoran sebagai wali. Ayah dan ibunya pasti enggan mengeluarkan biaya yang begitu besar untuknya.
Jackson dan Alice duduk di sebuah bangku taman rumah sakit. Mereka sibuk dengan lamunannya masing-masing.
"Bagaimana kalau aku menikahimu?" Jackson berkata sambil memegang kedua tangan Alice, dan menatapnya dengan dengan lekat.
"Jangan menikahiku sebab kasihan padaku! Aku tidak ingin kamu menduda karena aku" Alice memang mencintai Jackson, tetapi dia tidak ingin egois.
__ADS_1
"Lalu kau ingin meninggalkanku! Setelah membuatku jatuh cinta padamu?!" Jackson berkata dengan suara parau.
"Lalu, kau juga akan meninggalkan aku sendirian bersama kenanganmu?" Jackson menjatuhkan sebuah buliran hangat dari matanya. Dia tidak sanggup membayangkan kehilangan gadis kecil di depannya yang diam-diam telah masuk ke dalam hatinya tanpa dia sadari. Hatinya hancur hanya dengan membayangkannya saja.
Sementara Alice, dia terkejut mendengar pengakuan Jackson yang ternyata juga mencintainya. Nyatanya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Dia melihat air mata yang keluar dari mata hazel pria di depannya, menandakan ketulusan seorang lelaki.
"Mari berjuang bersama, Sayang!" Jackson berkata dengan lembut. Dia sungguh ingin memperjuangkan hidup wanita dicintainya, dengan apapun yang dia miliki.
Alice lantas memeluk Jackson dengan erat. Dia menganggukkan kepalanya di dada Jackson. Dia menangis di pelukannya, hatinya terharu. Dia sungguh beruntung di pertemukan dengan pria sebaik Jackson, yang menerimanya di saat keadaan terburuk dalam hidupnya.
Mereka lantas meminta izin untuk menikah kepada ke dua orang tua Alice, tetapi kedua orang tuanya tampak tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan Alice.
Ibu Alice memicingkan matanya, dia meremehkan seorang Jackson yang hanya petugas polisi rendahan, sedangkan suaminya sendiri merupakan Kepala Departemen Kepolisian. Baginya putri pertamanya sangat memalukan, mungkin saja dia selama ini sudah menjadi simpanan pria matang yang kini dia bawa pulang.
Beberapa saat kemudian, Ayah Alice kembali dengan melemparkan sebuah dokumen kepada Jackson. "Tanda tanganilah! Setelah itu, kau bisa membawanya pergi sesukamu! Dia bukan lagi bagian dari keluarga ini!"
__ADS_1
Mereka hanya meminta Jackson untuk menanda tangani sebuah dokumen yang menyatakan, bahwa dia tidak akan meminta ganti rugi sepeserpun kepada mereka, atas biaya yang akan dia keluarkan untuk Alice nantinya.
Alice merasa sangat sakit hati dengan perlakuan keluarganya. Namun, Jackson menyetujui hal tersebut. Dia membubuhkan tanda tangannya di atas kertas itu. Lantas keluar membawa Alice pergi dari kelurga yang tak pernah menginginkannya.
Dia akan menikahi Alice dan menjaganya sepanjang hidupnya. Tanpa meminta sepeserpun uang dari keluarga ini apapun yang terjadi. Mereka bahkan hanya meresmikan pernikahannya berdua dengan sang pendeta. Jackson yang sedari awal sudah tak memiliki keluarga, dan Alice yang kini dibuang keluarganya.
Setelah menikah, mereka langsung melakukan prosedur operasi pencangkokan ginjal, dengan Jackson sendiri sebagai walinya selaku suami dari Alice.
"Tenanglah! Semua akan baik-baik saja! Aku akan menjagamu apapun yang terjadi!" Jackson menggenggam erat tangan istrinya, menyalurkan kekuatan hidup bagi Alice.
Operasi transplantasi ginjal berjalan dengan lancar, Jackson sebagai pendonor pulih lebih cepat karena kondisi tubuhnya yang sehat sejak awal. Semua biaya di tanggung oleh Jackson, ia menjual berbagai warisan yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, demi membiayai biaya perawatan dan pemulihan istrinya selama tiga tahun lamanya.
Jackson juga harus keluar dari pekerjaannya demi menjaga istrinya. Dia memilih membuka sebuah usaha pelatihan bela diri di kawasan rumahnya, agar dapat memantau kondisi pemulihan Alice.
Jackson sangat menyanyangi Alice begitu pula sebaliknya. Meskipun mereka terpaut usia yang cukup jauh. Namun, mereka menjalani kehidupan yang bahagia, seperti yang mereka impikan selama ini.
__ADS_1
Mereka hidup dengan sederhana. Jackson yang sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sejak remaja dan Alice yang tidak pernah dianggap ada oleh ayah dan ibunya, mereka saling melengkapi satu sama lain. Hingga di tahun ketiga pernikahannya Alice dinyatakan hamil.
TBC.