
Jessi berganti pakaian seperti apa yang diinginkan suaminya. Namun, wanita tersebut bukannya senang malah mengerucutkan bibir di kala Nicholas memasangkan syal di lehernya. “Nah, ini baru cantik. Cocok jika ingin keluar rumah tanpa membawa suami,” ujar Nich bangga melihat penampilan istrinya saat ini.
“Apanya yang cantik, Nich? Kau membuatku tampak seperti beruang kutub yang penuh dengan bulu tebal. Lihat ini! Kenapa tidak sekalian kau memberiku cadar supaya hanya ada mataku yang terlihat?” Jessi mendengus kesal melihat penampilannya saat ini. Dia bahkan tidak berani menatap dirinya sendiri di cermin karena penampilannya sungguh sangat mengerikan saat ini.
“Ide bagus. Sebentar aku cari!” Nicholas kembali mencari sehelai kain di lemari pakaian, sedangkan Jesii langsung melempar syal di lehernya ke lantai.
“Cukup, Nich. Apa kau tidak berpikir sekarang ini musim panas. Lihat apa yang sudah kau berikan padaku!”
Saat ini cuaca di Negara N memasuki musim panas, tetapi Nicholas malah memberikan tiga lembar pakaian tebal di tubuh istrinya dari atas sampai bawah. Bahkan tangan wanita tersebut sudah tertutup oleh sarung tangan dan hanya menyisakan wajah yang masih hendak ditutupi cadar oleh Nicholas.
__ADS_1
“Apa kau berniat membungkusku seperti Mummy?” Jessi hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah suaminya yang tampak cemburu akut. “Lagipula apa kau tidak melihat perut buncitku ini. Siapa juga yang mau mendekati wanita gendut sepertiku. Ada-ada saja kau itu.”
Jessi duduk di atas ranjang dengan kekesalan di hatinya. Semangat untuk pergi ke klub malam ini sirna sudah ketika semua dihancurkan oleh tingkah aneh Nicholas yang mengatur cara berpakaiannya. Namun, tampaknya pria tersebut tak merasa bersalah atas apa yang baru saja terjadi karena memang sebelumnya pakaian yang Jessi kenakan sangat seksi, sehingga membuatnya berpikir berlebihan.
Nicholas lantas mendekati sang istri yang tampak sudah mengeluarkan tanduk merah di kepala dan duduk di samping wanita tersebut. “Sweety, apa kau tidak tahu, tingkat keseksian wanita hamil itu meningkat sepuluh kali lipat?” ucapnya sambil berusaha memegang bahu sang istri, sayangnya dengan cepat ditepis oleh Jessi.
Pra tersebut terus berusaha membujuk sang istri, tetapi tampaknya sang istri tengaj dalam perasaan yang kembali tak karuan. Sejenak Nicholas hanya bisa mengembuskan napas kasar dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal sedangkan otak pria tersebut mulai memikirkan bagaimana cara untuk membujuk ibu hamil yang tengah merajuk itu dengan cara efektif.
Keduanya saling terdiam membisu untuk beberapa saat, hingga sedetik kemudian, Nicholas pun ingat apa yang diinginkan sang istri sebelumnya. "Baiklah, jangan marah lagi! Nah, pakailah untuk bersenang-senang."
__ADS_1
Dia menyerahkan sebuah kartu hitam untuk Jessi. Entah apa yang dia inginkan dengan benda itu, tetapi semenjak hamil Jessi berubah menjadi wanita matrealistis yang suka menghabiskan uang orang lain.
Tentu saja hal itu membuat wanita tersebut langsung menampakkan semburat bahagia di wajahnya. Dia pun mengambil kartu tersebut dan mencium pipi suaminya. "Terima kasih, Sayang. Aku pergi dulu."
Tanpa menunggu jawaban Nicholas Jessi langsung melangkah keluar kamar. Di mana sudah ada Maurer yang menunggu di ruang keluarga. "Ayo cepat! Sebelum suamiku berubah pikiran."
Keduanya pun buru-buru pergi ke garasi dan menggunakan salah satu mobil favoritnya. Mereka melesat meninggalkan kediaman Light, dengan Jessi di samping yang sibuk melepaskan berbagai macam pakaian di tubuhnya.
To Be Continue
__ADS_1