Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Kekasih Tom Evening


__ADS_3

Brian memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Jerry Morning. Jika Johny sampai menghubunginya, maka bisa dipastikan pria tua itu pasti akan memakan korban hari ini.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Brian mulai memasuki kawasan kediaman Jerry Morning. Tempat yang luas dan megah, sayangnya rumah ini hanya ditempati oleh pria itu seorang, bersama dengan para pengurusnya tentunya.


Dia tidak memiliki keluarga karena Jerry belum pernah menikah. Sebab itulah keturunan Marcopolo dianggap seperti anaknya sendiri. Namun, Brian jelas tahu, jika pria itu bukan menganggapnya sebagai anak. Melainkan, hanya ibarat anjing yang harus selalu taat pada tuannya.


Status ayah dan anak angkat, secara tidak langsung pastilah mengikat hubungan mereka. Meskipun, Brian dan Johny ingin menolaknya, tentu saja itu adalah hal yang mustahil karena ikatan yang terjalin adalah sebuah perintah. Bukanlah sebuah penawaran yang masih mempertimbangkan pendapat mereka.


Brian berjalan memasuki kediaman, semua orang membungkuk hormat kepada sang tuan muda. Statusnya di kediaman ini maupun di mafia Virgoun sama-sama tinggi. Dia merupakan orang yang sama berbahayanya dengan Jerry Morning.


"Apa yang kau lakukan, Ayah?" Brian menahan Jerry yang hendak memukul salah satu anak buah dengan stik golf, padahal pria tersebut sudah babak belur tergeletak tak berdaya akibat menjadi samsak sang tuan besar.


Dengan napas yang naik turun karena emosi, Jerry menghentikan aksinya. Brian pun lekas mengambil stik golf dari tangan ayah angkatnya itu.


"Urus dia." Brian memerintahkan anak buah yang lain agar segera mengurus pria yang terluka, sebelum amarah Jerry kembali naik lagi.


"Kenapa kau datang?" Jerry mengelap tangan yang terkena noda darah dengan saputangannya.


"Aku membawakan sesuatu untukmu."


"Apa yang kau dapatkan?"


"Kematian Tom Evening mungkin berhubungan dengan Bannerick Group."


Jerry melebarkan matanya mendengar hal tersebut, Bannerick Group bukanlah sesuatu yang mudah untuk dia sentuh. Sementara dahulu, dia meletakkan Tom Evening di jajaran pemilik saham di sana saja sudah sangat sulit sekali.


"Apa hubungannya dengan Bannerick Group?"


"Sebelum kebakaran di rumahnya, Tom terlebih dahulu dilarikan ke rumah sakit bahkan hingga menjalani operasi ketika berada di gedung Bannerick Group."

__ADS_1


"Operasi?" Jerry mengernyitkan dahinya mendengar hal tersebut karena Tom tidak pernah membicarakan tentang ini padanya. Dia memanglah sangat dekat dengan Tom Evening karena pria itu adalah pasangan haramnya.


"Iya, Ayah. Senjatanya diamputasi."


"Apa?" Seketika Jerry syok mendengar hal tersebut. Tatapan matanya kembali menajam, dengan napas yang tidak beraturan karena amarah dan emosinya langsung naik mendengar ucapan Brian.


Jerry langsung mendekati Johny yang berdiri menunduk tidak jauh darinya. Gemuruh dalam jiwa membuat pria paruh baya itu menendangi kaki Johny dengan sekuat tenaga. "Hal sepenting ini dan kau tidak bisa mendapatkan infomasi apa pun? Apa saja yang sebenarnya kau lakukan, hah?!"


"Maafkan aku, Ayah." Johny meringis merasakan sakit di kakinya akibat tendangan dari Jerry yang membabi buta.


Pria paruh baya itu meluapkan segala kekesalannya kepada Johny. Dia memanglah pasangan Gay Tom Evening sejak dulu karena itulah dia meminta pria di depannya untuk mencari tahu kondisi sebenarnya atas kematian kekasihnya. Namun, Johny ternyata tidak bisa diandalkan tanpa adanya Brian.


Demi menutupi kelainannya itu, dia bahkan membiarkan Tom menikah dengan Maria. Namun, mereka tetap berhubungan secara diam-diam tanpa ada yang mengetahui hubungan terlarang itu sampai sekarang.


Akan tetapi, sebaik apa pun sebuah bangkai ditutupi tetap saja bisa terendus oleh Brian. Dia mengetahui semua itu, tetapi masih menyimpannya sendiri. Selain itu, Jessi juga sama tahu karena informasi dari Maria, hanya saja wanita tersebut belum tahu siapa pasangan gay Tom Evening.


Jika bukan karena Jerry Morning masih berguna, mungkin Brian akan lebih memilih untuk membunuhnya dibandingkan menjadi anjing pesuruhnya seperti ini.


Jerry Morning adalah seorang pimpinan partai politik terbesar di Negara N. Adanya dia, segala urusan yang bersangkutan dengan pihak berwajib dapat diselesaikan secepat mungkin. Karena itulah Brian masih mau merendahkan dirinya untuk menjadi pion pria paruh baya tersebut.


Usaha Brian membuahkan hasil, Jerry menghentikan aksinya menendangi Johny. Dia melonggarkan dasi di lehernya. "Aku serahkan urusan ini padamu! Selidiki dengan jelas apa yang menyebabkan Tom Evening tewas saat itu!"


"Baik, Ayah." Jerry segera melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah yang merah padam karena amarah.


Sementara Brian berjalan mendekati Johny yang bersimpuh di lantai karena luka di kakinya cukup parah. "Ayo kita pergi!" Pria itu membantu adiknya berdiri, memapahnya keluar untuk kembali ke rumah mereka dan meninggalkan kediaman Jerry Morning.


Setibanya di mobil barulah Johny berani untuk berbicara. "Bukankah pria tua itu sangat mengerikan, Kak!"


"Iya, dan kau malah memancing emosinya." Brian memasang sabuk pengaman miliknya lantas menyalakan mesin mobil dan mulai bergerak meninggalkan kediaman Jerry Morning.

__ADS_1


"Aku sedang ada di sana dan anak buahku mengatakan kalau pemasok utama barang kira di Negara K mati semua di hari yang sama." Johny merasa kesal ketika mengatakan hal tersebut, karena inilah dia menjadi sasaran kemarahan Jerry Morning tadi.


Mendengar hal tersebut, Brian yang terkejut spontan menginjak pedal rem. "Apa?"


"Auwh. Tidak bisakah kau berhati-hati, Kak?" Johny mendengus kesal, belum sempat dia memasang sabuk pengaman kakaknya sudah menginjak rem, membuat kepalanya terantuk kaca mobil.


"Apa yang kau bilang tadi?"


"Oh, pemasok utama barang kita di Negara K dikabarkan mati semua?"


"Bagaimana bisa?" Brian masih terkejut tak percaya dengan ucapan adiknya, pemasok dari Negara K bukan hanya mengirimkan ganja, tetapi juga racun-racun miliknya.


"Istri sahnya dibunuh oleh anak selingkuhannya, lalu ibu dan anak itu mati dalam kebakaran. Lantas pria itu yang ternyata merencanakan pembunuhan istrinya tewas di penjara akibat siksaan dari tahanan lainnya."


"Sial!"Brian memukul kemudi mobilnya. Dia bukan memikirkan tentang pemasok ganja yang bisa di cari di negara mana pun, tetapi dia memikirkan nasib bahan utama setiap racun yang dikelolanya.


Brian kembali menjalankan mobilnya menuju rumah yang mereka tempati dengan kecepatan tinggi. Hilangnya pemasok racun membuatnya berpikir keras, bagaimana dia bisa menciptakan sebuah racun tanpa bunga-bunga itu sebagai komponen utamanya.


Tak perlu waktu lama mereka sudah tiba di rumah karena jarak antara markas mereka dengan kediaman Morning memanglah tidak jauh. Seluruh anggota mafia Virgoun yang berada di Negara N memanglah tinggal bersama mereka di sini.


Sementara anggota yang lainnya berada di Negara X karena pasar bisnis pengguna di sana juga sama besarnya dengan di Negara N. Karena itu jugalah mafia Virgoun mampu memonopoli pasar gelap baik dari kalangan atas mau pun bawah.


Brian membantu Johny melangkah menuju kamarnya. Sudah menjadi penampakan yang biasa bagi para anak buah jika melihat pria itu terluka karena dia pasti menjadi amukan tuan besar. Namun, lain halnya kalau sang kakak yang berdarah, sebab pria itu pasti menantang iblis jika sampai terluka.


"Panggilkan dokter kemari untuk Johny!"


"Baik, Tuan."


TBC.

__ADS_1


__ADS_2