Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Penderitaan Dion


__ADS_3

Sebelumnya sudah dipastikan oleh ibunya Jackson jika Dion yang kini mereka bawa adalah benar putranya. Hal tersebut berarti, pria tersebut merupakan adik Jackson yang saat itu masih dalam kandungan ketika nasib buruk menimpa keluarga mereka.


Namun, kini semua urusannya akan diambil alih oleh Jackson dan Jessi, sebagai pihak keluarga penjamin karena kondisi ibunya masih belum memungkinkan dan butuh perawatan, mereka memilih menutupi hal ini dari wanita tersebut.


"Aku tidak bisa menjelaskan seperti bagaimana cara kerjanya benda asing itu di tubuhnya. Tapi, pengaruhnya bisa membuat kehilangan kendali diri dan juga memori." Dokter Hendrick menjelaskan kepada Jessi dan Jackson di depannya. "Jika benda itu tidak diambil, mungkin nyawanya tidak akan bertahan lama. Kalau benda tersebut dikeluarkan, dia akan kehilangan seluruh memori layaknya bayi baru lahir. Namun, kemungkinan terburuk pria itu bisa mengalami cacat otak."


"Apa tidak ada solusi lain?" tanya Jessi.


Dokter Hendrick hanya menggeleng. "Mereka bukan hanya memasang benda asing untuk mengontrol tubuhnya, tapi juga cairan kimia berbahaya. Efek sampingnya dia akan mengalami kerusakan otak untuk penggunaan dalam jangka panjang dan juga perubahan fisik."


"Perubahan fisik?" Jackson mengernyitkan dahi mendengar penjelasan Dokter Hendrick.


"Benar, seperti yang kalian lihat. Usianya masih dua puluh empat tahun, tapi fisiknya sudah sepertimu."


Sejenak Jessi memikirkan perkataan Dokter Hendrick, memang benar apa yang dikatakannya. Dion sangat berbeda secara fisik dibandingkan ketika mereka bertemu sebelumnya.


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan memorinya saat ini? Dulu sepertinya dia sadar jika memiliki istri. Tapi, ternyata semuanya palsu." Jessi mengingat kembali informasi pertama yang dia dapat ketika mengajak Dion bekerja sama dan pria itu terlihat sungguh marah saat tahu istrinya berselingkuh.


"Kemungkinan mereka mengatur ulang setiap memori otaknya sesuai keinginan Jerry." Nich memasuki ruangan sambil menyerahkan ponsel di depan mereka, memerlihatkan apa yang baru saja dia dapatkan dari anak buahnya.


"Apa ini, Sayang?"


"Ruang kendali dan juga penelitian bawah tanah miliknya. X baru saja mendapatkannya, ingatan dan juga data Dion disesuaikan dengan kondisi mereka agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orangyang dia awasi. Beruntung pemegang kendalinya juga sudah kita tangkap."

__ADS_1


Mereka menyaksikan rekaman ingatan Dion yang dirancang sedemikian rupa oleh Jerry demi mengendalikan dan memastikan pria tersebut tidak akan berkhianat hingga kematian menjemput.


Dion adalah manusia, tetapi ingatannya dihapus atau diubah begitu saja. Sayangnya hal ini bukan penyakit, tetapi suatu yang disengaja sejak kecil lagi. Dia menunjukkan potensi sebagai orang cerdas sejak kecil, sehingga menarik perhatian Jerry ketika mengambilnya.


Pria itu sungguh sangat kejam dalam memanfaatkan orang lain, bahkan mengambil alih hidup manusia agar berjalan sesuai keinginannya. Dion bukan menjadi mesin pembunuh para pejabat yang tidak sepaham sesuai dengan perintah Jerry Morning, tetapi juga melupakan ibu dan identitasnya.


Dia bergerak layaknya manusia tanpa perasaan dan membunuh dengan kejam. Namun, benar apa yang dikatakan ibunya Jackson. Dion selalu kesakitan ketika malam hari jika mengingat sedikit saja hal tentang jati dirinya dan saat itu pula orang suruhan Jerry akan menyuntikkan cairan kimia lainnya untuk merusak memorinya, sehingga pria tersebut kembali sesuai keinginan mereka.


Efek samping penggunaan cairan itulah yang membuatnya menjadi lebih tua dari usianya. Bahkan dia bisa mati kapan saja jika tubuhnya tak mampu menerima karena penelitian Jerry semua bersifat membahayakan nyawa manusia. Namun, dia tidak peduli dengan hal tersebut.


Melihat hal itu, Jackson mengepalkan kedua tangannya. Nasib sang adik bahkan lebih buruk dibandingkan dirinya selama ini. Bukan hanya kehilangan masa muda, tetapi juga kebahagiaan di waktu kecil yang direnggut begitu saja, kini malah harus menerima kenyataan lebih kejam lagi.


Jika Dion dalam keadaan sadar mengingat hal ini. Dia pasti akan mereka tertekan mengetahui dirinya adalah mesin pembunuh bagi Jerry Morning—orang yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka.


Sejenak Jackson memikirkan apa yang terbaik bagi adiknya saat ini. "Biarkan dia menjalani operasi! Ambil benda asing itu, apapun resikonya." Mendengar keputusan Jackson, kini semua orang menatap pria itu dengan iba.


Pria itu hanya mengangguk. "Mungkin itu lebih baik daripada dia mengingat semua ini. Jika dia cacat aku bisa merawatnya, kalau adikku berperilaku seperti bayi aku bisa mengajarkannya kembali. Tapi, aku tidak bisa membiarkannya mati begitu saja tanpa melakukan apa pun." Rasa putus asa tergambar jelas di wajah pria tersebut.


Ibu serta adiknya bukan saja hanya menderita selama ini. Tidak ada yang mengira jika pertemuan dua puluh lima tahun lamanya akan berakhir tragis. Korban Jerry Morning seakan tak henti-hentinya terus tersiksa untuk waktu yang lama. Setiap kejahatannya sukses membuat orang lain geram dengan tingkah licik yang tak pernah ada habisnya.


"Lakukan yang terbaik untuknya!" ujar Jessi.


"Tentu saja, terapi setelah operasi akan kita lihat dulu bagaimana perkembangannya nanti. Semoga dia sendiri memiliki keinginan untuk keluar dari kondisinya." Dokter Hendrik kembali menelisik isi kepala Dion agar bisa segera di operasi.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pulang dulu. Apa ada yang menemanimu menjaga mereka?" tanya Jessi kepada Jackson.


"Ada Alice dan Angelina, Nona."


"Berikan perawat terbaik untuk mendampingi mereka." Sejenak Jessi membungkukkan tubuh ke arah Dokter Hendrick. "Kalau perlu biarkan gadismu yang menjaga mereka," bisiknya dengan nada bercanda.


"Sialan kau! Sudah pulang sana! Kau masih butuh banyak istirahat, jangan terlalu lelah!" Dokter Hendrick hanya mendengus kesal dengan kejahilan Jessi sejak dulu.


Dia hanya menggeleng kecil melihat tingkah wanita itu, selalu saja menyebalkan. Akan tetapi, sebagai dokter pria tersebut merasa tidak salah memilih partner karena Jessi adalah sosok malaikat bagi orang-orang yang tertindas.


Entah sudah berapa banyak pasien dengan kondisi berbeda-beda yang harus dia tangani hanya berasal dari Jessi selama tiga tahun bekerja sama. Bukan hanya soal uang, tetapi juga kebahagiaan di saat dirinya langsung terseret menjadi dokter keluarga Bannerick. Sebuah kesempatan langka di rumah sakit ini.


Jessi menepuk bahu Jackson perlahan, lantas keluar ruangan bersama suaminya. Melihat sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan Nich membuatnya merasa masih ada hal penting lainnya.


"Apa ada sesuatu, Sayang?" Jessi bertanya sambil menggandeng tangan suaminya. Melangkah kembali ke kamarnya sebelum kembali pulang nantinya.


Pria tersebut hanya mengangguk kecil, lantas memasuki kamar Jessi. Dibantunya sang istri untuk duduk, kemudian menggenggam tangannya dengan lembut. "Sweety, kau harus sabar dan tenang! Dengarkan apa yang aku katakan ini!"


Jantung Jessi berpacu semakin kencang di saat seperti ini. Entah mengapa dia merasa apa yang akan diucapkan sumainya bukanlah sesuatu hal baik.


To Be Continue ...


Hello teman-teman, udah senin aja nih.

__ADS_1


Jangan lupa buat Vote ya!!


Nantikan terus episode-episode akhir Dangerous Woman Jesslyn.


__ADS_2