Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Kebocoran Informasi


__ADS_3

Lain halnya dengan sepasang suami istri yang tengah memadu kasih entah di mana itu. Jessi yang ditinggalkan seorang diri di rumah karena Stella yang sudah berangkat kuliah hanya bisa mendengus kesal sambil menonton siaran televisi pagi hari. 


"Menyebalkan!" Dia mendengus kesal hingga membanting remote televisi karena tak menemukan siaran yang membuat ibu hamil tersebut tertarik untuk melihatnya. 


Namun, tak lama kemudian, dering notifikasi pesan mengalihkan perhatian Jessi dan segera mengambil ponselnya. "Apa ini?" Dia mengernyitkan dahi di saat melihat pesan dari kakaknya dan sesaat setelahnya suara bell berbunyi pun terdengar dari luar. 


Jessi melangkah dengan malas membukakan pintu dan terlihat seorang pria berpakaian rapi sudah berada di hadapannya. "Ada apa?" tanya Jessi dengan ketusnya. 


"Itu, Nyonya. Tuan Damien meminta saya untuk menjemput Anda," ujar pria tersebut tampak begitu gugup melihat wanita galak di depannya. 


"Tunggu sebentar!" Jessi masuk ke dalam untuk mengambil tas dan ponselnya, lalu kembali keluar rumah. "Ayo!"

__ADS_1


Keduanya pun melangkah menuju mobil dengan pria tersebut membukakan pintu belakang terlebih dahulu untuk sang Nona Muda Barrack tersebut. Tanpa membuang waktu, keduanya pun bergegas bergerak menuju gedung Barrack Corp sesegera mungkin, tetapi tetap hati-hati dalam melajukan kendaraan. 


"Apa ini laporannya?" tanya Jessi setelah mengambil tablet di sampingnya dan membaca berkas di dalamnya. 


"Iya, Nyonya," jawab Rahmat yang hanya melihat dari kaca spion tengah karena masih harus fokus mengemudi. 


"Pasangan sialan! Meninggalkan masalah untukku dan mereka malah asyik bercocok tanam. Lihat saja nanti kalau pulang, aku akan membunuh kalian." Jessi mendengus kesal sambil berulang kali mengerucutkan bibir karena otak yang mulai berpikir bagaimana menghadapi masalah baru yang terjadi di Barrack Corp. 


Seperti saat ini, walaupun Jane sudah menyerahkan kembali Restoran Light kepadanya, tetapi dengan mudah Jessi mengalihkan segala urusan pada Olivia, sehingga wanita tersebut harus belajar bisnis karenanya. Sementara itu, perusahaan Light Holdings masih dipegang Mario juga Maurer  di bagian Casino serta Resort. Keduanya menjalankan bisnis tersebut dengan baik dan tak terlihat ada kendala. Selain itu, Jaguar Guard kini diurus oleh George Peanut yang memilih tak kembali ke pulau, tetapi tetap memantaunya. 


Lalu Jessi? Tentu saja dia hanya menikmati hasilnya sambil bersenang-senang ke mana pun dia mau dan tak perlu memikirkan kehabisan harta. Lagi pula suaminya juga sudah bekerja, dengan hasil yang lebih besar tentunya. Lebih baik membiarkan orang lain mengurus dan Jessi hanya tinggal menunggu di rumah, sambil menikmati pundi-pundi uang mengalir dengan sendirinya ke rekening. 

__ADS_1


"Apa kalian sudah menemukan pelakunya?" Jessi berbicara sambil terus membaca laporan tersebut dengan saksama. 


"Belum Nyonya."


"Cih, apa kalian makan gaji buta? Hanya hal sepele seperti ini saja harus mengganggu kebebasanku." Jessi berdecih dengan santai, tetapi berhasil membuat Rahmat membelalakkan mata.


Bagaimana bisa kebocoran informasi dianggap sebagai hal sepele bagi wanita hamil itu? Apa dia sungguh lebih hebat daripada kakaknya? pikir Rahmat. 


Tak butuh waktu lama keduanya pun tiba di gedung Barrack Corp. Tanpa membuang waktu mereka segera bergegas menuju ruang rapat, di mana para jajaran departemen sudah bersiap sambil saling berbisik karena melihat Rahmat memasuki ruangan bersama seorang wanita hamil yang mereka ketahui adalah adik sang Presdir. 


To Be Continue….

__ADS_1


__ADS_2