Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Mencari Istri Baru


__ADS_3

"Sekarang pilihan ada di tanganmu. Kau mau tetap memaksakan perasaanmu pada Damien atau tidak. Tapi, kupastikan kehancuranmu ada di tanganku jika kau sampai mengusik kebahagian mereka." Jessi berdiri dari posisinya dan kembali duduk, setelah melihat Dove mulai tenang dan tak lagi terisak. 


Untuk sejenak ruangan tersebut kembali hening. Bahkan suara isakan Dove tak lagi terdengar dan hanya menyisakan ketegangan. Hingga beberapa saat kemudian, Jessi pun mulai menyuarakan perintahnya pada Rahmat. "Usut semua kasus ini sampai tuntas! Bila perlu tuntut mereka dengan kerugian sepuluh kali lipat," ucapnya kepada Rahmat sambil mulai berdiri dari posisinya. 


"Dove, aku memberi waktu untuk berpikir. Terserah kau ingin melanjutkan semua itu dan mendekam di penjara keesokan harinya atau hiduplah dengan tenang di lain tempat. Aku akan mengaturnya, aku mau surat pengunduran dirimu sudah ada di mejaku satu jam dari sekarang," ucap Jessi segera bergegas pergi meninggalkan ruangan diikuti oleh Rahmat. "Kau hubungi Pengacara John Maxton untuk hal ini."


"Baik, Nyonya."


Kalimat lirih Jessi pada Rahmat sebelum pintu tertutup rapat masih bisa terdengar jelas di telinga Dove. Nyatanya Jessi bahkan tidak menggunakan pengacara perusahaan dan memilih Pengacara John yang cukup populer dengan kemenangannya di setiap kasus. 


Dove hanya bisa mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Mengapa dia yang lulusan universitas ternama menjadi bodoh seperti ini. Bahkan lebih terlihat seperti pengemis cinta. Karirnya hancur sudah dalam sekejap mata, jika berita ini sampai menyebar sudah pasti dia akan kehilangan kredibilitas dalam dunia bisnis dan sulit untuk mencari pekerjaan baru. 


"Apa yang harus aku lakukan?" Dove hanya bisa menundukkan kepala semakin dalam ketika semua hal berkecamuk menjadi satu di otak kecilnya, hingga dering teleponnya menghentikan wanita itu untuk lebih banyak berpikir. 


Dia pun segera mengangkat panggilan dan terdengar suara panik adiknya di ujung sambungan. "Kakak, Ibu pingsan lagi. Aku harus bagaimana?" 


"Apa?" Seketika Dove terkejut dan beranjak dari posisinya. "Kau hubungi Ambulans aku akan segera pergi ke sana!" 


Tanpa membuang waktu Dove bergegas meninggalkan perusahaan dan seakan melupakan apa yang baru saja terjadi. Kondisi ibunya lebih penting dari apapun saat ini. 

__ADS_1


_________________________


Lain halnya dengan Jessi yang masih bergelut mengurus permasalah di Barrack Corp, sepasang pengantin baru kini tengah berbagi kasih di bawah guyuran air terjun yang mengalir membawa hawa sejuk. Keduanya menikmati suasana alam menenangkan beralunan kicauan burung dan gemericik air mengalir cukup deras dari atas. Mereka layaknya kertas lalat yang menyatu dengan lalatnya sekali, sulit terlepas dan melekat kuat seakan tak terpisahkan. 


Damien terus memeluk Jane dengan posesif, pria itu sungguh bahagia kini wanita yang dicinta telah berada di dekapannya. Kedua tangan Jane berkalung manja di leher suaminya, sedangkan Damien asyik mengangkat istrinya hingga separuh tubuh keduanya sama-sama terendam di genangan air terjun. 


Berulang kali, Damien mengecup wajah istrinya di seluruh bagian. Rasa cinta yang membuncah di usia dewasa bahkan hampir tua membuat keduanya tak lagi membuang-buang waktu hanya dengan janji-janji cinta semata. 


"Sayang, jika kau di sini bersamaku, siapa yang mengurus perusahaan?" tanya Jane dengan kedua tangan masih bergelayut manja di leher suaminya. 


"Kenapa? Apa kau takut suamimu ini jatuh miskin karena tiga hari tidak datang bekerja?"


Seakan mengerti apa yang dipikirkan Jane, Damien  pun menurunkan tubuh istrinya dan memegang kedua pipi dingin tersebut dengan tangan kekarnya. "Ada Jessi yang mengurus  perusahaan," ucap Damien dengan lembut. 


Ada rasa bahagia yang seketika mengalir dalam jiwa Jane ketika mendengar perkataan suaminya. Dia pun tersenyum lembut dan kembali memeluk tubuh Damien. "Sayang, kenapa kau memilihku?" Jane membenamkan wajah di dada bidang suaminya yang cukup berisi dengan bulu halus bergelombang karena tersapu air. 


Entahlah, apa yang membuat hati Jane merasa tak tenang saat ini. Dia hanya takut jika nantinya Dove sungguh akan merebut pria itu darinya. Padahal kebahagiaan yang sesungguhnya baru saja dirasa. 


"Karena kau memaksaku menikah," ucap Damien dengan nada bercanda dan berhasil membuat istrinya mendengus kesal sampai memukulnya dengan keras. 

__ADS_1


"Sialan!" Jane yang merajuk hendak melangkah pergi dari air, tetapi dengan cepat Damien meraih tangan wanita tersebut dan mengecup bibirnya dalam-dalam dengan kedua tangan di pipi sang istri. 


"Karena aku hanya mencintaimu," ujar Damien tulus kali ini. Pria tersebut seolah mengerti apa yang dikhawatirkan Jane. Dia bukan pria polos yang tak tahu jika Dove menyimpan rasa padanya. Hal itu pula yang membuatnya membatasi diri dan tidak memberikan harapan sejak awal. 


Damien hanya ingin fokus mengembangkan bisnis dan mencari Jessi selama tiga puluh tahun lamanya. Sementara itu, Dove memang hanya berarti seorang asisten baginya karena wanita tersebut memiliki kualitas pekerjaan yang baik. Namun, dia tak pernah berniat menjalani kisah romantis dengan Dove, ada atau tidak adanya Jane. 


"Kenapa memikirkan yang tidak-tidak? Lebih baik kita fokus mencetak pewaris Barrack Corp selanjutnya agar aku bisa segera pensiun." Tanpa membuang waktu, Damien membawa istrinya ke tepian dan keduanya pun berdiri di atas bebatuan air yang mengalir.


"Tapi—" Jane menundukkan kepalanya, mengingat kembali jika dia bahkan memiliki penyakit dan belum menceritakan kepada Damien. 


"Kenapa, Sayang?" Damien seolah tahu apa yang membuat istrinya bersedih hati dan langsung merengkuhkan tangan di pundak Jane sehingga kepala wanita tersebut menjadi bersandar padanya. 


"Tapi aku memiliki penyakit. Bagaimana kalau ternyata nyawaku tidak lama lagi? Apa kau akan mencari istri baru?" ucap Jane sambil mendongakkan kepala agar lebih bebas menatap wajah suaminya dari samping.


To Be Continue…. 


Honeymoon ala Damien dan Jane. Kalian pengen enggak??? Pengen lah pastinya. Apalagi kalau sepi gitu.


__ADS_1


__ADS_2