Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Alice dan Jackson ( Part.4 ) Flashback


__ADS_3

Mereka sangat bahagia mengetahui hal itu. Jackson sungguh memanjakan Alice selama masa kehamilannya. Menuruti apa yang di inginkan istri kecilnya ini. Baginya memiliki istri sudahlah menjadi anugerah terindah dari Sang Pencipta, tetapi Tuhan masih memberinya lebih banyak kebahagiaan dengan menitipkan karunia-Nya di perut sang istri.


Masa-masa kehamilan berjalan lancar, hingga Alice melahirkan seorang putri cantik yang diberi nama Angelina Jackson.


Kedua orang tua Alice mendengar kabar tersebut. Namun, mereka seperti menutup telinga. Mereka tidak peduli, kalau mereka telah memiliki cucu. Bahkan tak menganggapnya sebagai keluarga. Bagi mereka Alice hanyalah anak yang memalukan keluarga, apalagi memiliki suami miskin seperti Jackson yang tidak setara dengan keluarganya.


Namun, setelah sebelas tahun mereka tidak bertemu, dan Angelina sudah berusia delapan tahun orang tua Alicia tiba-tiba saja datang ke rumah mereka. Dia melihat putrinya yang kini sudah tumbuh dewasa dan cantik.


Melihat kehidupan sederhana yang di jalani Alice, ibunya mencibir.


"Kau meninggalkan keluargamu hanya untuk menjalani kehidupan seperti ini?"


"Bukan aku yang meninggalkan kalian! Tapi kalian yang membuangku!" Alice berkata dengan tegas, hatinya sakit mengingat keluarganya yang bahkan tidak pernah menghargai hidupnya.


"Masuklah ke dalam! Bawa Angelina, bukan hal baik, kalau semua ini didengar olehnya!" Jackson tidak ingin anaknya terkontaminasi dengan sikap ibu mertuanya.


Jackson dan mertuanya saling berhadapan. "Aku sarankan, agar kau meninggalkan Alice! Jika tidak kau akan menyesal!"


"Apa sebenarnya yang Anda inginkan! Sejak awal aku sudah menyesal, tidak bertemu dengannya lebih awal lagi!" Jackson menjawab dengan tenang, dia sangat tau bagaimana menderitanya istrinya selama hidup bersama dengan keluarganya.


"Aku sungguh akan membuatmu menjadi gelandangan! Jika kau tak segera meninggalkan Alice! Kau tak layak untuknya!"


"Kami sudah miskin sejak dulu! Tak perlulah Anda mengancam saya seperti itu! Lebih baik, silakan keluar! Anda tidak pantas memasuki gubuk milik gelandangan seperti kami!" Jakson berdiri dari duduknya, dia mengarahkan tangannya ke arah pintu.


"Kau akan menyesal!"


Ibu mertuanya lantas pergi meninggalkan rumah.


Setelah hari itu, masalah datang bertubi-tubi ke dalam keluarga kecil mereka. Jackson merasa, apapun yang dia lakukan selalu diawasi oleh seseorang. Hingga dua tahun lamanya dia masih bertahan, dengan sisa tabungan yang semakin menipis dan usaha yang sudah gulung tikar.


Ketika dia mencoba mencari pekerjaan lain, selalu saja di tolak. Hingga dia berada di titik terendah untuk keluarganya. Namun, Alice tetap setia menemaninya, dan tidak kembali kepada keluarganya.


Jackson mengetahui, kalau semua hal buruk yang menimpanya disebabkan oleh mertuanya. Mereka ingin Alice meninggalkannya setelah dia menjadi miskin. Entah apa tujuan mereka menginginkan Alice kembali.


"Sayang, apa kau akan tetap bertahan denganku setelah menderita seperti ini?" Jackson bertanya sambil mengelus pucuk kepala istrinya.


"Aku akan tetap bertahan apapun yang terjadi! Aku tidak tau apa tujuan mereka melakukan semua ini pada kita. Maaf karena diriku hidupmu menjadi menderita!" Alice memeluk pinggang suaminya, dia tengah berbaring di pangkuan Jackson.


"Aku akan mencari solusi untuk kita kedepannya. Kita tidak bisa bergerak karena mereka sudah menyiapkan banyak mata-mata untuk memisahkan menghancurkan keluarga kecil kita."

__ADS_1


Alice menganggukkan kepalanya. Benar apa yang dikatakan suaminya? Keluarganya ingin menghancurkan kebahagiaannya.


"Sayang, apa kau keberatan kalau sementara kita berpisah lebih dulu?" ujar Jackson dengan hati-hati.


"Apa maksudmu?!" Alice lantas duduk dari posisi tidurnya.


"Bukan berpisah seperti yang kamu bayangkan! Aku hanya akan bekerja di luar, tetapi aku akan terus mengawasi kalian dari jauh! Demi menghindari pengawasan keluargamu." Jackson berkata lembut sambil memegang ke dua sisi wajah istrinya, dia memberikan pengertian terlebih dahulu sebelum apa yang akan dia lakukan.


Alice mengerti suaminya selalu memberikan yang terbaik untuknya. Jadi, dia mengikuti rencana suaminya. Jackson memutuskan untuk menyusun kembali usahanya di balik pengawasan orang tuanya. Dia terpaksa meninggalkan istri dan anaknnya.


"Sayang, tunggulah aku kembali! Aku berjanji akan membawa kalian berdua bersamaku setelah semuanya siap!" Alice mengangguk, dia mengerti dengan maksud suaminya.


"Berhati-hatilah di luar sana! Kami akan selalu menunggumu!" Alice dicium keningnya sebelum suaminya pergi.


Semua hal buruk yang terjadi pada Jackson disebabkan olehnya. Jackson berpura-pura meninggalkan istrinya. Pada kenyataannya dia selalu memantau dari jauh, tanpa sepengetahuan mata-mata ibu mertuanya.


Hingga akhirnya, dia bertemu dengan Jessi dan merekrutnya sebagai bawahan. Jackson sangat bersyukur dengan hal itu. Dia bisa menghidupi keluarganya dengan layak dari gaji yang dia terima. Meskipun, Alice harus menjadi tukang sapu jalanan, tetapi Jackson selalu menambahkan uang nafkahnya di sana agar tidak diketahui mertuanya.


*****


Mendengar cerita Jackson, Jessi sedikit terharu dengan perjuangan pasangan ini. Perjuangan mereka sungguh luar biasa.


"Ibuku pernah mendatangiku setelah Jackson pergi. Dia ingin agar aku menikahi salah satu kolega ayah yang kaya raya sebagai istri ke dua!" Alice mengatakan apa yang di alaminya.


Mendengar hal itu Jackson dan Jessi melebarkan bola matanya. Bagaimana bisa ada seorang ibu yang hanya memanfaatkan anak kandungnya sendiri?


"Siapa nama orang tuamu?" Jessi bertanya sambil memasukkan Katana ke dalam sarungnya kembali.


"Barron Night dan Kate Morning." Laura menjawab pertanyaan Jessi.


"Mommy mengenal mereka?"


"Bukankah kita baru saja bertemu dengannya di pusat perbelanjaan tadi, Girl?"


Jessi mencoba mengingat-ingat. "Sudahlah! Urusan mertuamu soalan mudah. Kalian aman di sini sekarang. Fokus kita sekarang mencari anakmu!"


Jackson mendongakkan kepalanya menatap Jessi. "Apa maksud Anda, Nona?"


"Angelina sudah menghilang selam lima hari, untung aku bertemu dengan istrimu hari ini."

__ADS_1


Jackson menatap istrinya, san Alice hanya mengangguk membenarkan ucapan Jessi.


"Panggil Dokter Hendrick! Agar dia mengobati lukamu! Lalu biarkan istrimu beristirahat di sini!" Jessi lantas berjalan memasuki mansion.


Laura mengikutinya dari belakang. "Apa kau membutuhkan bantuanku, Girl?"


"Belum, Mom! Aku bisa melakukannya sendiri! Maaf tidak bisa menemanimu hari ini!" Laura hanya mengangguk, memahami menantunya.


Jessi lantas mengambil motornya, melaju menuju Kasino Light. Dia merasa sangat kasian dengan kehidupan Jackson. Kisah cinta mereka bahkan berjalan lebih lama dan lebih menantang dari kisahnya yang kandas.


Jessi merasa bersalah, Jackson menjadi bawahannya lebih dari dua tahun, dan dia bahkan tidak mengerti masalah yang di hadapi bawahannya sendiri. Dia merasa gagal sebagai seorang pemimpin.


Setibanya di lokasi Jessi memarkirkan motornya di depan pintu. Lantas melemparkan kuncinya pada penjaga di sana. Dia berjalan memasuki kawasan kasino.


Seorang pelayan mendekatinya. "Ada yang bisa saya bantu,Nona?"


"Di mana Mario?"


"Ada di atas, Nona."


"Aku akan menemuinya, kau bawakan air kelapa muda untukku ke sana!" Jessi lantas melangkahkan kakinya menuju lokasi Mario.


Jessi melihat Mario dan Maurer tengah mendiskusikan sesuatu. "Apa yang kalian bahas?"


"Kami sedang membahas Jaguar Guard 2, Nona!" Mario menyerahkan tablet yang sedang dia lihat kepada Jessi.


Jessi menggeser-geser layar tablet itu. "Maurer, kau hubungi George! Suruh dia kemari secepat yang dia bisa!"


"Apa ada masalah, Nona?"


"Anak Jackson menghilang! Kita harus melakukan sesuatu!" Jessi memijat kepalanya yang terasa mau pecah. Dia harus mulai memikirkan banyak hal kali ini.


TBC.



Alice ( Now 33 tahun)


__ADS_1


Jackson ( Now 46 tahun)


__ADS_2