
Hari ini, kabar bahagia menyelimuti kediaman Light. Semua orang sibuk membuat pesta penyambutan kecil untuk menyambut kepulangan Angelina dari rumah sakit. Kondisinya yang sudah membaik membuatnya diperbolehkan pulang dan hanya melakukan perawatan rutin sesuai dengan jadwal yang di tetapkan.
Mereka menghias rumah baru untuk Jackson dengan sedemikian rupa. Meletakkan meja panjang penuh dengan makanan di taman, untuk makan malam bersama dan memasang lampu hias.
Rumah baru untuk Jackson tidak jauh dari kediaman Light. Nonanya memberikan sebuah hunian mewah untuk anak buahnya itu. Dia yang sudah memiliki anak dan istri tidak mungkin tinggal di bangunan kecil bersama rekan-rekan yang lain. Jessi ingin agar Jackson juga memiliki waktu dan privasi sendiri bagi keluarga kecilnya.
Semua orang ikut andil dalam mempersiapkan pesta tersebut. Kegiatan ini dilakukan juga untuk menyambut para anggota baru kediaman Light. Jessi akan mengatur kembali tugas-tugas penghuni mansion itu.
Jessi berdiri di atas sebuah pijakan tangga. Dia membantu memasang lampu hias untuk menambah kerlap-kerlip indahnya taman. Setelah dirasa cukup dia turun dan duduk di bangku panjang yang sudah ada.
"Mario bagaimana dengan perusahaan baru?"
"Sudah 100% siap sesuai dengan keinginan anda, Nona. Tinggal menentukan kapan tempat itu akan dibuka." Mario menyerahkan sebuah tablet pada Jessi.
Dia membaca tablet yang diberikan Mario, menggeser layarnya berulang kali, sebuah senyuman terlihat jelas di wajahnya. "Bagaimana dengan urusan Patricia?"
"Saya sudah mendaftarkan di sebuah universitas ternama di sini, Nona. Besok dia sudah bisa mulai belajar lagi."
Jessi menganggukkan kepalanya. Patricia dan Maria sudah selayaknya keluarga baginya. Entahlah, dia merasa bertanggung jawab dengan kedua orang itu. Mereka akan tetap tinggal di kediaman Light selama kasus Samuel belum terpecahkan, itulah syarat Jessi jika mereka tidak mau kembali ke Negara K.
"Apa kalian sudah menemukan kelemahan Keluarga Night?"
Mario mengambil kembali tablet itu memperlihatkan data lain di sana. Keluarga Night hanya berisikan Barron Night, Kate Morning, dan Emily Night di dalamnya, tidak ada nama Alice di sana. Istri Jackson benar-benar dibuang oleh keluarganya sendiri.
Sebuah mobil mulai memasuki pekarangan rumah, terlihat seorang pria tampan dan rupawan turun dengan wajah masam bersama asistennya. Nich melangkah ke arah Jessi, tampak jelas kekesalan di wajah lelaki itu.
"Kau kenapa?"
Nich menyerahkan sebuah memori kecil kepadanya, lalu duduk di samping Jessi. "Lihat saja sendiri!"
Wanita itu memasukkan memory card itu ke dalam tablet lantas menengadahkan tangan ke arah Mario. "Hansfree."
Mario mengambil hansfree di saku dan menyerahkan kepada Jessi, dia langsung memasang di telinganya. Wanita itu memutar sebuah vidio hasil dari rekaman black box. Terlihat jelas adegan dalam mobil di depannya, bahkan suara seorang wanita meracau memanggil nama Nich di setiap aksinya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Jessi membelalakkan matanya, bukan kemarahan yang dia keluarkan. Namun, suara gelak tawa yang tak pernah dia keluarkan sebelumnya.
Buliran-buliran air keluar dari matanya, bukan karena menangis, tetapi rasa menggelitik di perutnya membuatnya tertawa lepas.
"Nich, dia menjadikanmu objek fantasinya, hahaha!" ingin rasanya Jessi berguling di tanah saat ini.
Pria itu mencebikkan bibirnya. "Puas kau menertawaiku, Sweety!"
"Dia sungguh mengagumimu, Nich. Seharusnya kau bangga dengan itu." Dia menghapus buliran air di ujung matanya, menghentikan gelak tawanya.
Jessi meletakkan tablet, melihat calon suaminya merajuk dia langsung memeluknya. "Maafkan aku, Sayang."
Mendapat pelukan dari wanitanya membuat hati Nich berbunga-bunga, apa lagi panggilan sayang yang dilontarkan.
"Tapi ini sangat lucu." Jessi kembali tergelak melepaskan pelukannya dari Nich.
"Kau menyebalkan." Nich langsung menyambar bibir Jessu dengan agresif, mengeksplore bagian, lalu menggigit lidah wanita itu.
"Rasakan!" Pria itu masih memperlihatkan wajah masam, hingga suara Mario menyudahi pergulatan mereka.
"Nona, Tuan, Jackson sudah dalam perjalanan."
"Baiklah, bereskan semuanya!"
Mereka bersiap menyambut kedatangan tuan rumah baru di kediaman itu. Langit malam bertabur bintang, ditambah suasana lampu gemerlap menambah kesan cantik acara pesta malam.
Para koki mulai meletakkan banyak makanan di atas meja. Aroma sedap menyeruak menyebar menciptakan rasa lapar bagi siapa pun yang menciumnya.
Mereka mulai membersihkan barang yang berserakan di tanah, lalu berkumpul di satu tempat. Dimatikan semua lampu terlebih dahulu agar menjadi kejutan bagi keluarga kecil itu.
Sebuah mobil Mercedes-Bens tipe V260 AVANTGARDE mulai memasuki pekarangan rumah. Melihat gelapnya sebuah rumah yang baru mereka datangi membuat Jackson sedikit berpikir. Apakah mereka salah alamat?
Lampu penerangan di depan mereka mulai menyala, memberitahu arah yang harus mereka tuju. Keluarga kecil itu berjalan mengikuti arahan setiap cahaya yang menyala.
__ADS_1
Seruan ramai orang dan gemerlap lampu terang menyala membuat mereka terkejut. "Surpise! Welcome home!"
Mereka termangu untuk beberapa saat, hingga seorang wanita berjalan membawa sebuah kue dengan banyak lilin di atasnya.
"Selamat berkumpul kembali!" Jessi menampakkan senyum tulus di wajahnya. "Tiuplah!"
Ditiupnya seluruh lilin di atas kue itu secara bersamaan. Alice merasa terharu dengan kebaikan hati Jessi, dia bagaikan malaikat bagi keluarga kecilnya. Tanpa sadar buliran bening lolos di wajah istri Jackson itu.
"Kenapa kau menangis?" Jessi langsung menyerahkan kue kepada Maurer di sampingnya, lalu memeluk Alice.
"Terima kasih, Nona. Keluarga kami sangat beruntung bertemu dengan anda."
"Sudahlah, yang terpenting kalian bisa berkumpul lagi tanpa perlu mengkhawatirkan apa pun." Jessi menatap gadis yang menginjak usia remaja di samping Alice. "Hallo, Sayang. Perkenalkan aku Aunty Jessi. Kau sangat manis."
"Hai Aunty, aku Angelina Jackson." Suara lirihnya menandakan bahwa dia masih belum siap berinteraksi dengan orang lain.
"Kami semua adalah keluargamu sekarang. Jadi, kau tak perlu takut lagi! Kami semua akan melindungimu."
Angelina menatap kedua orang tuanya bergantian, mereka mengiyakan ucapan Jessi. Membuat Angelina mengangguk kecil ke arahnya.
"Mari makan malam bersama!"
Semua berkumpul di beberapa meja panjang, menikmati setiap hidangan yang telah disediakan, suara orang-orang saling berbicara menambah riuh acara malam ini. Banyaknya penghuni kediaman Light sudah layaknya penduduk suatu kampung. Tidak hanya Nich dan Willy yang datang dari pihak luar, tetapi Damien dan Alex juga ikut berkumpul bersama mereka.
Suara dentingan gelas dan sendok di tangan Jessi membuat suasana senyap seketika. Semua memperhatikan apa yang akan dikatakan pemeran utama.
Jessi berdiri dari kursinya. "Aku akan berbicara sedikit hal terlebih dahulu."
Semua mata tertuju padanya, sorotan cahaya lampu menambah kesan kepemimpinan yang dimilikinya.
"Pertama, selamat datang untuk Angelina. Kami semua adalah keluargamu. Kau tak perlu takut mulai sekarang karena kami akan melindungimu!"
TBC.
__ADS_1